COVID-19: Mempromosikan pengembangan keterampilan
Serikat pekerja Indonesia berperan aktif dalam pengembangan keterampilan dan ketenagakerjaan
Serikat pekerja memiliki peran penting dan strategis dalam berkontribusi pada program pengembangan keterampilan dan mengatasi pengangguran muda. Enam konfederasi serikat pekerja, dengan dukungan dari ILO, telah menyusun kertas posisi untuk menjadi bagian dari perumusan peraturan tentang pengembangan keterampilan.
25 Juni 2020
Memahami peran penting serikat pekerja sebagai salah satu aktor utama ketenagakerjaan dalam proses reformasi pendidikan dan pelatihan vokasi serta dalam membentuk strategi pengembangan keterampilan nasional, ILO melalui proyek pengembangan keterampilan telah melibatkan dan mendukung enam konfederasi serikat pekerja untuk menyusun kertas posisi tentang pengembangan keterampilan.
Enam konfederasi serikat pekerja tersebut adalah sebagai berikut: Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia - CAITU (KSPSI- CAITU), Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) dan Konfederasi Serikat Pekerja Muslim Indonesia (K-SABURMUSI).Ini merupakan kontribusi kami terhadap upaya mewujudkan perlindungan dan kepastian kerja di negara ini, seraya di saat yang sama memastikan kualitas tenaga kerja kita agar lebih kompetitif dan produktif."
Rita Shalya, Wakil Sekretaris Jenderal KSPI
Kertas posisi ini mengulas keprihatinan dan rekomendasi serikat pekerja tentang pengembangan keterampilan, yang berkontribusi untuk mengurangi pengangguran muda dan ketidaksesuaian keterampilan di Indonesia. Kertas posisi ini mencakup berbagai masalah terkait keterampilan yang perlu ditangani, dari pelatihan vokasi dan sertifikasi hingga program transisi dari sekolah ke dunia kerja dan layanan ketenagakerjaan publik.
“Ini merupakan kontribusi kami terhadap upaya mewujudkan perlindungan dan kepastian kerja di negara ini, seraya di saat yang sama memastikan kualitas tenaga kerja kita agar lebih kompetitif dan produktif,” kata Rita Shalya, Wakil Sekretaris Jenderal KSPI.
Serikat pekerja memaparkan kertas posisi ini dalam pertemuan tripartit tentang pengembangan keterampilan pada awal tahun ini. Selama pertemuan tersebut, perwakilan pemerintah dan pengusaha mendukung dan menyambut baik inisiatif ini. Sudut pandang pekerja dalam kertas posisi ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan tentang pengembangan keterampilan.Perspektif serikat pekerja yang disampaikan melalui kertas posisi ini sejalan dengan fokus pemerintah pada pengembangan sumber daya manusia dan merupakan masukan yang berguna dalam pengembangan standar kompetensi dan peningkatan produktivitas di Indonesia."
Surya Lukita Warman, Sekretaris Jenderal untuk Produktivitas dan Pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan
“Kami menghargai kontribusi yang diberikan oleh mitra sosial kami. Perspektif serikat pekerja yang disampaikan melalui kertas posisi ini sejalan dengan fokus pemerintah pada pengembangan sumber daya manusia dan merupakan masukan yang berguna dalam pengembangan standar kompetensi dan peningkatan produktivitas di Indonesia,” ujar Surya Lukita Warman, Sekretaris Jenderal untuk Produktivitas dan Pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan.
Apresiasi serupa juga diberikan organisasi pengusaha. “Ini merupakan kontribusi yang sangat konstruktif dari mitra kami, serikat pekerja. Ini harus ditindaklanjuti dengan dialog sosial dan diskusi teknis untuk mengidentifikasi keterampilan yang dibutuhkan dan mengatasi kesenjangan keterampilan,” ungkap Danang Girindrawardana, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).Ini merupakan kontribusi yang sangat konstruktif dari mitra kami, serikat pekerja. Ini harus ditindaklanjuti dengan dialog sosial dan diskusi teknis untuk mengidentifikasi keterampilan yang dibutuhkan dan mengatasi kesenjangan keterampilan."
Danang Girindrawardana, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Dukungan ILO diberikan melalui dua proyek keterampilan: Proyek Keterampilan Industri untuk Pertumbuhan Inklusif (In-Sight) Tahap 2 dan Pelindungan Pengangguran di Indonesia: Bantuan Berkualitas bagi Pekerja yang Terkena Dampak Penyesuaian Kerja (UNIQLO).
Didanai oleh Pemerintah Jepang, proyek In-Sight tahap kedua ini bertujuan untuk mempromosikan mekanisme dan pendekatan praktis yang memungkinkan industri dan tempat kerja menjadi pendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di kawasan Asia.
Didanai oleh perusahaan induk UNIQLO, Fast Retailing Co., Ltd, Proyek ILO-UNIQLO memfasilitasi dialog tripartit dan memberikan bantuan teknis dalam penyusunan sistem perlindungan pengangguran yang efektif dan komprehensif sebagai bagian dari sistem perlindungan sosial. Proyek akan berjalan selama dua tahun hingga 2021.
Related content
Kertas posisi serikat pekerja – serikat buruh: Pengembangan keterampilan untuk memenuhi tantangan lapangan kerja
Konfederasi serikat pekerja tandatangani Komitmen Bersama mendukung prakarsa pengembangan keterampilan dan pembelajaran sepanjang hayat...