Four workers lining up listening to the briefing from the supervisor standing before them.

Dampak kami, suara mereka

Menuju perusahaan dan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan inklusif di jantung Kalimantan Timur

Sejak awal tahun 2000-an, berbagai perusahaan kelapa sawit telah memelopori pembangunan ekonomi terbesar di Kalimantan Timur. Kini, fokusnya adalah pada peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang berkelanjutan di sektor kelapa sawit bagi seluruh pekerja dan masyarakat sekitar.

11 April 2025

Regular briefing every morning to increase the awareness of employees concerning the importance of PPE usage and health and safety implementation in East Kalimantan, Indonesia in 2024. © GAPKI/ILO
Content also available in: English

SAMARINDA, Kalimantan Timur, Indonesia (Kisah ILO) - Di jantung Kalimantan Timur, lebih dari enam belas ribu hektar perkebunan kelapa sawit memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut. Dengan mengelola sumber daya alamnya yang melimpah, perkebunan ini mengekspor tandan buah segar dan menghasilkan minyak sawit mentah (CPO).

Salah satu perusahaan yang menonjol adalah PT Telen, anak perusahaan PT Teladan Prima Agro, yang telah beroperasi di Kabupaten Kutai Timur sejak tahun 2005. PT Telen merupakan satu dari dua perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berpartisipasi dalam program percontohan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), yang didukung oleh ILO.

Program GAPKI-ILO bertujuan untuk memperkuat peran industri kelapa sawit dalam memenuhi standar pengarusutamaan sosial, ketenagakerjaan dan gender. Sejak pertengahan 2023, perusahaan peserta telah terlibat dalam lokakarya dan kegiatan sosialisasi untuk mempercepat pemenuhan standar tersebut dalam rantai pasok kelapa sawit.

Abdul Fatah, Kepala Bagian Mitra Bisnis SDM PT Telen, menyambut baik kesempatan ini, karena ia telah lama mencari cara untuk menerapkan kebijakan ketenagakerjaan, K3 dan pengarusutamaan gender bagi 3.006 pegawai perusahaan.

Kami juga telah memasang papan informasi tentang kebijakan anti pelecehan seksual dan pekerja anak serta menyediakan kotak saran bagi pekerja.

Abdul Fatah, Kepala Bagian Mitra Bisnis SDM PT Telen

Pada bulan Agustus 2023, PT Telen mengambil peran proaktif dalam memberdayakan masyarakat sektor kelapa sawit dengan menyelenggarakan program pelatihan yang berfokus pada standar ketenagakerjaan dan pengarusutamaan gender. Perusahaan bermitra dengan GAPKI dan ILO untuk berpartisipasi dalam serangkaian lokakarya yang diadakan di kota Samarinda. Pelatihan tersebut dilaksanakan dalam dua tahap utama. Tahap pertama bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing dengan memastikan kepatuhan terhadap standar ketenagakerjaan dan gender, dan tahap kedua memberikan pelatihan teknis langsung tentang K3 dan membimbing peserta dalam mengembangkan rencana perbaikan di tingkat perusahaan.

Setelah sesi pelatihan ini, PT Telen menilai kembali sumber daya dan proses internalnya. Manajemen mempertimbangkan untuk membentuk Panitia Pembina K3 (P2K3), yang memerlukan izin dari Dinas Ketenagakerjaan Provinsi. P2K3 bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menganalisis data K3 guna meningkatkan tindakan pencegahan sekaligus mendorong komunikasi, koordinasi dan kolaborasi yang efektif antara pekerja, perwakilan pekerja serta pemberi kerja untuk memastikan kondisi kerja yang aman dan mendukung kesejahteraan fisik dan mental pekerja. P2K3 resmi dibentuk pada April 2024.

