Siaran pers
Kaum muda Kalimantan Barat gali peran dalam Transisi Energi Berkeadilan di Indonesia
ILO dan Universitas Tanjungpura melibatkan generasi muda di Kalimantan Barat untuk menggali bagaimana pengembangan keterampilan, perlindungan sosial dan inovasi dapat berkontribusi pada masa depan dunia kerja yang lebih hijau dan inklusif.
25 September 2026
PONTIANAK, Kalimantan Barat, Indonesia (Siaran Pers Bersama) – Seiring langkah Indonesia menuju ekonomi rendah karbon, mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja menjadi semakin penting. Transisi energi dapat membuka peluang baru di sektor-sektor yang lebih hijau dan berkelanjutan, namun juga dapat berdampak pada pekerjaan dan mata pencarian yang ada. Hal ini menegaskan pentingnya pengembangan keterampilan, perlindungan sosial dan kebijakan yang inklusif untuk memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal.
Untuk melibatkan generasi muda dalam transformasi ini, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), bekerja sama dengan Universitas Tanjungpura (Untan), menyelenggarakan lokakarya bertajuk “Powering the Future: Challenges and Opportunities in the Era of Energy Transition” pada 24 September. Lokakarya ini mempertemukan mahasiswa, akademisi dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperdalam pemahaman mengenai Transisi Energi Berkeadilan serta menggali peran generasi muda dalam membentuk masa depan dunia kerja yang lebih hijau, adil dan inklusif.
Generasi muda juga perlu memahami bahwa transisi ini harus memastikan pekerja dan masyarakat memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan mendapatkan manfaat dari peluang-peluang baru yang tercipta melalui ekonomi yang lebih hijau.
Dr Herlan, S.Sos., M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura
Dalam sambutan pembukaannya, Dr Herlan, S.Sos., M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untan, menyoroti peran penting perguruan tinggi dalam mempersiapkan generasi muda untuk memahami dan merespons berbagai perubahan sosial dan ekonomi yang terkait dengan transisi energi.
“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membekali generasi muda tidak hanya dengan pengetahuan, tetapi juga keterampilan, kemampuan berpikir kritis dan pola pikir inovatif yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan dunia kerja,” ujar Herlan. “Generasi muda juga perlu memahami bahwa transisi ini harus memastikan pekerja dan masyarakat memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan mendapatkan manfaat dari peluang-peluang baru yang tercipta melalui ekonomi yang lebih hijau.”
Lokakarya ini merupakan bagian dari upaya ILO melalui proyek Inisiatif Inovasi Kawasan untuk Transisi Energi Berkeadilan (IKI-JET), yang mendukung Indonesia dalam mendorong transisi menuju ekonomi yang lebih hijau sekaligus mempromosikan pekerjaan layak dan pembangunan ekonomi yang inklusif.
Di Indonesia, proyek ini memfokuskan intervensinya di Sumatra Selatan dan Kalimantan Timur. Pengalaman dan pembelajaran dari kedua provinsi tersebut turut memperkaya dialog yang lebih luas mengenai bagaimana pekerja, masyarakat dan generasi muda dapat mempersiapkan diri menghadapi dampak ketenagakerjaan dan sosial dari transisi energi.
Pekerja membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan baru dan beralih ke sektor-sektor yang sedang berkembang. Namun, mereka juga membutuhkan perlindungan ketika perubahan ekonomi berdampak pada pekerjaan dan pendapatan mereka.
Muce Mochtar, Koordinator Proyek IKI-JET ILO
Muce Mochtar, Koordinator Proyek IKI-JET ILO, menekankan bahwa keberhasilan Transisi Energi Berkeadilan tidak hanya diukur dari kemajuan lingkungan, tetapi juga dari sejauh mana pekerja dan masyarakat mendapatkan dukungan dalam menghadapi perubahan. Ia mendorong mahasiswa untuk melihat perlindungan sosial sebagai bagian integral dari transisi tersebut, bersama dengan pengembangan keterampilan, penciptaan lapangan kerja dan dialog sosial.
“Transisi menuju ekonomi rendah karbon harus berjalan seiring dengan penciptaan pekerjaan layak, pengembangan keterampilan dan perlindungan sosial yang memadai,” ujar Muce. “Pekerja membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan baru dan beralih ke sektor-sektor yang sedang berkembang. Namun, mereka juga membutuhkan perlindungan ketika perubahan ekonomi berdampak pada pekerjaan dan pendapatan mereka. Memadukan berbagai elemen ini sangat penting untuk memastikan transisi energi berlangsung secara adil dan inklusif.”
Lokakarya ini menghadirkan dua narasumber yang membahas dimensi berbeda namun saling terkait dari Transisi Energi Berkeadilan, yaitu Prof. Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah dari Fakultas Kehutanan Untan dan Christianus Panjaitan, Konsultan ILO untuk Perlindungan Sosial. Dengan keahlian masing-masing, kedua sesi mendorong mahasiswa untuk melihat lebih jauh dari sekadar perubahan lingkungan dan teknologi serta memahami implikasinya yang lebih luas terhadap ketenagakerjaan, mata pencarian dan perlindungan sosial.
Lebih dari 100 mahasiswa Untan berpartisipasi dalam lokakarya bersama perwakilan pemerintah, akademisi dan mitra pembangunan. Mereka mendiskusikan bagaimana peralihan menuju energi yang lebih bersih dapat membuka peluang baru sekaligus berdampak pada pekerjaan dan mata pencarian yang ada. Diskusi juga menekankan pentingnya pengembangan keterampilan dan perlindungan sosial untuk memastikan pekerja mendapatkan dukungan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai perubahan tersebut.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Muce Mochtar
Koordinator Proyek IKI-JET ILO untuk Indonesia
Email: [email protected]
Gita Lingga
Asisten Manajemen Informasi dan Komunikasi Senior ILO
Email: [email protected]
Additional details
References
- DOI: N/A
Related content
Siaran pers
Generasi muda kunci Transisi Energi Berkeadilan di Indonesia
Siaran pers
Generasi muda Sumatra Selatan perkuat Transisi Energi Berkeadilan di Indonesia melalui inovasi dan kolaborasi
Siaran pers
ILO dan BPVP Samarinda perkuat keterampilan generasi muda untuk Transisi Energi Berkeadilan di Indonesia