Konfederasi serikat pekerja tandatangani Komitmen Bersama mendukung prakarsa pengembangan keterampilan dan pembelajaran sepanjang hayat nasional
Lima konfederasi serikat pekerja menandatangani Komitmen Bersama untuk Agenda Pengembangan Keterampilan dan Pembelajaran Sepanjang Hayat, dengan dukungan dari ILO, yang menekankan peran dan kontribusi penting serikat pekerja dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
26 Januari 2022
dalam gerakan nasional Indonesia untuk mengakses dan meningkatkan keterampilan serta kompetensi sumber daya manusia, terutama kaum muda.
Menandai puncak acara Konferensi, Komitmen ini ditandatangani oleh Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia-ATUC (KSPSI-ATUC), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Rekonsiliasi (KSPSI Rekonsiliasi) , Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Saburmusi) dan Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN).Penandatanganan komitmen bersama serikat pekerja ini merupakan tonggak penting bagi serikat pekerja dalam menemukan cara baru untuk menjamin keamanan kerja dan meningkatkan kesejahteraan pekerja dengan mengadvokasi akses yang lebih baik bagi pengembangan keterampilan berkualitas dan pembelajaran sepanjang hayat."
Tauvik Muhamad, manajer program ILO untuk proyek pengembangan keterampilan yang didanai Jepang (InSight-2)
“Penandatanganan komitmen bersama serikat pekerja ini merupakan tonggak penting bagi serikat pekerja dalam menemukan cara baru untuk menjamin keamanan kerja dan meningkatkan kesejahteraan pekerja dengan mengadvokasi akses yang lebih baik bagi pengembangan keterampilan berkualitas dan pembelajaran sepanjang hayat,” kata Tauvik Muhamad, manajer program ILO untuk proyek pengembangan keterampilan yang didanai Jepang (InSight-2). “Komitmen ini juga menciptakan peluang bagi serikat pekerja dalam mempengaruhi kebijakan pengembangan keterampilan dan tetap relevan dengan berbagai isu terkait pekerjaan masa depan.”
Komitmen Bersama yang disusun dari kertas posisi awal serikat pekerja terkait pengembangan keterampilan kerja yang dirilis pada 2020 menyoroti lima poin utama tentang keterlibatan aktif serikat pekerja di semua tingkatan dalam:
- perumusan kebijakan dan program berbasis kebutuhan terkait pengembangan keterampilan dan pembelajaran sepanjang hayat di tingkat nasional, sektoral industri dan perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.
- penyusunan program pengembangan keterampilan dan pembelajaran sepanjang hayat di tingkat nasional, sektoral industri dan perusahaan untuk membantu pekerja beradaptasi dengan peningkatan digitalisasi, perubahan cepat tren industri dan dunia kerja serta disrupsi ekonomi.
- penyusunan program pengembangan keterampilan dan pembelajaran sepanjang hayat di tingkat nasional, sektoral industri dan perusahaan untuk memastikan hak atas pelatihan ulang dan memperbarui keterampilan untuk menjamin kepastian kerja, peningkatan dan berkontribusi pada pengurangan tingkat pengangguran.
- sinergi dan kemitraan multi-pihak di bidang ketenagakerjaan di tingkat nasional, sektoral industri dan perusahaan, yang disasarkan pada industri manufaktur dan jajsa padat karya, termasuk keterlibatan serikat pekerja dalam badan-badan keterampilan sektor masa depan.
- dimasukkannya program pengembangan keterampilan dan pembelajaran sepanjang hayat di tingkat perusahaan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) perusahaan.
Kazutoshi Chatani, Spesialis Ketenagakerjaan Senior ILO, memberikan komentar tentang peran penting serikat pekerja dalam pengembangan sumber daya manusia. “ILO menghargai aksi konfederasi serikat pekerja, sebagai salah satu aktor ketenagakerjaan utama, yang dapat berkontribusi pada upaya nasional untuk mengatasi tantangan ketenagakerjaan dan terus beradaptasi dengan dunia kerja yang cepat berubah, terutama dalam mengatasi kesenjangan keterampilan, globalisasi dan pekerjaan masa depan,” katanya.
Sebelum penandatanganan Komitmen Bersama dan penyusunan Rencana Aksi, serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas telah dilakukan dengan dukungan dari Biro Kegiatan Pekerja ILO (ACTRAV) dan Proyek ILO terkait Keterampilan Industri untuk Pertumbuhan Inklusif di Indonesia Tahap-2 (InSight-2). Kegiatan yang dilakukan meliputi serangkaian diskusi kelompok terpumpun serta lokakarya berbagi pengetahuan dan konsultasi, mendukung keterlibatan serikat pekerja yang lebih aktif dalam penyusunan strategi kebijakan dan intervensi keterampilan.
Related content
COVID-19: Mempromosikan pengembangan keterampilan
Serikat pekerja Indonesia berperan aktif dalam pengembangan keterampilan dan ketenagakerjaan