Serikat pekerja dan asosiasi pengusaha mengampanyekan hak kerja dan kesetaraan gender di perkebunan kelapa sawit dan pengolahan perikanan
Proyek Hak Pekerja ILO membekali anggota serikat pekerja dan asosiasi pengusaha dengan keterampilan komunikasi untuk mempromosikan kampanye yang lebih luas tentang hak-hak pekerja dan kesetaraan gender di sektor perkebunan kelapa sawit dan pengolahan ikan.
3 April 2023
Ditujukan untuk membangun kapasitas peserta dalam peningkatan kesadaran dan advokasi, pelatihan ini diadakan bekerja sama dengan Magdalene, sebuah media daring berfokus pada perempuan yang menawarkan berita dan pandangan dengan perspektif gender. Pelatihan yang diselenggarakan secara daring ini diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi yang terkenal dengan sektor perkebunan kelapa sawit dan pengolahan perikanan, yakni Jakarta, Yogyakarta, Bali, Riau, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Sumatera Utara dan Maluku.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat mendorong kepatuhan yang lebih kuat terhadap undang-undang ketenagakerjaan dan prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kesetaraan gender dalam pengelolaan dan rantai pasokan kedua sektor ini. Ini juga merupakan bagian dari dukungan ILO untuk mengembangkan dan meluncurkan materi informasi yang responsif gender serta program pelatihan dan pendidikan di dua sektor sasaran utama proyek Hak Pekerja ILO ini,” ungkap Januar Rustandie, Koordinator Proyek Hak Pekerja ILO.
Selama pelatihan, para peserta belajar untuk memetakan pemangku kepentingan mereka, mengidentifikasi saluran komunikasi yang tepat untuk organisasi mereka, mengklasifikasikan kebutuhan khalayak sasaran dan dampaknya serta membuat pesan. Mereka juga mempelajari keterampilan praktis dasar mulai dari penulisan kreatif, siaran pers dan formulasi konten hingga strategi media sosial dan teknik desain grafis dasar.Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat mendorong kepatuhan yang lebih kuat terhadap undang-undang ketenagakerjaan dan prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kesetaraan gender dalam pengelolaan dan rantai pasokan kedua sektor ini."
Januar Rustandie, Koordinator Proyek Hak Pekerja ILO
Pelatihan ini juga berfokus pada pentingnya strategi pemantauan dan evaluasi untuk mengukur dampak. Para peserta diajarkan untuk menggunakan sarana kuantitatif dan kualitatif untuk mengukur dampak. Dengan menggunakan sarana ini, mereka dapat mengukur keberhasilan kampanye komunikasi mereka tidak hanya dari segi jumlah yang dijangkau, tetapi juga dari kualitas dan penyerapan pesan-pesan utama.
Pelatihan diakhiri dengan pengembangan materi komunikasi dan informasi yang akan digunakan untuk kegiatan kampanye organisasi mereka sendiri. Para peserta ditugaskan untuk memproduksi berbagai materi mulai dari poster, pemberitaan, artikel hingga postingan media sosial. Untuk membantu pengembangan materi yang berkualitas, dua sesi pendampingan diberikan untuk mendorong para peserta mempraktikkan keterampilan komunikasi baru yang telah dipelajari dalam mempromosikan kondisi kerja yang layak, hak tenaga kerja dan kepatuhan tenaga kerja serta kesetaraan gender di tingkat perusahaan dan organisasi.
Serikat pekerja dan asosiasi pengusaha yang berpartisipasi antara lain Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI), Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) dan Federasi Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan (F-HUKATAN), Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarburmusi), dan Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia-CAITU (FSPPP KSPSI-CAITU).
Related content
Pekerja dan pengusaha sektor pengolahan kelapa sawit dan perikanan bergabung untuk promosikan hak-hak pekerja dan kesetaraan gender