Proyek
Mewujudkan keuntungan perdagangan bebas dari diskriminasi gender dan pekerja anak (RealGains)
Didanai oleh Employment and Social Development Canada (ESDC), proyek ini mendukung pemerintah Indonesia dan mitra sosial untuk lebih memperkuat lingkungan yang mendukung perdagangan dan investasi di sektor ekspor tertentu dengan mengatasi kesenjangan Prinsip-prinsip dan Hak-hak Mendasar di Tempat Kerja yang sedang berlangsung.
Duration
21 February 2025 - 20 February 2028
Development partner(s)
Employment and Social Development Canada (ESDC)
Reference
IDN/24/02/CAN
Location
Jawa, Sumatra, and Kalimantan
Contact
Dede Shinta Sudono, Koordinator Proyek ([email protected])
Gambaran umum proyek
ILO Indonesia, melalui proyek "Mewujudkan Keuntungan Perdagangan Bebas dari Diskriminasi Gender dan Pekerja Anak (RealGains)," yang didanai oleh Employment and Social Development Canada (ESDC), mendukung pemerintah Indonesia dan mitra sosial untuk lebih memperkuat lingkungan yang mendukung perdagangan dan investasi di sektor ekspor tertentu dengan mengatasi kesenjangan Prinsip-prinsip dan Hak-hak Mendasar di Tempat Kerja yang masih ada.
Proyek ini secara khusus bertujuan untuk mengurangi diskriminasi berbasis gender di tempat kerja dan menghapus pekerja anak guna meningkatkan perlindungan hak dan kesejahteraan perempuan dan anak selama pertumbuhan dan restrukturisasi perdagangan.
Proyek ini akan berkolaborasi dengan serikat pekerja, pekerja, pengusaha, masyarakat sipil dan pemerintah untuk meningkatkan kondisi kerja di rantai pasok alas kaki dan minyak sawit. Selain itu, proyek ini akan mengkaji kondisi kerja di sektor produksi baterai litium yang sedang berkembang dan rantai pasoknya di Indonesia. Berinvestasi dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat yang menjunjung tinggi Prinsip dan Hak Mendasar di Tempat Kerja memungkinkan pekerja untuk berkinerja lebih baik, mendorong partisipasi dalam perdagangan, dan mempercepat manfaat ekonomi.
Pemangku kepentingan utama
- Pemerintah: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas ), Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan kementerian terkait lainnya.
- Asosiasi pengusaha dan bisnis, organisasi profesi
- Konfederasi dan federasi serikat pekerja di bidang produksi garmen/alas kaki/minyak sawit/baterai lithium
- Organisasi masyarakat sipil untuk perlindungan anak/pekerja anak dan perempuan.
Proyek ini membahas tiga masalah berikut:
diskriminasi berbasis gender di tempat kerja melalui penguatan kapasitas organisasi tripartit untuk mempromosikan kesempatan kerja yang setara, membangun kapasitas perusahaan untuk menerapkan kebijakan tempat kerja yang inklusif gender, termasuk kebijakan untuk mencegah dan menangani pelecehan seksual dan mempromosikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara responsif gender dan memperkuat mekanisme penanganan pengaduan.
menangani pekerja anak khususnya di pertanian melalui penguatan kapasitas lembaga tripartit untuk menerapkan Peta Jalan Bebas Pekerja Anak Lanjutan 2025-2029, meningkatkan mekanisme pemantauan pekerja anak dan menegakkan undang-undang 'Tanpa Pekerja Anak'.
melindungi hak-hak pekerja dengan lebih baik melalui peningkatan kapasitas serikat pekerja untuk menangani pengaduan, mempromosikan kesetaraan gender dan terlibat dalam dialog dan negosiasi. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan mereka tentang topik-topik ini akan berkontribusi pada pencegahan dan penanganan diskriminasi berbasis gender di tempat kerja, penghapusan pekerja anak, peningkatan akses bagi pekerja terhadap hak-hak mereka dan penguatan Prinsip dan Hak Mendasar di Tempat Kerja dalam industri berorientasi ekspor pada umumnya.
Hasil utama yang diharapkan
Pekerja perempuan di industri alas kaki berorientasi ekspor dan produksi minyak sawit memiliki akses ke langkah-langkah yang mempromosikan kesetaraan gender dan lingkungan kerja yang aman, sehat dan bermartabat.
Kerangka kerja nasional untuk menghapuskan pekerja anak telah diperkuat melalui peningkatan praktik pencegahan, penegakan hukum dan pemantauan.
Perlindungan pekerja dalam produksi alas kaki berorientasi ekspor, minyak sawit dan baterai lithium telah meningkat melalui penguatan kapasitas dan mekanisme yang mengatasi defisit Prinsip dan Hak Mendasar di Tempat Kerja dan menyelesaikan perselisihan perburuhan.
Related content
Hari Dunia Menentang Pekerja Anak
Advokat sebaya menyuarakan penolakan terhadap pekerja anak di sektor pertanian dan memperjuangkan hak anak
Hari Dunia Menentang Pekerja Anak
Perjalanan inspiratif Gesyha: Seorang advokat muda yang bertekad mengakhiri pekerja anak
Hari Dunia Menentang Pekerja Anak
ILO bermitra dengan PAACLA akui prakarsa memerangi pekerja anak di sektor pertanian
Proyek baru RealGains mendukung kesetaraan gender, penghapusan pekerja anak dan hak-hak pekerja di Indonesia
Peluncuran mekanisme pengaduan berbasis AI bagi sektor garmen, alas kaki dan kelapa sawit
Siaran pers
ILO dan serikat pekerja luncurkan aplikasi pengaduan berbasis AI bagi sektor garmen, alas kaki dan kelapa sawit Indonesia
Hubungan industrial
ILO serahterimakan empat aplikasi keluhan kepada federasi pekerja garmen, kelapa sawit dan alas kaki Indonesia
Dialog kebijakan
Akal imitasi (AI) dan non-diskriminasi di tempat kerja
Siaran pers
AI untuk kesetaraan di tempat kerja di Indonesia: Memanfaatkan teknologi untuk ciptakan tempat kerja yang adil, inklusif dan layak
Pertemuan tahunan
Rapat koordinasi tahunan JAGASAWITAN: Lokakarya K3 dan sosialisasi informasi ketenagekerjaan nasional di sektor kelapa sawit
Lokakarya perdana
Meningkatkan kapasitas pengusaha dan pekerja di sektor alas kaki untuk mencegah dan menangani kekerasan dan pelecehan berbasis gender di...
Siaran pers
Dunia usaha Indonesia serukan aksi menentang kekerasan dan pelecehan berbasis gender di tempat kerja
Pekerja anak
Menuju 2045: Indonesia perluas upaya perlindungan anak dari eksploitasi kerja
Gerakan Jagasawitan Indonesia mempromosikan tempat kerja yang aman dan setara di sektor kelapa sawit
16 Hari Aksi Melawan Kekerasan Berbasis Gender
Membangun tempat kerja yang lebih aman: Sektor alas kaki Indonesia berkomitmen untuk mencegah kekerasan dan pelecehan berbasis gender