Aplikasi digital membantu optimalkan produksi panen petani rumput laut Sumba Timur
Petani rumput laut di Sumba Timur mampu meningkatkan cara bertani mereka dengan menggunakan aplikasi digital yang dikembangkan oleh program ILO yang mempromosikan adaptasi teknologi digital di tingkat desa.
31 Juli 2024
Diana Mahalebu, seorang ibu berusia 38 tahun dengan lima anak, kini aktif menggunakan ponsel pintarnya untuk membantu mencatat produksi pertanian rumput lautnya di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Setiap hari, ia masuk ke aplikasi dan mengisi informasi tentang budidaya, produksi dan panen. Ia juga menggunakan aplikasi tersebut sebagai pengingat daftar kegiatan yang harus dilakukan.
Aplikasi ini dikembangkan oleh ILO melalui Proyek Mempromosikan Usaha Mikro dan Kecil melalui Akses Wirausaha ke Layanan Keuangan Tahap 2 (Promise II Impact) bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia melalui pelantar agrobisnis bernama Agree. Aplikasi ini diperkenalkan dan disosialisasikan kepada 200 petani rumput laut pada bulan Mei 2023 lalu yang telah mengikuti program pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan Promise II Impact ILO.
Saya sekarang lebih termotivasi dengan keterampilan keuangan yang baru saya pelajari dan dengan aplikasi digital baru yang membantu saya bertani dengan lebih baik.
Diana Mahalebu, petani rumput laut
Transisi digital para petani juga dibantu oleh asisten lapangan Agree. "Asisten lapangan membantu saya mengisi informasi. Sekarang saya sudah bisa menggunakan aplikasi ini sendiri dan ini sangat membantu saya untuk melakukan pekerjaan saya dengan lebih baik dan melacak produksi rumput laut saya," kata Diana.
Djauhari Sitorus, Manajer Program Promise II Impact ILO, mengatakan bahwa aplikasi ini juga menghubungkan para petani dengan PT Algae Sumba Timur Lestari (PT ASTIL), badan usaha milik daerah (BUMD) Sumba Timur. "Sistem Ketertelusuran Hulu-Hilir Agree telah membantu petani rumput laut dalam memantau dan mencatat setiap tahap budidaya rumput laut, seperti pemeliharaan, pengolahan dan distribusi produk. Aplikasi ini juga telah membuka peluang untuk menghubungkan antara petani, petani dengan regulator dan petani dengan pembeli."
"Kami sangat senang bekerja sama dengan ILO dalam pemanfaatan aplikasi digital untuk petani rumput laut. Informasi yang dihasilkan oleh aplikasi ini sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk melakukan proyeksi produk. Hal ini juga menguntungkan bagi petani karena mereka dapat menghindari tengkulak dan memiliki akses yang lebih mudah ke perbankan," ujar Ayi Nurmalaela, Direktur PT ASTIL.
Tidak hanya menjadi lebih digital, Diana juga kini lebih memperhatikan keuangan keluarganya. Dengan menggunakan keterampilan pembukuan yang ia pelajari dari program pelatihan, ia dengan cermat mencatat berbagai sumber pendapatannya -- pertanian rumput laut dan kegiatan usaha kecil – dan memisahkan pengeluaran bisnis dan rumah tangganya.
"Saya sekarang memiliki rekening bank. Dengan hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran, saya bisa mulai menabung sekarang. Tabungan saya sudah mencapai Rp 3 juta dan saya akan terus menabung karena tabungan ini bisa sangat membantu di saat-saat sulit," ujarnya dengan bangga.
Dia tahu betul rasanya kehilangan pendapatan ketika pertanian rumput lautnya hancur akibat hama dua tahun lalu. Ia kehilangan semua hasil panennya dan bangkrut. "Saya tidak memiliki tabungan atau dana darurat untuk membantu saya melewati masa-masa sulit itu. Namun, saya menolak untuk menyerah karena bertani rumput laut adalah bagian dari hidup saya dan saya tumbuh besar dengan membantu orang tua mengurus pertanian rumput laut kami," ujar Diana.
Aplikasi ini juga telah membuka peluang untuk menghubungkan antara petani, petani dengan regulator dan petani dengan pembeli.
Djauhari Sitorus, Manajer Program Promise II Impact ILO
Dia pun mencoba membangun kembali pertanian rumput lautnya, memperluasnya sedikit demi sedikit. Kerja kerasnya kini telah membuahkan hasil. Hingga saat ini, produksinya telah mencapai 1,5 hingga 2 ton rumput laut jenis Eucheuma Cottonii dan 80 kilogram jenis Kappaphycus Striatum (Sakol) setiap kali panen.
"Saya sekarang lebih termotivasi dengan keterampilan keuangan yang baru saya pelajari dan dengan aplikasi digital baru yang membantu saya bertani dengan lebih baik. Rencana masa depan saya adalah terus mengembangkan pertanian saya dan semoga saya dapat menambahkan lagi 80 tali rumput laut Eucheuma Cottonii yang tidak hanya akan meningkatkan produksi panen, tetapi juga pendapatan untuk menghidupi keluarga saya," katanya.
Diana juga senang anak sulungnya yang sudah lulus SMA kini mengikuti jejaknya menjadi petani rumput laut. "Anak saya juga mengikuti program pelatihan dan telah membantu saya dalam pengelolaan keuangan keluarga kami sehingga semua anak saya dapat memiliki masa depan yang lebih baik."
Related content
Keterampilan dan literasi keuangan meningkatkan mata pencarian petani rumput laut di Sumba Timur
Siaran pers
OJK, Bank NTT dan ILO luncurkan program literasi keuangan di perdesaan melalui program Desa EKI dan Kredit Merdeka di Sumba Timur