Di saat ketidakpastian global, Indonesia memprioritaskan produktivitas dan pekerjaan layak

ILO mendukung Indonesia dalam membangun hubungan industrial yang harmonis dengan meningkatkan kerja sama pekerja-manajemen guna mengatasi tantangan di tengah ketidakpastian global.

12 Mei 2025

Content also available in: English

JAKARTA, Indonesia (Berita ILO) - Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perubahan yang sangat cepat di dunia kerja, ILO, bermitra dengan Kementerian Ketenagakerjaan, mengadakan acara lokakarya hubungan industrial satu hari mengenai produktivitas dan pekerjaan layak pada 7 Mei di Jakarta. Acara ini terfokus pada penegasan pentingnya kolaborasi yang efektif antara pekerja, pengusaha dan pemerintah dalam mendorong produktivitas dan stabilitas ekonomi.

Indah Anggoro Putri, Direktur Jendral Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, di dalam sambutan utamanya, menekankan bahwa perluasan kesempatan kerja dan peningkatan produktivitas menjadi prioritas utama pemerintahan saat ini. “Karenanya, Kementerian Ketenagakerjaan saat ini sedang terfokus pada transformasi pekerja yang mengeksplorasi potensi manusia melalui pendekatan produktivitas yang terpusat pada manusia yang dilakukan melalui pelatihan dan pengembangan keahlian,” kata dia.

A woman standing on the podium
© ILO
© ILO
ndah Anggoro Putri, Direktur Jendral Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, menegaskan prioritas utama pemerintahan saat ini untuk hubungan industrial. 5/2025

Untuk mendukung prioritas-prioritas ini, Kementerian Ketenagakerjaan, bekerja sama dengan Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional (LKS Tripnas) telah mengembangkan program untuk membudidayakan kader-kader produktivitas di dalam perusahaan guna memastikan partisipasi aktif dari pekerja maupun pengusaha. “Pada tahun 2027, Indonesia diharapkan memiliki pakar-pakar produktivitas yang dibina melalui pendekatan dari bawah ke atas di tingkat perusahaan.”

Kementerian Ketenagakerjaan saat ini sedang terfokus pada transformasi pekerja yang mengeksplorasi potensi manusia melalui pendekatan produktivitas yang terpusat pada manusia yang dilakukan melalui pelatihan dan pengembangan keahlian.

Indah Anggoro Putri, Direktur Jendral Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan

Menghargai komitmen Indonesia, Simrin Singh, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, menekankan pentingnya peningkatan produktivitas untuk mencapai pekerjaan yang layak. “Untuk mencapai tujuan ini, dibutuhkan komunikasi dan kerja sama yang lebih kuat guna membangun kepercayaan dan transparansi, mendorong inovasi dan menjunjung praktik kerja yang adil dan transparan. Upaya ini penting untuk memastikan perlakuan kerja yang adil dan penyelesaian sengketa yang efektif serta dan membangun budaya saling menghormati dan inklusif,”

Menawarkan tinjauan strategi kunci untuk Indonesia, Arief Anshory Yusuf, Profesor Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, menegaskan bahwa kekuatan bangsa Indonesia—jumlah populasi yang besar dan sumber daya alam yang melimpah—merupakan aset yang sangat berharga untuk pembangunan masa depan. Dia juga menggarisbawahi perlunya memperkuat peran forum bipartit dengan berkata, “Untuk meningkatkan produktivitas di tingkat perusahaan, kita harus memperkuat kolaborasi pekerja-manajemen dan secara aktif melibatkan para pemangku kepentingan yang relevan, termasuk akademisi.”

Four people sitting on the stage
© ILO
© ILO
Lokakarya ini menjadi sarana bagi para perwakilan pekerja dan pengusaha untuk saling bertukar perspektif mengenai produktivitas dan pekerjaan layak. 5/2025

Arun Kumar, Spesialis ILO untuk Perundingan Bersama dan Dialog Sosial, berbagi tentang praktik baik internasional dari berbagai negara. Dia menyebutkan bahwa kendati dialog sosial bukan merupakan solusi universal untuk semua tantangan, negara dan perusahaan yang membangun budaya dialog yang kuat—seperti Jepang, Singapura dan sejumlah negara di benua Eropa—kerap lebih tangguh dalam mengatasi permasalahan ekonomi dan sosial dan juga cenderung lebih produktif.

“Mekanisme dialog sosial yang efektif memungkinkan terciptanya upah yang adil, kondisi kerja yang lebih baik dan kestabilan ekonomi secara keseluruhan yang menguntungkan pekerja maupun perusahaan,” ujar Arun.

Lokakarya ini menjadi sarana bagi para perwakilan pekerja dan pengusaha untuk saling bertukar perspektif. Afif Johan, Deputi Sekretaris Jendral KSPSI dan Henry S. Wibowo, Manajer SDM PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), sepakat bahwa kerja sama antara pekerja dan manajemen dan perjanjian kerja bersama memainkan peran yang sangat krusial dalam meningkatkan produktivitas.

Lokakarya ditutup dengan diskusi kelompok yang mengeksplorasi peran dari para dari pemangku kepentingan ketenagakerjaan kunci dalam meningkatkan produktivitas dan stabilitas ekonomi. Para peserta pun saling berbagi praktik baik untuk mengatasi masalah yang ada dan mengidentifikasi kesempatan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih dinamis dan inklusif.

Related content

ILO perkenalkan Metode Penilaian Diri untuk Lembaga Dialog Sosial (SAM-SDI) di Indonesia
A meeting with participants sitting and one person standing on the front

ILO perkenalkan Metode Penilaian Diri untuk Lembaga Dialog Sosial (SAM-SDI) di Indonesia