Praktik baik dari Polibatam dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif dan adil

Komitmen Politeknik Negeri Batam (Polibatam), dengan dukungan ILO, untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif dan adil telah diakui oleh pemerintah Indonesia. Polibatam diundang untuk menunjukkan praktik baiknya dalam acara tiga hari.

7 Oktober 2023

Content also available in: English
Komitmen Politeknik Negeri Batam (Polibatam) dalam mewujudkan kampus yang aman, setara dan inklusif membuat politeknik ini dipilih oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengikuti acara tiga hari yang menunjukkan praktik baik dalam pencegahan pelecehan seksual. Diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 29 September-1 Oktober, acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati dua tahun penerapan Peraturan Mendikbudristek No. 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi.

Peran utama Satgas adalah meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan penanganan pelecehan seksual secara bersama-sama di lingkungan kampus."

Shinta Wahyu Hati, Ketua Satgas Polibatam
Bertajuk POD.Kes, acara tersebut menampilkan serangkaian kegiatan mulai dari pameran, bincang-bincang dan diskusi mengenai pencegahan pelecehan seksual dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dalam acara tersebut, Polibatam memamerkan komik infografis edukasi mengenai pencegahan pelecehan seksual di perguruan tinggi. Komik tersebut menggambarkan betapa pentingnya peran Satuan Tugas (Satgas) Polibatam untuk Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual dalam melindungi korban pelecehan. Komik tersebut menampilkan perjalanan Sefti, anggota gugus tugas, dalam menangani pelecehan seksual secara daring di media sosial.

Satgas Polibatam juga dipilih oleh Kemendikbudristek untuk diwawancarai dan ditampilkan sebagai salah satu praktik baik dalam POD.Kes. Ketua Satgas Polibatam, Shinta Wahyu Hati menjelaskan, Polibatam telah meningkatkan kesadaran seluruh staf, dosen dan mahasiswa tentang kesetaraan gender, inklusivitas dan tindakan untuk melawan pelecehan seksual. “Peran utama Satgas adalah meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan penanganan pelecehan seksual secara bersama-sama di lingkungan kampus,” ujarnya dalam video praktik baik yang ditayangkan.

Video itu juga menampilkan kesaksian Tancis Anantri Simanjuntak, seorang mahasiswa baru Polibatam. Ia menceritakan pengalamannya mengikuti induksi kampus yang juga mencakup sesi informasi yang diberikan oleh Satgas tentang pencegahan dan penanganan pelecehan seksual di lingkungan kampus. Ia pun dapat memperoleh informasi dan pengetahuan ini melalui proyek berbasis pembelajaran (PBL) yang dilaksanakan Polibatam melalui beberapa mata kuiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).

Polibatam merupakan salah satu dari empat politeknik yang didukung ILO untuk mengarusutamakan kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial (GEDSI). ILO mendukung Polibatam dan tiga politeknik lainnya (Politeknik Maritim Negeri Indonesia, Politeknik Negeri Manado dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya) dengan serangkaian program pelatihan, diskusi kelompok terpumpun dan lokakarya yang ditujukan bagi para dosen, mahasiswa, staf administrasi dan staf keamanan pada 2021-2022 yang menjangkau sebanyak 300 orang.

Polibatam telah memberikan contoh yang baik dalam kepemilikan dan mempertahankan program bersama yang juga merupakan mandat Konvensi ILO No. 190 yang mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, inklusif dan adil."

Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia
Serangkaian kegiatan tersebut membuahkan hasil dengan terbentuknya Satgas Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual dan pengintegrasian GEDSI ke dalam sistem pendidikan Polibatam yang antara lain dilakukan melalui PBL. PBL merupakan proses pembelajaran di mana mahasiswa ditugaskan untuk mengembangkan proyek berupa videografis, infografis, video bergerak dan podcast mengenai isu-isu terkait GEDSI.

Dengan mengikuti PBL, siswa tidak perlu mengambil lima mata pelajaran wajib lainnya: Pancasila, Kewarganegaraan, Bahasa, Agama dan Organisasi. Selain itu, sejak tahun 2022, Polibatam telah melaksanakan program induksi yang mencakup sosialisasi mengenai pencegahan dan penanganan pelecehan seksual serta mekanisme pelaporannya.

“Saya sangat memotivasi Polibatam untuk menjadi kampus yang aman bagi seluruh civitas akademika tanpa adanya diskriminasi, kekerasan dan pelecehan seksual,” kata Uuf Brajawidagda, mantan Direktur Polibatam yang menegaskan komitmen Polibatam saat peresmian Standar Prosedur Simulasi Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual tahun lalu.

Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia, mengapresiasi komitmen berkelanjutan Polibatam dalam memastikan terciptanya lingkungan kampus yang aman. Komitmen ini sejalan dengan Konvensi terbaru ILO No. 190 tentang Kekerasan dan Pelecehan. Konvensi ini merupakan perjanjian internasional pertama yang mengakui hak setiap orang atas dunia kerja yang terbebas dari kekerasan dan pelecehan, termasuk kekerasan dan pelecehan berbasis gender.

“ILO mengucapkan selamat kepada mitra kami, Polibatam, atas pengakuan pemerintah terhadap komitmen dan praktik baik dalam mendukung implementasi keputusan menteri dan pedoman GEDSI ILO secara berkelanjutan. Polibatam telah memberikan contoh yang baik dalam kepemilikan dan mempertahankan program bersama yang juga merupakan mandat Konvensi ILO No. 190 yang mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, inklusif dan adil,” kata Michiko.

Dukungan ILO diberikan oleh program Skills for Prosperity (SfP) di Indonesia yang didanai oleh pemerintah Inggris. Berakhir pada Agustus 2023, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kebijakan dan sistem pengembangan keterampilan di negara ini serta meningkatkan kemampuan kerja dan kesiapan masa depan bagi perempuan dan laki-laki muda, termasuk mereka yang berasal dari kelompok kurang beruntung yang ingin mengejar dan menapakkan karier di industri maritim.