A group of students joining a seminar with one student standing up holding a mic

Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedunia 2025

Memberdayakan mahasiswa menjadi agen keselamatan dan kesehatan di tempat kerja

Serangkaian sesi interaktif ILO mengenai keselamatan dan kesehatan di tempat kerja telah melibatkan ratusan mahasiswa dari beberapa universitas untuk menjadi agen proaktif dalam keselamatan dan kesehatan di tempat kerja.

14 Mei 2025

Through engaging interactive sessions, university students examine and pose questions on a range of OSH topics. 4/2025 © ILO
Content also available in: English

JAKARTA, Indonesia (Berita ILO) - Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah aspek penting dari tempat kerja modern, memastikan kesejahteraan pekerja dan mendorong lingkungan yang produktif. Sebagai tenaga kerja masa depan, mahasiswa harus menavigasi lanskap yang terus berubah terkait K3. Menyadari pentingnya K3, ILO menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk melibatkan mahasiswa, membekali mereka dengan pengetahuan dan strategi komunikasi yang penting untuk mendorong perubahan dan kepatuhan di tempat kerja.

Serangkaian kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari K3 Sedunia, bekerja sama dengan Universitas Esa Unggul pada 16 April dan Jaringan Universitas Nasional Indonesia (NUNI) yang terdiri dari 21 universitas di seluruh Indonesia pada 8 Mei dengan tema “Influence Others, Save Lives Series: The Importance of OSH in Workplace Expert Class”.

A group photo with 50 people standing
© ILO
© ILO
Sesi K3 interaktif di Universitas Esa Unggul pada 16 April di Jakarta diikuti 75 mahasiswa yang mengikuti sesi ini dengan antusias.

Melibatkan lebih dari 125 mahasiswa dan dosen, rangkaian kegiatan ini difasilitasi oleh para pakar K3 ILO dari Kantor ILO di Indonesia, yang membahas pengenalan K3, praktik-praktik di tempat kerja, isu-isu K3 yang sedang berkembang saat ini, serta pengenalan singkat mengenai dasar hukum K3 seperti Konvensi ILO yang relevan dan Peta Jalan Nasional K3.

“Dengan memfasilitasi diskusi dengan para pakar K3 ILO, para siswa dapat terlibat dalam pertukaran yang bermakna yang memberikan wawasan dunia nyata dan aplikasi praktis. Kami berharap bahwa dengan meningkatkan kesadaran, mengasah kemampuan advokasi dan mendorong dialog, inisiatif ini dapat memberdayakan para mahasiswa untuk menjadi agen keselamatan dan kesehatan kerja yang proaktif saat memasuki dunia kerja,” ujar Abdul Hakim, Staf Program ILO untuk K3.

Sesi ini sempurna, nilainya 10 dari 10! ... Sebagai mahasiswa jurusan hukum, saya menyadari bahwa peraturan hukum sangat penting dalam memastikan K3 ditegakkan dengan baik. Tempat kerja yang aman dan sehat adalah hak mendasar bagi semua pekerja.

Juwita, mahasiswa jurusan hukum Universitas Esa Unggul

Dr. Rian Adi Pamungkas, S.Kep, MNS, PHN, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Universitas Esa Unggul dan Prof. Idris Gautama So, S.E., S.Kom., M.M., Ph.D, Sekretaris NUNI, menyambut baik kerja sama ini dan menekankan pentingnya membangun koneksi mahasiswa dengan para profesional di dunia industri untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan akademis dengan aplikasi praktis. Mereka juga menggarisbawahi pentingnya membekali mahasiswa dengan keahlian K3 dan keterampilan advokasi sebagai investasi penting dalam membentuk tenaga kerja masa depan yang siap pakai.

Melalui sesi interaktif yang menarik, para mahasiswa mengkaji berbagai topik K3, termasuk perannya sebagai hak mendasar ketenagakerjaan, kontribusi mitra tripartit ILO—
pemerintah, pengusaha, dan pekerja—dalam memperkuat pencegahan dan penerapan K3, dampak tempat kerja berbasis AI, peraturan K3 nasional yang ada, serta pembelajaran K3 elekronik ILO bagi kaum muda, sebuah pelantar digital gratis yang dirancang untuk mengenalkan prinsip-prinsip K3 yang penting kepada para mahasiswa.

A group photo with people sitting
© ILO
© ILO
Lima puluh mahasiswa dengan antusias berpartisipasi secara daring dan tatap muka saat sesi K3 interaktif di Universitas BINUS pada 8 Mei 2025.

Zummiyanuran Habibi, Wakil Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Esa Unggul, menggarisbawahi pentingnya sesi ini, dengan menyatakan, “Saya akan terus mengingatkan teman-teman mahasiswa tentang pentingnya isu ini. Ketika kita bertransisi ke dunia kerja, K3 menjadi tanggung jawab kita bersama dan kita harus diberdayakan untuk meningkatkan kepedulian dan mengadvokasi tempat kerja yang lebih aman dan sehat.”

“Sesi ini sempurna, nilainya 10 dari 10! Saya mendapatkan wawasan yang berharga tentang peran penting yang dimainkan oleh pekerja dan pengusaha dalam memperkuat penerapan K3. Sebagai mahasiswa jurusan hukum, saya menyadari bahwa peraturan hukum sangat penting dalam memastikan K3 ditegakkan dengan baik. Tempat kerja yang aman dan sehat adalah hak mendasar bagi semua pekerja,” ujar Juwita, mahasiswa jurusan hukum Universitas Esa Unggul, merefleksikan manfaat yang ia dapatkan.

Penting bagi mahasiswa seperti kami untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai hak-hak pekerja untuk bekerja dengan aman dan mengetahui bagaimana cara melakukannya.

Ranu Ragusti Dunar dari Universitas BINUS jurusan Hubungan Internasional

Manfaat serupa juga dirasakan oleh Ranu Ragusti Dunar dari Universitas BINUS jurusan Hubungan Internasional dan Mizzel Naila Inwan dari Universitas Padjajaran jurusan Teknik Pertanian. “Penting bagi mahasiswa seperti kami untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai hak-hak pekerja untuk bekerja dengan aman dan mengetahui bagaimana cara melakukannya,” ujar Ranu, sementara Mizzel mengatakan: “Sebagian besar mahasiswa mungkin belum menyadari pentingnya K3. Penting bagi kita untuk belajar tentang K3 sebagai hak-hak mendasar pekerja untuk mendapatkan tempat kerja yang aman dan sehat.”

Rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan kemitraan antara ILO dan mahasiswa untuk meluncurkan kampanye media sosial K3 yang dinamis. Melalui inisiatif ini, para mahasiswa yang terpilih - yang memiliki semangat untuk meningkatkan kesadaran di antara rekan-rekan, keluarga dan komunitas mereka - membuat video yang menarik berdasarkan kisah-kisah K3 yang mereka pilih. Kampanye ini bertujuan untuk menginspirasi diskusi yang bermakna dan mendorong kesadaran yang lebih besar akan isu-isu K3, mendorong para pelajar dan orang-orang di sekitar mereka untuk mengadopsi praktik-praktik yang lebih aman dalam kehidupan sehari-hari.

Related content

Indonesia jadi negara pertama adaptasi Kaidah ILO tentang Keselamatan dan Kesehatan di Sektor Kehutanan
Photo of a crane picking up tree logs at a wood processing factory

Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedunia 2025

Indonesia jadi negara pertama adaptasi Kaidah ILO tentang Keselamatan dan Kesehatan di Sektor Kehutanan