Bisnis dan HAM
Sektor elektronik Indonesia merintis inisiatif perilaku bisnis yang bertanggung jawab
ILO dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menjajaki sebuah inisiatif bersama untuk menguji coba penerapan perilaku bisnis yang bertanggung jawab di tingkat perusahaan.
23 Agustus 2024
CIKARANG, Jawa Barat, Indonesia (Berita ILO ) - Untuk mempromosikan perilaku bisnis yang bertanggung jawab di sektor elektronik di Indonesia, ILO bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kawasan Industri di Cikarang, Jawa Barat, menyelenggarakan lokakarya untuk meningkatkan kesadaran tentang standar bisnis dan hak asasi manusia (HAM) internasional serta peraturan nasional yang terus berkembang.
Lokakarya yang diselenggarakan pada 19 Agustus ini dihadiri oleh perwakilan utama perusahaan elektronik di Kawasan Industri BEFA/MN2100, di mana mereka secara aktif terlibat dalam sesi presentasi, kerja kelompok, dan diskusi interaktif selama satu hari penuh mengenai penerapan perilaku bisnis yang bertanggung jawab di tingkat perusahaan.
Inisiatif percontohan ini memainkan peran penting dalam menggarisbawahi perlunya komitmen yang berkelanjutan terhadap perilaku bisnis yang bertanggung jawab di sektor elektronik, khususnya di tingkat perusahaan.
Myra Hanartani, Ketua Komite Regulasi dan Hubungan Kelembagaan Ketenagakerjaan Apindo
Lokakarya ini menghadirkan pembicara kunci dari Kementerian Hukum dan HAM yang menyoroti alat penilaian mandiri PRISMA dan Kementerian Ketenagakerjaan yang memandu para peserta tentang Panduan Norma 100. Kedua kementerian tersebut telah merancang alat bantu ini untuk membantu perusahaan membandingkan standar mereka dengan standar nasional dan internasional.
Selama kerja kelompok, para peserta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang mereka hadapi untuk menerapkan bisnis yang bertanggung jawab di tingkat perusahaan. Mereka juga menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan mekanisme dialog sosial yang ada untuk uji tuntas HAM.
Lokakarya diakhiri dengan komitmen dari perusahaan yang berpartisipasi untuk melakukan inisiatif percontohan perilaku bisnis yang bertanggung jawab di tingkat perusahaan. “Inisiatif percontohan ini memainkan peran penting dalam menggarisbawahi perlunya komitmen yang berkelanjutan terhadap perilaku bisnis yang bertanggung jawab di sektor elektronik, khususnya di tingkat perusahaan,” kata Myra Hanartani, Ketua Komite Regulasi dan Hubungan Kelembagaan Ketenagakerjaan Apindo.
ILO mendukung inisiatif ini melalui Proyek Rantai Pasokan Asia yang Tangguh, Inklusif dan Berkelanjutan (RISSC), yang didanai oleh Pemerintah Jepang-Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan dan Proyek Pengembangan Keterampilan dan Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab di Indonesia, yang didanai oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI).