Seaweed drying process

Digitalisasi dan inklusi keuangan

Sektor rumput laut Sumba Timur di Indonesia berkembang pesat berkat peningkatan akses keuangan dan digitalisasi

Guna memberdayakan sektor rumput laut Indonesia di Provinsi Nusa Tenggara Timur, ILO bermitra dengan pemerintah setempat untuk memperluas akses keuangan, memperkuat keterampilan keuangan dan mendorong integrasi digital di seluruh rantai nilai.

11 Agustus 2025

Seaweed drying process in East Sumba, Indonesia © A. Alexandra/ILO
Content also available in: English

SUMBA TIMUR, Nusa Tenggara Timur, Indonesia (Berita ILO) - Wehelmina Bangu telah menjadi petani rumput laut selama lebih dari satu dasawarsa di Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). NTT merupakan penghasil rumput laut berkualitas tinggi terbesar di Indonesia, dan rumput laut merupakan komoditas unggulan di Sumba Timur. Desa Kaliuda juga diakui sebagai Desa Budidaya Rumput Laut dan menjadi lokasi percontohan Program Ekosistem Keuangan Inklusi (EKI) yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Wehelmina merupakan salah seorang dari 200 petani rumput laut yang berpartisipasi dalam pelatihan edukasi keuangan yang diselenggarakan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) melalui proyek "Mempromosikan Usaha Mikro dan Kecil melalui Akses Kewirausahaan terhadap Layanan Keuangan" (Promise II Impact). Proyek ini didanai oleh Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO), dan bertujuan untuk memperkuat rantai nilai rumput laut melalui pelatihan literasi keuangan dan pemanfaatan pelantar digital untuk meningkatkan akses dan literasi keuangan di masyarakat.

Female seaweed farmer
© ILO Jakarta/2025
© ILO Jakarta/2025
Wehelmina Bangu, petani rumput laut perempuan dari Desa Kaliuda village di Sumba Timur, memegang rumput laut segar yang baru saja dipanen.

Program pelatihan yang diselenggarakan dari tahun 2023 hingga 2024 ini berfokus pada keterampilan praktis seperti penganggaran rumah tangga, pembukuan dasar dan panduan akses produk dan layanan keuangan. Salah satu hasil utamanya adalah meningkatnya kepercayaan diri petani dalam mengelola keuangan dan mencari pendanaan untuk usaha baru.

Wehelmina juga merupakan salah seorang dari 80 petani yang terpilih untuk menerima kredit mikro dan bantuan usaha selama delapan bulan melalui program Promise II Impact dari ILO. Hingga saat ini, ia telah berhasil mengakses dua pinjaman mikro dari Bank NTT.

Ia menggunakan pinjaman pertama untuk membuka usaha ritel kecil-kecilan dan pinjaman kedua untuk memulai bercocok tanam padi di lahan warisan keluarganya. Ia mengakui bahwa akses yang lebih baik terhadap pinjaman mikro telah membantunya dan para petani rumput laut lainnya mengatasi fluktuasi harga dan keterbatasan infrastruktur yang merupakan dua tantangan utama mereka.

"Usaha ritel kecil saya tidak berjalan sebaik yang saya harapkan, dan hal itu menyadarkan saya akan pentingnya perencanaan bisnis yang lebih baik, yang saya pelajari dari pelatihan keuangan. Jadi, untuk usaha padi, saya lebih memperhatikan perencanaan agar usaha tani saya berhasil," ujarnya.

Sistem ketertelusuran digital membantu petani membangun profil kredit dan terhubung dengan pasar yang lebih luas, sekaligus menawarkan visibilitas dan efisiensi yang lebih besar bagi para pengolah.

Djauhari Sitorus, Manajer Program Promise II Impact ILO

Selain keterampilan individu, Promise II Impact dari ILO juga memperkuat rantai nilai rumput laut dengan mengembangkan pelantar digital bekerja sama dengan Koltiva, sebuah perusahaan agritech yang berfokus pada pembangunan rantai pasok yang terlacak, inklusif dan cerdas iklim. Aplikasi ini membantu memantau dan mencatat setiap tahapan budidaya rumput laut, termasuk pemeliharaan, pemrosesan dan distribusi produk. Aplikasi ini juga memfasilitasi koneksi antara petani, regulator dan pembeli.

Selain itu, aplikasi ini menghubungkan petani dengan PT Algae Sumba Timur Lestari (PT ASTIL), sebuah badan usaha milik daerah (BUMD) di Sumba Timur. Hingga saat ini, lebih dari 650 petani rumput laut telah terlibat dalam inisiatif digitalisasi ini, dengan memanfaatkan pengumpulan data secara waktu nyata, ketertelusuran dan perangkat yang mendukung kendali mutu dan logistik.

Djauhari Sitorus, Manajer Program Promise II Impact ILO, menyatakan bahwa inisiatif ini mendorong akses keuangan, membangun kemampuan keuangan dan mendukung integrasi dalam rantai nilai rumput laut melalui teknologi digital. "Sistem ketertelusuran digital membantu petani membangun profil kredit dan terhubung dengan pasar yang lebih luas, sekaligus menawarkan visibilitas dan efisiensi yang lebih besar bagi para pengolah," tambahnya.

Menyadari potensi besar rumput laut bagi pembangunan ekonomi daerah Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, Bupati Sumba Timur, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah memposisikan rumput laut sebagai sektor ekonomi utama. "Dengan investasi berkelanjutan dalam inklusi keuangan dan inovasi digital, sektor rumput laut Sumba Timur menjadi lebih tangguh dan inklusif," ujarnya. "Melalui upaya meningkatkan produktivitas dan mendukung petani, kita dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dan menciptakan peluang pertumbuhan bagi produsen skala kecil."

© A. Alexandra/ILO
© A. Alexandra/ILO
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali saat bertemu dengan tim Promise II Impact ILO di kediamannya pada 15 Juli 2025.

Dengan investasi berkelanjutan dalam inklusi keuangan dan inovasi digital, sektor rumput laut Sumba Timur menjadi lebih tangguh dan inklusif
Umbu Lili Pekuwali, Bupati Sumba Timur

Related content

Keterampilan dan literasi keuangan meningkatkan mata pencarian petani rumput laut di Sumba Timur
Dried seaweeds in East Nusa Tenggara, Indonesia.

Keterampilan dan literasi keuangan meningkatkan mata pencarian petani rumput laut di Sumba Timur

Aplikasi digital membantu optimalkan produksi panen petani rumput laut Sumba Timur
Diana Mahalebu shows the application that she uses for recording her seaweed production.

Aplikasi digital membantu optimalkan produksi panen petani rumput laut Sumba Timur

OJK, Bank NTT dan ILO luncurkan program literasi keuangan di perdesaan melalui program Desa EKI dan Kredit Merdeka di Sumba Timur
Twenty seaweed farmers in Kaliuda Village of East Sumba receive micro credit to help them improving their seaweed businesses.

Siaran pers

OJK, Bank NTT dan ILO luncurkan program literasi keuangan di perdesaan melalui program Desa EKI dan Kredit Merdeka di Sumba Timur