Selanjutnya, PT Telen mengakui perlunya merevitalisasi Lembaga Kerja Sama Bipartit (LKS Bipartit) yang sebagian besar tidak aktif. Sebagai bagian dari program revitalisasi ini, manajemen dan pekerja kini bertemu secara rutin untuk membahas berbagai isu dan perbaikan yang bertujuan untuk membina keharmonisan tempat kerja. Pembahasan ini dilakukan dalam rapat bulanan LKS Bipartit, yang telah berlangsung sejak November 2023. Pembahasan tersebut telah menghasilkan kesepakatan bahwa setiap perkebunan akan membentuk LKS Bipartit sendiri dan menunjuk ahli K3 khusus.

An information board about sexual harassment.
© GAPKI/ILO
© GAPKI/ILO
Anti pelecehan seksual dan kekerasan di lingkungan PT Telen di Kalimantan Timur, Indonesia in 2024.

Setelah pelatihan, perusahaan juga telah membentuk subkomite gender untuk mendorong kesetaraan di tempat kerja. Disepakati pula bahwa setiap perkebunan akan memiliki personel yang bertanggung jawab dalam menangani isu gender, dengan prosedur dan mekanisme yang jelas.

“Kami juga telah memasang papan informasi tentang kebijakan anti pelecehan seksual dan pekerja anak serta menyediakan kotak saran bagi pekerja,” imbuh Fatah.

Upaya perbaikan lingkungan kerja juga dilakukan di area gudang dengan menerapkan metodologi 5S, budaya kerja yang berasal dari Jepang, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman. Alhasil, ruang gudang pun diperluas, ditata ulang dan kini dibersihkan secara berkala. Alhasil, gudang beroperasi dengan efisiensi optimal, menjamin keselamatan lebih dari 3.000 pekerja.

Siklus perbaikan 5S— Menyortir, Menata, Memoles, Menstandarisasi dan Mempertahankan—telah membantu menumbuhkan budaya kerja yang berpusat pada partisipasi pekerja, peningkatan manajemen visual, perbaikan berkelanjutan dan fokus yang kuat pada K3.

Evaluasi internal di PT Telen selama 10 bulan pendampingan menunjukkan hasil yang positif, dengan inisiatif yang direkomendasikan untuk dilanjutkan. Abdul Fatah yakin bahwa praktik baik ini akan diterapkan di seluruh perkebunan dan pabrik perusahaan. Ia berharap hasil program ini akan dibagikan kepada perusahaan lain di Kalimantan Timur dan provinsi tetangga melalui pelantar dan jaringan GAPKI.

Proyek ini merupakan inisiatif yang berharga bagi PT Telen dan perusahaan peserta lainnya. Dengan mengambil bagian dalam program GAPKI-ILO, mereka dapat mengadaptasi praktik terbaik ke dalam konteks spesifik mereka, sehingga menciptakan dampak positif yang lebih luas di seluruh industri minyak kelapa sawit.

Pendanaan diberikan oleh Departemen Perburuhan Amerika Serikat di bawah perjanjian kerja sama nomor IL-35632-75-K. 100 persen dari total biaya proyek ini dibiayai dengan dana federal, dengan total 11 juta dolar. Materi ini tidak mencerminkan pandangan atau kebijakan Departemen Perburuhan Amerika Serikat, dan penyebutan nama dagang, produk komersial, atau organisasi tidak menyiratkan dukungan dari Pemerintah Amerika Serikat.

Related content

Mendorong budaya saling menghormati dan K3 di tempat kerja di Maluku
Four workers processing tuna on the table

Dampak kami, suara mereka

Mendorong budaya saling menghormati dan K3 di tempat kerja di Maluku

Dari keterasingan menuju pemberdayaan: Mama Abu dan kebangkitan Kelompok Tuna Besty
A group photo of women and men wearing colourful hats and outfits.

Dampak kami, suara mereka

Dari keterasingan menuju pemberdayaan: Mama Abu dan kebangkitan Kelompok Tuna Besty

Perusahaan kelapa sawit bermitra dengan serikat pekerja untuk meningkatkan komunitas setempat
A group photo of Bipartite Cooperation Institution in palm oil company.

Dampak kami, suara mereka

Perusahaan kelapa sawit bermitra dengan serikat pekerja untuk meningkatkan komunitas setempat