ILO perkenalkan Metode Penilaian Diri untuk Lembaga Dialog Sosial (SAM-SDI) di Indonesia

Lokakarya dua hari memberdayakan Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional dan Daerah melalui perangkat yang meningkatkan inklusivitas dan efektivitas lembaga dialog sosial.

16 Mei 2025

Content also available in: English
A meeting with participants sitting and one person standing on the front
© ILO
© ILO
Lokakarya dua hari ini memperkenalkan Metode Penilaian Diri untuk Lembaga Dialog Sosial (SAM-SDI) kepada para konstituen tripartit ILO di Indonesia pada Mei 2025.

BOGOR, Jawa Barat, Indonesia (Berita ILO ) - Guna memperkuat peran dialog sosial tripartit dalam pembuatan kebijakan sosial dan ekonomi nasional, ILO bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan mengadakan lokakarya di Bogor, Jawa Barat, Indonesia, pada 8- 9 Mei. Lokakarya dua hari ini memperkenalkan Metode Penilaian Diri untuk Lembaga Dialog Sosial (SAM-SDI) bagi sejumlah anggota Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional (LKS Tripnas) dan Dewan Tripartit Bogor untuk menggunakan metodologi SAM-SDI.

SAM-SDI, yang dikembangkan oleh ILO, bertujuan untuk mendukung konstituen dalam menganalisis dan memperkuat inklusivitas dan efektivitas lembaga dialog sosial. Perangkat ini dirancang secara spesifik bagi lembaga dialog sosial di tingkat nasional. Dengan menggunakan SAM-SDI, anggota akan dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, yang memungkinkan mereka untuk memformulasikan tindakan perbaikan yang dapat dilakukan.

Igor Zemlyanskiy, Spesialis ILO untuk Dialog Sosial, menekankan bahwa perangkat tersebut dikembangkan untuk merespons permintaan negara anggota dalam memperkuat lembaga dialog sosial mereka. “Metode SAM-SDI memandu para pelaku dialog sosial melalui proses yang terstruktur untuk menganalisis inklusivitas dan efektivitas kelembagaan, yang memungkinkan mereka mengembangkan dan menerapkan rencana tindakan yang semakin menguatkan,” ujar dia.

SAM-SDI terdiri dari enam langkah proses yang dirancang untuk memandu para pelaku dialog sosial melalui penilaian diri lembaga dialog sosial mereka, yang mengarah pada pengembangan rencana tindakan guna meningkatkan dampak kelembagaan dalam pembuatan kebijakan mengenai: 1. Keputusan untuk menerapkan SAM-SDI; 2. Pemahaman konteks institusional and nasional; 3. Menilai inklusivitas; 4. Menilai efektivitas; 5. Memformulasikan rencana tindakan; dan 6. Menerapkan rencana tindakan.

Lokakarya ini mendapat masukan positif dari para peserta yang telah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan dan kesempatan kunci di dalam kerangka kerja SAM-SDI. Mereka menekankan bahwa SAM-SDI memberikan eksplorasi mendalam dari isu-isu sistemik seraya membangun solusi kolaboratif. Namun, mereka juga menyarankan perbaikan pengumpulan data dan memperkuat keterlibatan dengan para pemangku kepentingan eksternal guna meningkatkan transparansi dan inklusivitas.

Inisiatif ini menandai satu langkah maju yang sangat signifikan bagi komitmen Indonesia dalam mendorong dialog sosial yang lebih efektif dan kuat guna memastikan bahwa semua aspirasi terdengar demi membangun pekerjaan masa depan.

Related content

Di saat ketidakpastian global, Indonesia memprioritaskan produktivitas dan pekerjaan layak
A woman standing on the podium

Di saat ketidakpastian global, Indonesia memprioritaskan produktivitas dan pekerjaan layak