16 Hari Aksi Melawan Kekerasan Berbasis Gender
Membangun tempat kerja yang lebih aman: Sektor alas kaki Indonesia berkomitmen untuk mencegah kekerasan dan pelecehan berbasis gender
Inisiatif yang didukung ILO menggerakkan lima perusahaan alas kaki Indonesia untuk melaksanakan program pembelajaran digital mikro selama tujuh bulan guna mencegah kekerasan dan pelecehan berbasis gender.
10 Desember 2025
JAKARTA, Indonesia (Berita ILO) - Sebagai salah satu produsen alas kaki terbesar di dunia, Indonesia mempekerjakan sekitar 960.000 pekerja secara langsung dan hingga 1,3 juta secara tidak langsung, dengan pekerja perempuan mencapai antara 60 hingga 80 persen. Untuk memastikan tempat kerja yang aman, saling menghargai dan bebas dari kekerasan dan pelecehan berbasis gender, lima perusahaan alas kaki menandatangani Pernyataan Komitmen Perusahaan di Jakarta pada 4 Desember. Penandatanganan tersebut dilakukan sejalan dengan kampanye global 16 Hari Aksi Melawan Kekerasan Berbasis Gender (KBG).
Komitmen ini menindaklanjuti survei ILO tahun 2022 yang mengungkapkan bahwa lebih dari 70 persen pekerja di Indonesia mengalami atau menjadi korban bentuk kekerasan atau pelecehan di tempat kerja. Inisiatif ini didukung oleh proyek Mewujudkan Keuntungan Perdagangan Bebas dari Diskriminasi Gender dan Pekerja Anak (RealGains), didanai oleh Pemerintah Kanada, dan program Better Work Indonesia (BWI), sebuah inisiatif bersama ILO dan Korporasi Keuangan Internasional (IFC) bekerja sama dengan Yayasan Kemitraan Kerja (KKF), organisasi Indonesia yang mempromosikan pekerjaan yang layak dan praktik bisnis yang bertanggung jawab di sektor garmen dan manufaktur.
Acara penandatanganan juga menandai lokakarya perdana yang memperkenalkan program pembelajaran mikro digital melalui WhatsApp dan dirancang untuk menyediakan alat praktis dalam mencegah dan menangani KBG. Program ini diluncurkan di lima perusahaan alas kaki – PT Forever One International, PT Gold Emperor Dua, PT Horn Ming Indonesia, PT Long Rich Indonesia, dan PT Rubber Pan Java – menjangkau sekitar 35.000 pekerja, dengan 60 persen di antaranya adalah perempuan.
Dengan menandatangani komitmen ini, lima perusahaan percontohan ini menunjukkan kesiapan mereka untuk berpartisipasi penuh dalam kegiatan program, yang meliputi penilaian awal, sesi pelatihan, penyebarluasan program pembelajaran mikro digital, lokakarya dan aksi tindak lanjut yang dijadwalkan dari November 2025 hingga Juli 2026. Komitmen ini juga mencerminkan niat perusahaan untuk memperkuat kebijakan, prosedur dan mekanisme pelaporan pencegahan KBG serta mendukung peran aktif Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual.
Di sektor yang didominasi oleh pekerja perempuan ini, mempromosikan kesetaraan gender dan mencegah pelecehan di industri alas kaki Indonesia sangat penting untuk keselamatan pekerja, kredibilitas bisnis dan perkembangan ekonomi.
Dede Sudono, Koordinator ILO untuk Proyek RealGains di Indonesia
Dede Sudono, Koordinator ILO untuk Proyek RealGains di Indonesia, menekankan bahwa program percontohan ini sejalan dengan tujuan utama proyek. Inisiatif tiga tahun ini berfokus pada penghapusan diskriminasi berbasis gender dan pekerja anak di tiga sektor ekspor utama Indonesia: industri alas kaki, minyak sawit dan produksi baterai lithium. “Di sektor yang didominasi oleh pekerja perempuan ini, mempromosikan kesetaraan gender dan mencegah pelecehan di industri alas kaki Indonesia sangat penting untuk keselamatan pekerja, kredibilitas bisnis dan perkembangan ekonomi,” kata Dede.
Saat diskusi, Pipit Savitri, Koordinator Nasional Program BWI ILO, menyoroti bahwa inisiatif ini dibangun berdasarkan Respectful Workplace Policy (RWP) atau kebijakan tempat kerja yang saling respek, yang telah diterapkan sejak 2018 sebagai respons terhadap kasus-kasus KBG dan seksual yang kurang dilaporkan. Hingga saat ini, 140 perusahaan peserta BWI telah membentuk Tim Respek di pabrik-pabrik mereka, di mana 80 di antaranya telah bertransformasi menjadi tim gugus tugas sesuai dengan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 88 Tahun 2023 tentang Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Tempat Kerja.
“Program RWP kami telah mendapat dukungan kuat dari pembeli internasional dan melalui percontohan ini kami bertujuan untuk memperkuat kapasitas Tim Respek sesuai dengan program pemerintah dalam mencegah pelecehan seksual di tempat kerja,” jelas Pipit.
Menekankan komitmen pembeli internasional untuk mencegah dan menghapus KBG, khususnya di New Balance, Ivy Lu, Manajer Pengembangan Strategis dan Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab, menyatakan: “Ini juga merupakan perjalanan pembelajaran bagi kami, tetapi penting untuk bertindak sebelum KBG memburuk. Selama dua tahun ke depan, sektor alas kaki akan bekerja sama untuk membangun kapasitas manajemen, pekerja dan pemasok dalam menetapkan mekanisme pelaporan yang aman dan andal.”
Dari perspektif perusahaan, Salamah, Kepala Unit Produksi/Anggota Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual PT Horn Ming Indonesia, berbagi pengalaman dari tingkat pabrik, mencatat bahwa pelecehan verbal sering menjadi masalah umum yang diakibatkan tantangan berkomunikasi di lingkungan yang bising. “Tim Gugus Tugas kami merespons dengan cepat terhadap masalah ini dan masalah pelecehan lainnya. Kami pun aktif berkampanye untuk mempromosikan lingkungan kerja yang aman dan berharap program ini semakin memperkuat kapasitas tim, tidak hanya untuk mendidik tetapi juga memperkuat langkah-langkah pencegahan,” tegasnya.
Selama dua tahun ke depan, sektor alas kaki akan bekerja sama untuk membangun kapasitas manajemen, pekerja dan pemasok dalam menetapkan mekanisme pelaporan yang aman dan andal.
Ivy Lu, Manajer Pengembangan Strategis dan Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab New Balance
Related content
Proyek
Mewujudkan keuntungan perdagangan bebas dari diskriminasi gender dan pekerja anak (RealGains)
Lokakarya perdana
Meningkatkan kapasitas pengusaha dan pekerja di sektor alas kaki untuk mencegah dan menangani kekerasan dan pelecehan berbasis gender di...
Relevant projects
Proyek
Mewujudkan keuntungan perdagangan bebas dari diskriminasi gender dan pekerja anak (RealGains)