Serikat pekerja lakukan aksi mempromosikan tempat kerja yang seimbang gender untuk UKM

Program SCORE ILO di Indonesia bekerja sama dengan konfederasi-konfederasi serikat pekerja menyelenggarakan serangkaian pelatihan kesetaraan gender untuk membantu usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia menciptakan kesempatan yang setara bagi perempuan dan laki-laki di tempat kerja.

24 September 2021

Content also available in: English
Program Kesinambungan Daya Saing dan Tanggung Jawab Perusahaan (SCORE) Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di Indonesia membantu usaha kecil dan menengah (UKM) dalam meningkatkan produktivitas, kualitas, faktor keamanan dan kesehatan, serta manajemen sumber daya manusia. Program SCORE Indonesia berkolaborasi dengan sejumlah mitra serikat pekerja untuk menyelenggarakan serangkaian pelatihan kesetaraan gender di tempat kerja.

Menindaklanjuti program pelatihan untuk pelatihan yang komprehensif selama lima hari dengan melibatkan 95 peserta, termasuk para konstituen ILO dan pelatih SCORE, serangkaian seminar daring Kesetaraan Gender ILO-SCORE diselenggarakan mulai dari bulan Juli hingga September 2021, di mana lebih dari 517 peserta dari 350 perusahaan diperkenalkan bagaimana mereka dapat menangani masalah ketidakseimbangan gender di tempat kerja.

Materi-materi yang diberikan oleh perwakilan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) dan Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-SARBUMUSI) mencakup pengenalan terhadap enam lingkaran di mana ketidaksetaraan gender kerap terjadi di perusahaan.

Keenam lingkaran itu merangkum kesetaraan suara, perekrutan yang inklusif, iklim kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, serta keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan.

“Menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan kondusif untuk semua gender merupakan langkah penting dalam memastikan pertumbuhan perusahaan. Antusiasme yang kami terima dari para peserta menandakan bahwa ada kemajuan yang dapat dicapai terkait hal ini,” kata Agung Prastowo dari K-SARBUMUSI, yang turut mengisi acara seminar sebagai pembicara.

Menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan kondusif untuk semua gender merupakan langkah penting dalam memastikan pertumbuhan perusahaan."

Agung Prastowo dari K-SARBUMUSI
Senada dengan Agung, salah satu pembicara dari KSPI, Enung Yani Suryani mengatakan bahwa 85 hingga 90 peserta dari masing-masing kota/provinsi menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pelatihan tersebut. Dia menambahkan bahwa “perlu ada inovasi dalam langkah penyampaian untuk memastikan tujuan yang ditargetkan dapat tercapai.”

Salah satu inovasi tersebut, katanya, adalah melalui implementasi digital dari lokakarya ini karena memungkinkan lebih banyak peserta mengikuti pelatihan dan memastikan bahwa kebijakan yang lebih ramah gender diterapkan di tempat kerja di kalangan UKM.

CV Torang Raja, sebuah perusahaan yang memproduksi perlengkapan lampu kerajinan tangan di Bali, merupakan salah satu perusahaan yang berhasil mengatasi beberapa masalah di dalam perusahaan setelah mengikuti seminar.

Sebelum mengikuti pelatihan, perusahaan menghadapi kesulitan dalam memastikan partisipasi yang sama dari semua pekerjanya, kendati terdapat lebih banyak pekerja perempuan dibandingkan laki-laki. Kurangnya partisipasi pekerja dan nilai-nilai kesetaraan gender menjadi tantangan dalam memunculkan ide-ide bagi perusahaan dan dipandang sebagai masalah yang perlu diselesaikan.

Dari seluruh proyek perbaikan di berbagai sektor yang dilakukan oleh perusahaan, 60 persen (15 dari 25) dipimpin oleh pekerja perempuan."

Setelah mengikuti pelatihan, CV Torang Raja mampu menjalankan program untuk meningkatkan partisipasi, terutama dari para pemimpin perempuan, dan mendorong pekerja lebih berani berbicara. Pekerja perempuan ditugaskan menyebarluaskan informasi kepada seluruh pekerja dan sosialisasi prestasi kerja juga dilakukan oleh seorang pekerja perempuan yang juga merupakan Kepala Produksi. Dari seluruh proyek perbaikan di berbagai sektor yang dilakukan oleh perusahaan, 60 persen (15 dari 25) dipimpin oleh pekerja perempuan.

Proyek peningkatan kualitas yang diprakarsai oleh kepala produksi perempuan dan penyelia kontrol kualitas laki-laki berhasil menurunkan jumlah produk cacat dan menghasilkan standar prosedur kerja yang ramah gender.

Pekerja dan pemimpin perempuan juga tidak lagi segan mengambil kesempatan untuk berbicara dan memimpin. Komunikasi dan keterlibatan antar divisi di perusahaan menjadi lebih baik."

Sylvia Rizkiani, ketua EIT CV Torang Raja
Selanjutnya Tim Peningkatan Perusahaan (EIT) CV Torang Raja juga telah menggelar pelatihan kebakaran yang melibatkan para pekerja perempuan. Sylvia Rizkiani, ketua EIT CV Torang Raja, menyatakan dalam laporannya bahwa ada keterlibatan pekerja yang lebih baik dalam program perusahaan setelah mengikuti seminar. Laporan juga menyatakan,“Angka ketidakhadiran menurun dan pekerja lebih bersemangat untuk berbagi ide untuk memperbaiki kondisi kerja atau memberikan solusi atas masalah dalam pekerjaan mereka.”

“Pekerja dan pemimpin perempuan juga tidak lagi segan mengambil kesempatan untuk berbicara dan memimpin. Komunikasi dan keterlibatan antar divisi di perusahaan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sinergi antara Program SCORE ILO di Indonesia dengan mitra serikat pekerja telah terbukti menjadi cara yang efektif untuk memastikan UKM dapat menerapkan materi yang diperlukan untuk meningkatkan bisnis, dan bahwa melalui penerapan inisiatif kesetaraan gender, perusahaan mampu meningkatkan kondisi kerja, yang mengarah pada peningkatan produktivitas.

“Kolaborasi antara ILO dan serikat pekerja terus memainkan peran penting dalam memastikan bahwa tujuan bersama kita untuk menciptakan kondisi kerja yang setara dan layak bagi semua dapat tercapai,” ungkap Staf Program ILO, Irham Saifuddin.

Related content

Mengatasi ketidaksetaraan gender dan mempromosikan inklusivitas di perusahaan

COVID-19: Mempromosikan kesetaraan gender

Mengatasi ketidaksetaraan gender dan mempromosikan inklusivitas di perusahaan