Proyek baru RealGains mendukung kesetaraan gender, penghapusan pekerja anak dan hak-hak pekerja di Indonesia
Sebuah inisiatif baru yang diluncurkan oleh ILO dengan dukungan dari Pemerintah Kanada akan membantu Indonesia memperkuat hak-hak pekerja perempuan dan anak-anak di Indonesia, sekaligus mengurangi kerentanan mereka.
4 Juni 2025
JAKARTA, Indonesia (Berita ILO) - ILO memperkenalkan dan meluncurkan proyek barunya, “Mewujudkan Manfaat Perdagangan tanpa Diskriminasi Gender dan Pekerja Anak (RealGains), dalam Lokakarya Konsultasi Pemangku Kepentingan selama satu hari di Jakarta pada 28 Mei. Proyek RealGains ini didanai oleh Pemerintah Kanada, dan bertujuan untuk memperkuat implementasi Deklarasi ILO tentang Prinsip-prinsip dan Hak-hak Mendasar di Tempat Kerja di Indonesia.
Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa perempuan dapat bekerja dengan bermartabat dan aman seraya mendorong masa depan yang bebas dari pekerja anak, di mana anak-anak terlindungi dari eksploitasi
Melisa Go, Staf Pembangunan Senior Kedutaan Besar Kanada di Indonesia
Proyek RealGains yang akan berlangsung selama tiga tahun akan memperkuat lingkungan yang mendukung perdagangan dan investasi di sektor ekspor terpilih melalui penanganan defisit prinsip-prinsip dan hak-hak mendasar di tempat kerja, khususnya terkait diskriminasi berbasis gender dan pekerja anak. Proyek ini meliputi sektor alas kaki, kelapa sawit dan produksi baterai litium di Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Proyek ini akan menangani tiga isu utama, yaitu diskriminasi berbasis gender, pekerja anak dan perlindungan hak pekerja, melalui pengembangan kapasitas, pengembangan kebijakan, mekanisme penanganan keluhan dan peningkatan akses terhadap hak pekerja.
Melisa Go, Staf Pembangunan Senior Kedutaan Besar Kanada di Indonesia, menegaskan bahwa dukungan yang diberikan sejalan dengan komitmen Pemerintah Kanada untuk memperkuat hak asasi manusia dan kesetaraan gender sebagai pilar utama hubungan internasional. "Kami terus mendukung ketentuan perdagangan dan menegakkan standar hak asasi manusia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa perempuan dapat bekerja dengan bermartabat dan aman seraya mendorong masa depan yang bebas dari pekerja anak, di mana anak-anak terlindungi dari eksploitasi," ungkapnya.
Sementara Simrin Singh, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, menyoroti kesenjangan yang ada dalam partisipasi angkatan kerja perempuan dan prevalensi pekerja anak, khususnya di sektor pertanian Indonesia, dan mengatakan: “Karenanya, hari ini menandai komitmen kita untuk berkolaborasi melalui kemitraan dan dialog sosial, bersama-sama berinvestasi dalam mewujudkan Deklarasi ILO tentang Prinsip-prinsip dan Hak-hak Mendasar di Tempat Kerja di Indonesia sebagai bagian dari Indonesia Emas 2045.”
Hari ini menandai komitmen kita untuk berkolaborasi melalui kemitraan dan dialog sosial, bersama-sama berinvestasi dalam mewujudkan Deklarasi ILO tentang Prinsip-prinsip dan Hak-hak Mendasar di Tempat Kerja di Indonesia sebagai bagian dari Indonesia Emas 2045.
Simrin Singh, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste
Prinsip-prinsip dan Hak-hak Mendasar di Tempat Kerja ini diadopsi pada 1998, dan merupakan Konvensi dan Rekomendasi inti ILO, mencakup lima kategori prinsip dan hak universal, yaitu Kebebasan berserikat dan hak untuk melakukan perundingan bersama, penghapusan segala bentuk kerja paksa atau wajib, penghapusan efektif pekerja anak, penghapusan diskriminasi dalam hal pekerjaan dan jabatan, serta lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Dalam upaya untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman, 60 peserta yang mewakili pemerintah, organisasi pengusaha dan pekerja, sektor swasta dan masyarakat sipil dibagi menjadi tiga kelompok kerja. Setiap kelompok terlibat dalam diskusi, berbagi wawasan tentang peraturan yang ada dan praktik terbaik terkait diskriminasi berbasis gender, pekerja anak dan hak-hak pekerja.
Lokakarya diakhiri dengan sejumlah rekomendasi, termasuk perlindungan hak-hak pekerja perempuan, seperti cuti hamil, kepemimpinan perempuan dan pengawasan ketenagakerjaan berbasis gender. Terkait penghapusan pekerja anak, para peserta merekomendasikan penguatan mekanisme penyaringan, pemantauan dan penelusuran pekerja anak, khususnya di tingkat rantai pasok. Selain itu, untuk meningkatkan perlindungan hak-hak pekerja, rekomendasinya meliputi penguatan peran serikat pekerja dan promosi kesadaran tentang Prinsip-prinsip dan Hak-hak Mendasar di Tempat Kerja di tingkat pengusaha, serikat pekerja dan masyarakat.
"ILO menyambut baik tindakan yang direkomendasikan sebagai langkah mendasar untuk memajukan kesetaraan gender, memberantas pekerja anak dan melindungi hak-hak pekerja di negara ini. Selama tiga tahun ke depan, proyek RealGains akan terus berkolaborasi dengan konstituen dan mitra melalui program dan inisiatif bersama," ungkap Dede Sudono, Koordinator Proyek RealGains ILO.
Proyek RealGains, yang akan berlangsung hingga Desember 2027, didedikasikan untuk memastikan bahwa pekerja perempuan di industri alas kaki yang berorientasi ekspor dan produksi minyak kelapa sawit memperoleh manfaat dari tempat kerja yang aman, sehat dan bermartabat. Selain itu, proyek ini bertujuan untuk memperkuat kerangka kerja nasional untuk memberantas pekerja anak, membangun kapasitas untuk mengatasi masalah dalam Prinsip-prinsip dan Hak-hak Mendasar di Tempat Kerja dan meningkatkan mekanisme untuk menyelesaikan perselisihan ketenagakerjaan.
Related content
Hari Dunia Menentang Pekerja Anak
Advokat sebaya menyuarakan penolakan terhadap pekerja anak di sektor pertanian dan memperjuangkan hak anak
Hari Dunia Menentang Pekerja Anak
Perjalanan inspiratif Gesyha: Seorang advokat muda yang bertekad mengakhiri pekerja anak
Hari Dunia Menentang Pekerja Anak
ILO bermitra dengan PAACLA akui prakarsa memerangi pekerja anak di sektor pertanian
Relevant projects
Proyek
Mewujudkan keuntungan perdagangan bebas dari diskriminasi gender dan pekerja anak (RealGains)