Pengembangan keterampilan dan praktik bisnis yang bertanggung jawab

ILO bersama mitra bisnisnya mendorong bisnis yang bertanggung jawab melalui pengembangan keterampilan

Tiga pedoman yang baru diterbitkan bertujuan untuk meningkatkan program pelatihan dan pengembangan profesional guna membekali para profesional masa depan dengan keterampilan yang dibutuhkan seraya memastikan standar ketenagakerjaan yang etis.

2 Juni 2025

Content also available in: English

JAKARTA, Indonesia (Berita ILO) - Dalam ekonomi global saat ini, perilaku bisnis yang bertanggung jawab (RBC) sangat penting bagi pertumbuhan berkelanjutan, praktik bisnis yang etis dan dampak sosial. Perusahaan diharapkan untuk tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga secara aktif berkontribusi pada pengembangan tenaga kerja, mendorong inklusivitas, keadilan dan transparansi dalam praktik ketenagakerjaan.

Salah satu cara paling efektif untuk mencapai RBC adalah berkolaborasi dengan sektor swasta untuk mengembangkan program pengembangan keterampilan yang dapat memastikan para profesional masa depan dibekali dengan keterampilan yang tepat sekaligus menjunjung tinggi praktik ketenagakerjaan yang etis. Sektor swasta memainkan peran penting dalam membentuk tenaga kerja dengan menyediakan pengalaman langsung dan pelatihan yang relevan dengan industri.

Karenanya, ILO melalui Proyek Pengembangan Keterampilan dan Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab, yang didanai oleh Pemerintah Jepang melalui Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI), telah berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan organisasi pengusaha, termasuk Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), untuk mengembangkan tiga pedoman teknis dalam Bahasa Indonesia yang mempromosikan program pelatihan yang etis dan pengembangan profesional, sebagaimana diuraikan di bawah ini:

© ILO
© ILO
Sampul publikasi ILO mengenai pengembangan keterampilan dan praktik bisnis yang bertanggung jawab di Indonesia. 5/2025

Pedoman teknis ini didasarkan pada Perangkat Mekanisme Pengaduan yang dikembangkan oleh Better Work. Pedoman yang awalnya dibuat sebagai mekanisme pengaduan bagi pekerja perusahaan ini telah diadaptasi oleh proyek METI-Skills ILO, bermitra dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kadin dan Apindo, untuk meningkatkan program pemagangan di tempat kerja—menawarkan sarana formal bagi peserta pemagangan untuk menyampaikan keluhan dan pengaduan.

Pedoman ini menguraikan proses langkah demi langkah bagi perusahaan, yang merinci bagaimana peserta pemagangan dapat mengajukan keluhan dan pengaduan, jenis masalah yang harus ditangani dan tindakan tepat yang harus diambil perusahaan setelah menerimanya. Pedoman ini juga menetapkan seperangkat aturan yang jelas bagi semua pihak yang terlibat, yang memastikan bahwa setiap orang memahami prosedur yang benar untuk penerimaan, penyelidikan, penyelesaian dan integrasi.

Sebagai hasil dari kemitraan ini, pedoman ini bertujuan untuk memandu para peserta pemagangan, sekaligus membantu perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, saling menghargai dan positif. Pedoman ini diharapkan dapat mengurangi risiko seperti diskriminasi, pelecehan, intimidasi, pelanggaran peraturan, kecelakaan kerja dan bahaya kesehatan.

Simrin Singh, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste

Panduan Pelatihan Pelatih ini telah disesuaikan dengan kondisi dan konteks Indonesia. Adaptasinya merupakan upaya kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan tripartit dan menjalani uji coba di berbagai lembaga dalam kemitraan dengan Apindo.

Panduan ini berfungsi sebagai referensi utama bagi para pelatih dalam mempromosikan prinsip-prinsip bisnis yang bertanggung jawab dalam lingkungan kerja mereka. Panduan ini dirancang untuk mendukung pengembangan bisnis dan dunia kerja yang terus berkembang dengan menyediakan program pelatihan yang mudah diakses dan mendorong perolehan keterampilan dan keahlian baru. Panduan ini juga memadukan berbagai materi pengajaran, termasuk teknologi inovatif, untuk meningkatkan proses pelatihan.

Melalui kemitraan ini, Apindo tetap meyakini bahwa perilaku bisnis yang bertanggung jawab akan berdampak positif pada daya saing dan keberlanjutan bisnis di Indonesia. Bisnis yang bertanggung jawab hari ini, kemajuan yang berkelanjutan di masa mendatang.

Shinta Kamdani, Ketua Apindo

Pedoman yang dikembangkan melalui kerja sama ILO dan Kadin memberikan dukungan menyeluruh bagi perusahaan dalam merancang dan mengelola program Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi peserta didik yang disesuaikan dengan lanskap bisnis Indonesia. Pedoman ini memberdayakan dunia usaha—mulai dari menengah, kecil, atau mikro—untuk menciptakan peluang pembelajaran bermakna bagi kaum muda, yang memperkuat praktik bisnis yang bertanggung jawab. Pedoman ini pun bertujuan membantu perusahaan memberikan lingkungan belajar yang aman dan sehat bagi peserta didik di tempat kerja.

Kami berharap pedoman ini dapat menjadi alat praktis bagi perusahaan dalam menyelenggarakan program pemagangan yang transparan dan berkeadilan. Pedoman ini juga mencerminkan kolaborasi multidimensi antara pemerintah, industri dan lembaga internasional. Semoga kemitraan ini menjadi awal perjalanan panjang dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, berdaya saing dan berkelanjutan.

Adi Mahfudz Wuhadji, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Vokasi dan Sertifikasi