Ekonomi perawatan
Layanan penitipan anak berbasis perusahaan meningkatkan loyalitas dan produktivitas pekerja
ILO, bersama dengan mitra sosialnya, melakukan kunjungan ke layanan penitipan anak Tunas Cinta di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur untuk mempelajari tantangan dan peluang dalam menyediakan akses yang lebih besar terhadap penitipan anak bagi pekerja Indonesia.
9 November 2023
Salah seorang anak dengan bangga menunjukkan hasil kreasinya. © ILO/Gita Lingga Salah satu anak dengan bangga menunjukkan hasil kreasinya berupa tabung-tabung warna-warni yang saling berhubungan dalam bentuk kapal. Sambil tersenyum lebar, dia mengangkat dan memamerkan di depan wajahnya. “Saya membuatnya sendiri,” katanya.
Penitipan anak Tunas Cinta didirikan pada 2016 oleh PT Surabaya Autocomp Indonesia (PT SAI), sebuah perusahaan operasi Jepang yang memproduksi komponen kabel otomotif. PT SAI mempekerjakan lebih dari 5.000 pekerja yang 90 persennya adalah perempuan. Berasal dari wilayah sekitar Jawa Timur, sebagian besar pekerja perempuan perusahaan tersebut sebelumnya harus menitipkan anak-anak balita mereka di kampung halaman dan hanya bisa mengunjungi dan bertemu mereka satu atau dua kali dalam seminggu.
Memahami kebutuhan mendesak bagi para ibu yang bekerja untuk dekat dengan anak-anak mereka yang masih kecil dan untuk meningkatkan tidak hanya kualitas hidup pekerja tetapi juga produktivitas mereka, perusahaan memutuskan untuk mendirikan layanan penitipan anak tujuh tahun lalu melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.Tempat penitipan anak ini sangat mudah diakses oleh seluruh pekerja perusahaan. Dengan adanya rasa aman karena anaknya dirawat dengan baik dan mempunyai kesempatan untuk memeriksakan anaknya bila memungkinkan, maka para orang tua yang bekerja dapat fokus pada pekerjaannya tanpa perlu khawatir dengan kondisi anaknya."
Nur Khusanah, Kepala Sekolah Tempat Penitipan Anak Tunas Cinta
Nur Khusanah, Kepala Sekolah Tempat Penitipan Anak Tunas Cinta, mengatakan seluruh pekerja PT SAI memiliki akses bebas terhadap penitipan anak tersebut. Terletak di dekat perusahaan, para pekerja dapat dengan mudah mengantar anak-anaknya dalam perjalanan ke tempat kerja dan menjemput mereka dalam perjalanan pulang. Mereka juga dapat mengunjungi dan memeriksa anaknya dengan mudah kapan saja.
“Tempat penitipan anak ini sangat mudah diakses oleh seluruh pekerja perusahaan. Dengan adanya rasa aman karena anaknya dirawat dengan baik dan mempunyai kesempatan untuk memeriksakan anaknya bila memungkinkan, maka para orang tua yang bekerja dapat fokus pada pekerjaannya tanpa perlu khawatir dengan kondisi anaknya,” kata Nur.
Pelayanan penitipan anak, menurut Nur, menyelenggarakan program pendidikan anak usia dini berdasarkan kurikulum nasional dan seluruh guru harus mengikuti program pendidikan dan pelatihan, termasuk program peningkatan keterampilan mengajar yang berkesinambungan.
Selama kunjungan, ILO dan para mitranya mengamati kondisi layanan penitipan anak dan mewawancarai perwakilan perusahaan dan layanan penitipan anak tersebut. © ILO/Gita Lingga Selain program pendidikan, layanan penitipan anak juga mengajarkan anak untuk disiplin dan mandiri. Layanan penitipan anak ini juga memberikan kesempatan kerja bagi istri pekerja PT SAI untuk menjadi guru.
“Saya bersyukur diberi kesempatan menjadi guru di sini. Dengan demikian, saya bisa mengasuh kedua anak saya sambil mengasuh anak-anak lainnya. Sangat membantu karena dekat dengan anak-anak dan bisa memantau langsung anak-anak saya saat bekerja,” ujar salah satu guru yang kini anaknya sudah besar.
Maria Dwi Susanti, Pengawas Ketenagakerjaan, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Surabaya menjelaskan bahwa Tunas Cinta telah dikenal kualitasnya dan perusahaan telah mendapatkan penghargaan atas pemberdayaan pekerja perempuan. “Tidak hanya layanan penitipan anak, perusahaan juga menyediakan program kerja penitipan lainnya seperti pojok laktasi dan fasilitasnya,” tambah Maria.Perusahaan harus mempertimbangkan program pengasuhan, seperti akses terhadap layanan penitipan anak dan pojok laktasi, sebagai investasi dan bukan sebagai beban atau pengeluaran. Pelayanan penitipan anak memberikan rasa aman kepada pekerja terhadap kesejahteraan anak-anaknya, yang pada gilirannya akan memperkuat loyalitas, kinerja dan produktivitas pekerja."
Early Dewi Nuriana, Staf ILO untuk Ekonomi Perawatan
Mengomentari inisiatif PT SAI untuk memberikan layanan penitipan anak bagi para pekerjanya, Early Dewi Nuriana, Staf ILO untuk Ekonomi Perawatan, menyatakan bahwa PT SAI telah memberikan contoh yang baik dalam penerapan layanan penitipan anak berbasis perusahaan. “Perusahaan harus mempertimbangkan program pengasuhan, seperti akses terhadap layanan penitipan anak dan pojok laktasi, sebagai investasi dan bukan sebagai beban atau pengeluaran. Pelayanan penitipan anak memberikan rasa aman kepada pekerja terhadap kesejahteraan anak-anaknya, yang pada gilirannya akan memperkuat loyalitas, kinerja dan produktivitas pekerja,” ujarnya.
Kunjungan lapangan ILO ke layanan penitipan anak Tunas Cinta dilakukan pada awal bulan Oktober sebagai bagian dari pertemuan pemangku kepentingan keempat yang diadakan di Surabaya. Kunjungan lapangan tersebut diikuti oleh perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kementerian Agama, organisasi pengusaha dan pekerja, Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) baik dari tingkat pusat maupun daerah.
Selain ke tempat penitipan anak berbasis perusahaan, kunjungan juga dilakukan ke tempat penitipan anak berbasis komunitas, tempat penitipan anak swasta, dan tempat penitipan anak milik lembaga pendidikan. Hasil kunjungan lapangan digunakan sebagai masukan untuk memperluas akses layanan penitipan anak secara nasional.
Related content
Ekonomi perawatan
Layanan penitipan anak memungkinkan seorang ibu pekerja informal merawat dan menafkahi keluarganya
Ekonomi perawatan
Layanan penitipan anak yang berkualitas dan terjangkau adalah kunci kesetaraan gender di pasar tenaga kerja