A group photo of ILO's social media training on care economy for influencers in Indonesia.

Kampanye media sosial meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap ekonomi perawatan

Pelatihan media sosial ILO bagi para pemengaruh untuk kerja perawatan telah menjangkau ratusan ribu pemirsa dengan lebih dari satu juta kesan.

14 Agustus 2024

A group photo of ILO's social media training on care economy for influencers in Indonesia. 1/2024 © ILO
Content also available in: English

JAKARTA. Indonesia (Berita ILO ) - Timmy Malachy, Key Opinion Leader (KOL) di X/Twitter, telah secara aktif meningkatkan kesadaran dan memicu diskusi tentang bagaimana perempuan biasanya menghabiskan lebih banyak waktu secara tidak proporsional untuk kerja perawatan tidak berbayar dibandingkan laki-laki. Rangkaian twitnya telah mencapai 1,1 juta impresi dengan lebih dari 8.900 interaksi, membuka diskusi dan perdebatan yang kaya di media sosial.

Melalui akun ini @timmymalachi dengan 7.4K pengikut, ia mempertanyakan, misalnya, tentang pro dan kontra masalah cuti ayah, dengan mengatakan “ Banyak pro dan kontra tentang cuti ayah dan tidak sedikit yang menentang adalah perempuan. Ironis. Cuti ayah dibuat untuk meringankan tugas perempuan agar berbagi peran dengan suaminya.”

Timmy adalah salah satu dari 30 pemengaruh (influencer) media sosial yang berpartisipasi dalam pelatihan media sosial ILO selama dua hari mengenai ekonomi perawatan, yang diselenggarakan bersama dengan VosFoyer, sebuah lembaga kreatif untuk strategi pemasaran terpadu. Diselenggarakan di Jakarta pada bulan Januari, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pemengaruh mengenai pentingnya kerja perawatan, baik berbayar maupun tidak, sehingga mereka dapat mendukung meningkatnya diskusi masyarakat mengenai isu ini.

Sesi pelatihan ini menyediakan tempat bagi para pemengaruh yang berpartisipasi untuk mempelajari kerangka kerja 5R ILO mengenai kerja perawatan yang layak—Rekognisi, Reduksi, Redistribusi, Penghargaan, dan Representasi—yang mendukung perubahan sosial yang diperlukan untuk kesetaraan tanggung jawab dalam pekerjaan dan tanggung jawab perawatan. Mereka juga belajar bagaimana menyusun pesan-pesan menarik melalui teknik bercerita dan video pendek, mengangkat berbagai isu terkait kerja perawatan seperti gender dan pekerjaan, kondisi kerja yang layak bagi pekerja perawatan, cuti melahirkan, cuti ayah dan merawat lansia.

Two participants of ILO social media training on care economy are producing contents.
© ILO
© ILO
Dua peserta pelatihan sosial media ILO mengenai ekonomi perawatan di Indonesia sibuk memproduksi konten saat sesi pelatihan praktis. 1/2024

Selama diskusi interaktif, sebagian besar influencer perempuan yang sudah menikah berbagi pengalaman mereka menghadapi beban ganda sebagai pekerja sekaligus seorang ibu. Beberapa di antara mereka mengaku harus keluar dari pekerjaan profesionalnya agar lebih fokus melakukan tugas kerja perawatan di rumah. Sementara itu, sebagian peserta perempuan dan laki-laki yang masih lajang berbagi tanggung jawab untuk merawat orang tuanya yang sudah lanjut usia.

Resi Prasasti , salah satu pemengaruh media sosial, misalnya, menceritakan pengalamannya sehari-hari dititipi tetangga flatnya untuk menjaga anak-anak mereka. “Saya senang melakukan layanan penitipan anak sukarela ini karena saya memahami bahwa mereka harus bekerja dan mereka tidak mampu membayar layanan penitipan anak; pada saat yang sama, pekerjaan saya fleksibel dan saya dapat bekerja sambil merawat anak-anak,” ujarnya.

Senada, Bambang Irwanto Ripto mengatakan, selama bertahun-tahun ia berperan sebagai perawat ibundanya yang sudah lanjut usia, termasuk mengantar ke rumah sakit. “Pekerjaan saya sebagai penulis dan blogger memberi saya jam kerja yang lebih fleksibel. Namun, saya membutuhkan dukungan dan ada kebutuhan mendesak akan lembaga atau layanan yang dapat diakses yang dapat membantu saya dan orang lain seperti saya untuk merawat orang tua dengan lebih baik dengan menjaga kesehatan mereka, misalnya, diawasi oleh perawat yang terjangkau dan terampil di rumah.” Kisah lengkap Bambang selama kampanye bisa klik di sini.

Sekarang adalah saat yang tepat untuk mulai meningkatkan kesadaran mengenai kerja perawatan yang tidak berbayar. Saya berharap kampanye untuk mendorong dunia kerja yang lebih setara terus berlanjut dengan dukungan dari para pemengaruh.

Early Dewi Nuriana, Koordinator Program Ekonomi Perawatan ILO

Usai lokakarya, para pemengaruh memulai kampanye kerja perawatan mereka dengan secara rutin membuat dan mengunggah pesan perawatan mereka selama empat minggu. Setiap peserta juga dapat memilih pelantar media sosial yang berbeda tergantung khalayak dan pengikut mereka. Kampanye tersebut menghasilkan dua konten TikTok, 22 konten tertulis, 19 Carousel Instagram dan 15 Reels Instagram mencapai 115.080 dengan total 1.387.782 impresi dan 28.479 interaksi.

Early Dewi Nuriana, Koordinator Program Nasional ILO untuk Ekonomi Perawatan, sangat mengapresiasi hasil program pelatihan dan kampanye media sosial. Ia juga menekankan pentingnya transformasi kebijakan di Indonesia untuk mendukung pekerja yang mempunyai tanggung jawab keluarga. “Sekarang adalah saat yang tepat untuk mulai meningkatkan kesadaran mengenai kerja perawatan yang tidak berbayar. Indonesia baru-baru ini meluncurkan Peta Jalan Ekonomi Perawatan yang menyoroti tujuh prioritas yang akan menyediakan layanan yang lebih mudah diakses dan terjangkau terkait dengan kerja perawatan. Saya berharap kampanye untuk mendorong dunia kerja yang lebih setara terus berlanjut dengan dukungan dari para pemengaruh,” ujarnya.

Related content

Eksperimen sosial ILO-Magdalena: Perempuan menghabiskan 100 jam pekerjaan perawatan tidak berbayar dalam seminggu
Participants of the ILO-Magdalene care work social experiment sharing their stories.

Eksperimen sosial ILO-Magdalena: Perempuan menghabiskan 100 jam pekerjaan perawatan tidak berbayar dalam seminggu

ILO dan Jurnal Perempuan mengkaji peran perempuan dalam pekerjaan dan ekonomi perawatan
Participants of the ILO webinar on care work in collaboration with Jurnal Perempuan.

ILO dan Jurnal Perempuan mengkaji peran perempuan dalam pekerjaan dan ekonomi perawatan