Siaran pers
ILO dan BPVP Samarinda perkuat keterampilan generasi muda untuk Transisi Energi Berkeadilan di Indonesia
ILO bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda mendorong kesiapan generasi muda dan tenaga kerja menghadapi transisi energi melalui pengembangan keterampilan menuju masa depan kerja yang lebih hijau, inklusif dan berkelanjutan.
2 September 2026
SAMARINDA, Kalimantan Timur, Indonesia (Siaran Pers Bersama) – Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang perekonomiannya memiliki keterkaitan erat dengan sektor batu bara dan industri ekstraktif. Seiring upaya Indonesia menuju ekonomi rendah karbon, provinsi ini menghadapi tantangan sekaligus peluang untuk memastikan proses transisi energi berlangsung secara adil dan inklusif serta mampu menciptakan pekerjaan layak bagi pekerja dan masyarakat.
Menjawab tantangan tersebut, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda menyelenggarakan lokakarya bertajuk “Menggerakkan Masa Depan: Tantangan dan Peluang di Era Transisi Energi” pada 2 September di Aula Utama BPVP Samarinda. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan dialog bagi lebih dari 100 peserta pelatihan dan instruktur BPVP untuk memperkuat pemahaman mengenai transisi energi berkeadilan serta peluang dan tantangannya terhadap dunia kerja.
Transisi energi membawa perubahan terhadap kebutuhan keterampilan dan dunia kerja. Untuk itu, kami telah mulai meningkatkan kapasitas para instruktur melalui berbagai program pelatihan terkait transisi energi berkeadilan, termasuk pelatihan panel surya.
Eka Cahyana Adi, Kepala BPVP Samarinda
Diresmikan oleh Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, lokakarya ini juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan vokasi dalam mempersiapkan tenaga kerja menghadapi perubahan kebutuhan keterampilan. Seiring berkembangnya ekonomi hijau dan munculnya jenis pekerjaan baru, tenaga kerja perlu dibekali dengan keterampilan yang relevan agar mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang kerja yang tercipta dari proses transformasi ekonomi.
BPVP Samarinda memiliki peran penting dalam mendukung kesiapan tenaga kerja melalui pelatihan berbasis kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Para instruktur juga berperan strategis dalam memastikan program pelatihan dapat terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, kebutuhan industri dan perubahan keterampilan yang dibutuhkan dalam proses transisi menuju ekonomi yang lebih hijau.
“Transisi energi membawa perubahan terhadap kebutuhan keterampilan dan dunia kerja. Untuk itu, kami telah mulai meningkatkan kapasitas para instruktur melalui berbagai program pelatihan terkait transisi energi berkeadilan, termasuk pelatihan panel surya,” kata Eka Cahyana Adi, Kepala BPVP Samarinda. “Upaya ini bertujuan membekali generasi muda dan tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan agar mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang kerja baru yang muncul dalam transformasi menuju ekonomi hijau.”
Pengembangan keterampilan dan diversifikasi ekonomi menjadi bagian penting dalam membuka peluang kerja baru di sektor-sektor yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Muce Mochtar, Koordinator Proyek IKI-JET ILO Indonesia
Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek Inisiatif Inovasi Kawasan untuk Transisi Energi Berkeadilan (IKI-JET) yang dilaksanakan oleh ILO. Melalui proyek tersebut, Kalimantan Timur bersama Sumatra Selatan ditetapkan sebagai provinsi percontohan dalam mendukung pelaksanaan transisi energi berkeadilan di Indonesia.
Melalui IKI-JET, ILO bekerja sama dengan pemerintah daerah, mitra sosial dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat dialog sosial mengenai dampak transisi energi terhadap dunia kerja. Salah satu perhatian utama adalah memastikan pekerja dan generasi muda memiliki keterampilan yang sesuai dengan peluang ekonomi dan pekerjaan yang berkembang seiring proses diversifikasi ekonomi daerah.
Pengembangan keterampilan menjadi salah satu elemen penting dalam memastikan transisi energi memberikan manfaat yang luas. Sistem pelatihan vokasi yang responsif terhadap kebutuhan pasar kerja dapat membantu pekerja dan generasi muda memperoleh keterampilan baru, meningkatkan kemampuan beradaptasi serta memanfaatkan peluang pekerjaan layak di sektor-sektor yang lebih berkelanjutan.
Koordinator Proyek IKI-JET ILO Indonesia, Muce Mochtar, menegaskan bahwa keberhasilan transisi energi tidak hanya diukur dari pengurangan emisi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan peluang ekonomi baru yang inklusif bagi para pekerja dan masyarakat terdampak.
“Peralihan menuju ekonomi rendah karbon perlu memastikan bahwa pekerja dan masyarakat yang terdampak tidak tertinggal serta tetap memiliki akses terhadap pekerjaan yang layak,” kata Muce. “Untuk itu, pengembangan keterampilan dan diversifikasi ekonomi menjadi bagian penting dalam membuka peluang kerja baru di sektor-sektor yang lebih hijau dan berkelanjutan. Generasi muda memiliki peran strategis dalam proses ini dengan mendorong perubahan ini melalui inovasi, kepemimpinan dan kolaborasi.”
Melalui proyek IKI-JET dan berbagai kemitraan strategis lainnya, ILO terus menjalin kerja sama dengan berbagai mitra dan pemangku kepentingan untuk mendukung transisi energi berkeadilan di Indonesia. Upaya ini bertujuan memastikan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau tidak hanya mendukung pencapaian target iklim nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui penciptaan pekerjaan layak serta memastikan tidak seorang pekerja pun tertinggal.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Muce Mochtar
Koordinator Proyek IKI-JET ILO untuk Indonesia
Email: [email protected]
Gita Lingga
Asisten Manajemen Informasi dan Komunikasi Senior ILO
Email: [email protected]
Related content
Siaran pers
Generasi muda kunci Transisi Energi Berkeadilan di Indonesia
Siaran pers
Generasi muda Sumatra Selatan perkuat Transisi Energi Berkeadilan di Indonesia melalui inovasi dan kolaborasi