Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedunia 2025
Mentransformasi kesehatan dan keselamatan di tempat kerja Indonesia melalui inovasi AI
Forum akal imitasi (AI) dan dunia kerja ILO yang keempat bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana AI dan digitalisasi membentuk kembali keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja di seluruh dunia.
7 Mei 2025
JAKARTA, Indonesia (Berita ILO) - Untuk menandai Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sedunia, ILO menyelenggarakan sebuah forum di Jakarta pada 30 April, yang menghadirkan diskusi yang sejalan dengan laporan terbarunya tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan akal imitasi (AI), yang berjudul “Revolusi Kesehatan dan Keselamatan: Peran AI dan Digitalisasi di Tempat Kerja”. Acara ini mengeksplorasi bagaimana teknologi yang sedang berkembang meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan pekerja sekaligus menekankan pentingnya kebijakan proaktif untuk memitigasi risiko-risiko baru.
Forum yang menandai sesi keempat dalam seri ILO tentang AI dan dunia kerja ini menghadirkan Prof. Bambang Riyanto Trilaksono, Profesor Teknik Elektro dan Informatika di Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagai pembicara utama. Ia mengeksplorasi konsep, pengembangan dan penerapan AI, dengan fokus khusus pada K3, yang membahas area-area utama seperti deteksi bahaya, pemantauan kesehatan, pengawasan waktu nyata, program pelatihan dan simulasi serta investigasi dan pelaporan insiden.
Menyoroti temuan-temuan utama dari laporan K3 ILO yang baru, Dafne Papandrea, Staf Teknis K3 di Cabang K3 ILO Jenewa, menjelaskan tentang manfaat utama dan potensi risiko pada transformasi K3 melalui digitalisasi. “Robot dapat menggantikan pekerja dalam 'pekerjaan yang berbahaya, kotor dan merendahkan. Otomatisasi dapat mengurangi tugas yang berulang-ulang. Namun, untuk mendapatkan manfaat penuh dari teknologi ini, kita harus memiliki budaya keselamatan yang kuat, partisipasi pekerja yang aktif dan pendekatan kolaboratif untuk membentuk lingkungan kerja yang lebih aman dan responsif.”
Dimoderatori oleh Andhyta F. Utami, Pendiri dan CEO Think Policy, forum ini menghadirkan para panelis, termasuk Dr. Mila Tejamaya, Direktur Kesejahteraan Kampus, Universitas Indonesia; Yuli Adiratna, Direktur Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan; dan Trismawan Sanjaya, Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia untuk Rantai Pasokan dan Digitalisasi. Mereka membahas dan menyoroti peran AI dalam meningkatkan kondisi kerja dan produktivitas, tantangan penerapan AI di bidang K3, inisiatif pemerintah untuk melindungi pekerja dengan lebih baik di era digital saat ini, serta pelajaran yang dapat dipetik dari pemanfaatan AI di bidang K3.
“Teknologi bukanlah pengganti keahlian manusia, tetapi merupakan alat yang ampuh untuk meningkatkan kemampuan kita. Di tempat kerja, AI dan inovasi cerdas dapat meningkatkan kesehatan dan keselamatan, mencegah risiko dan melindungi nyawa saat bekerja seraya tetap berdampingan dengan penilaian manusia,” ujar Simrin Singh, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste.
Berbicara dari sudut pandang pengusaha, Rima Melati, Ketua Komite K3 Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), menekankan peran penting pemerintah dalam menilai kembali peraturan dan kebijakan yang ada. Rima menyoroti perlunya memastikan relevansi peraturan dan kebijakan tersebut di tengah lingkungan kerja yang terus berkembang dan dipengaruhi oleh kemajuan teknologi yang pesat, terutama dalam melindungi hak-hak kerja bentuk pekerjaan baru seperti pekerja platform.
Sementara itu, Hermansyah, yang mewakili Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), menggarisbawahi pentingnya memperkuat kolaborasi tripartit dan mendorong dialog sosial tentang implementasi AI di tempat kerja. Ia menekankan perlunya melindungi hak-hak dasar pekerja terkait K3 dan memperkuat peraturan untuk memastikan perlindungan pekerja yang komprehensif dan kepastian hukum dalam lanskap pekerjaan berbasis AI yang terus berkembang.
Dengan lebih dari 580 peserta yang bergabung baik secara daring maupun tatap muka, Forum AI ILO keempat ini menandai pertemuan pertama di tahun 2025 setelah tiga forum AI sebelumnya yang diadakan sepanjang tahun 2024 tentang implikasi AI untuk pasar tenaga kerja Indonesia, peran AI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi di dalam usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia, serta bagaimana AI dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian untuk ketahanan pangan dan pekerjaan yang layak.
Forum ini disiarkan langsung melalui ILO TV Indonesia.
Related content
Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedunia 2025
Memberdayakan mahasiswa menjadi agen keselamatan dan kesehatan di tempat kerja
Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedunia 2025
Indonesia jadi negara pertama adaptasi Kaidah ILO tentang Keselamatan dan Kesehatan di Sektor Kehutanan
Siaran pers
Indonesia sambut baik laporan terbaru ILO mengenai transformasi AI dan digitalisasi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja
Dampak kami, suara mereka
Dari keterasingan menuju pemberdayaan: Mama Abu dan kebangkitan Kelompok Tuna Besty