Digitalisasi dan inklusi keuangan

ILO dan OJK Perkuat Kolaborasi untuk Mendorong Digitalisasi Ekosistem Susu di Jawa Timur, Indonesia

ILO dan OJK meluncurkan Program Digitalisasi Ekosistem Sapi Perah di Malang, Jawa Timur, untuk meningkatkan inklusi keuangan dan efisiensi koperasi dengan menghubungkan peternak sapi perah, koperasi, dan lembaga keuangan melalui sistem digital terintegrasi.

20 Oktober 2025

Content also available in: English

MALANG, Jawa Timur, Indonesia (Berita ILO) — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) bekerja sama untuk menghadirkan transformasi digital di sektor susu Indonesia. Kedua lembaga tersebut secara resmi meluncurkan tahap pertama Program Digitalisasi Ekosistem Susu Perah di Malang, Jawa Timur, pada 12 Oktober. Inisiatif ini menjadi tonggak penting dalam memperluas akses keuangan dan memperkuat ekonomi lokal melalui teknologi.

Inisiatif ini merupakan bagian dari proyek Mempromosikan Usaha UKM melalui Peningkatan Akses Wirausaha terhadap Jasa Keuangan Tahap 2 (Promise II Impact), hasil kolaborasi antara OJK dan ILO dengan dukungan Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO). Proyek ini bertujuan untuk menjadikan sistem keuangan lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan usaha kecil dan koperasi, khususnya di wilayah pedesaan.

“Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tapi juga tentang kesempatan dan keadilan,” ujar Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK. “Melalui kolaborasi ini, kami membantu peternak sapi perah skala kecil yang selama ini sulit atau tidak dapat mengakses layanan keuangan formal.”

ILO dan OJK secara resmi meluncurkan tahap pertama Program Digitalisasi Ekosistem Susu Perah di Jawa Timur. 10/2025

Melalui kolaborasi ini, kami membantu peternak sapi perah skala kecil yang selama ini sulit atau tidak dapat mengakses layanan keuangan formal.

Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto, OJK

Program ini memperkenalkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang mengintegrasikan fungsi-fungsi utama koperasi, mulai dari pengumpulan susu, logistik, keuangan, hingga kesehatan hewan, ke dalam satu pelantar digital yang transparan. Sistem ini juga akan terhubung dengan Penyelenggara Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregator Jasa Keuangan (PAJK), sehingga lembaga keuangan dapat menilai risiko dengan lebih baik dan memperluas akses pembiayaan bagi peternak kecil.

Menurut Djauhari Sitorus, Manajer Proyek Promise II Impact ILO, pendekatan ini telah menunjukkan hasil positif di tempat lain. “Di ILO, kami bekerja untuk menciptakan pekerjaan layak bagi semua. Melalui proyek ini, kami membangun sistem keuangan yang lebih inklusif dengan dukungan teknologi,” kata Djauhari. “Ekosistem digital untuk peternakan sapi perah ini bukan hal baru bagi kami; sistem ini telah diuji di Pangalengan selama dua tahun terakhir. Hasilnya, produktivitas, akses keuangan, dan kesehatan hewan meningkat. Kini, kami siap membawa manfaat tersebut ke Jawa Timur.”

Di ILO, kami bekerja untuk menciptakan pekerjaan layak bagi semua. Melalui proyek ini, kami membangun sistem keuangan yang lebih inklusif dengan dukungan teknologi.

Djauhari Sitorus, Manajer Proyek Promise II Impact ILO

Malang, salah satu daerah penghasil susu terbesar di Indonesia, menjadi rumah bagi lebih dari 12.000 peternak sapi perah dan lebih dari 85.000 ekor sapi. Dengan basis koperasi yang kuat, wilayah ini menjadi lokasi percontohan ideal untuk memperluas integrasi digital di sepanjang rantai nilai, langkah yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi dan pendapatan peternak kecil.

Acara peluncuran juga menampilkan acara bincang-bincang yang membahas implementasi praktis digitalisasi dalam koperasi susu. Narasumber meliputi Tomas Sugiono, Koordinator Proyek Promise II Impact ILO, yang memaparkan bagaimana intervensi proyek di Jawa Barat mentransformasi rantai nilai lokal; Aun Gunawan, Ketua Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS), yang berbagi pengalaman digitalisasi koperasi di Jawa Barat; serta Eva Marliyanti, Direktur Utama Koperasi Unit Desa (KUD) KAN Jabung Syariah, Jawa Timur, yang menyoroti peluang bagi peternak lokal ke depan.

Acara peluncuran juga menampilkan acara bincang-bincang yang membahas implementasi praktis digitalisasi dalam koperasi susu. 10/2025

Tomas menjelaskan bagaimana proyek Promise II Impact memanfaatkan teknologi untuk memperkuat tata kelola koperasi dan meningkatkan akses peternak terhadap pembiayaan. “Platform ERP menyediakan jembatan digital antara peternak sapi perah, koperasi dan lembaga keuangan, memastikan visibilitas data yang lebih baik serta memungkinkan penilaian kredit yang lebih akurat,” ujarnya.

Acara ini ditutup dengan kunjungan lapangan ke peternakan sapi perah di Malang, di mana para peserta menyaksikan praktik terbaik dan menjajaki potensi kolaborasi lebih lanjut guna meningkatkan keberlanjutan dan daya saing sektor susu Indonesia.

Related content

Dari Jawa Barat ke Jawa Timur: Memajukan transformasi digital dalam peternakan susu Indonesia

Inovasi digital

Dari Jawa Barat ke Jawa Timur: Memajukan transformasi digital dalam peternakan susu Indonesia