Pekerjaan layak menjadi agenda Direktur Jenderal ILO di Indonesia
Guy Ryder menanggapi permasalahan ketenagakerjaan dalam pertemuan dengan pengusaha, pekerja dan pemerintah selama kunjungan tiga hari.
10 Desember 2014
Content also available in:
English
JAKARTA (Berita ILO): Direktur Jenderal Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO), Guy Ryder, akan membahas mengenai berbagai permasalahan ketenagakerjaan, termasuk pekerjaan yang layak, di Indonesia saat melakukan pertemuan yang diadakan Kementerian Ketenagakerjaan pada Kamis, 11 Desember.
Konstituen tripartite utama ILO akan turut serta dalam pertemuan ini, termasuk Menteri Tenaga Kerja dan jajarannya, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan para Pemimpin Konfederasi Serikat Pekerja.
“Saya senang dapat mengunjungi Indonesia untuk pertama kalinya dan bertemu dengan para actor ketenagakerjaan utama Negara ini. Sebagai negara dengan penghasilan menengah, Indonesia memainkan peran penting dalam perekonomian dan ketenagakerjaan di Asia,” kata Ryder. “Saya juga menghargai tekad yang diperlihatkan pemerintah, organisasi pengusaha dan pekerja dalam menempatkan pekerjaan yang layak sebagai tujuan di negara ini,” ia menambahkan.
Pertemuan akan membahas mengenai langkah-langkah untuk memperkuat hubungan antara ILO dan Pemerintah Indonesia serta para pemangku kepentingan lainnya dalam memastikan pekerjaan yang lakayak untuk semua. Para peserta juga akan membahas mengenai bagaimana ILO dapat memfasilitasi dialog dan kerja sama lainnya antara pekerja dan pengusaha.
Momentum penting
Sementara itu, mengomentari kunjungan ini, Peter van Rooij, Direktur ILO di Indonesia, mengatakan “kunjungan ini mewakili memontum penting bagi ILO dan Indonesia, khususnya bagi cabinet baru Pemerintah Indonesia.”
Ryder, yang akan mengunjungi Indonesia dari 10-13 Desember, akan memberikan selamat bagi Menteri Ketenagakerjaan baru, Hanif Dhakiri, atas peran barunya.
Indonesia dan ILO telah menjalin kerja sama erat sejak negara ini menjadi negara anggota ILO pada 12 Juni 1950. Hingga saat ini, Indonesia telah meratifikasi sekitar 19 Konvensi ILO. Indonesia juga merupakan negara pertama di Asia dan kelima di dunia yang meratifikasi seluruh Konvensi mendasar.
Untuk pertanyaan dan pengaturan wawancara, hubungi:
Gita Lingga, Staf Komunikasi ILO, Tel.: +6221 391 3112 ext. 115, Mobile: +628158845833, Email: [email protected]
Dyah R. Sudarto, Staf ILO, Tel.: +6221 391 3112 ext. 116, Email: [email protected]
Konstituen tripartite utama ILO akan turut serta dalam pertemuan ini, termasuk Menteri Tenaga Kerja dan jajarannya, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan para Pemimpin Konfederasi Serikat Pekerja.
“Saya senang dapat mengunjungi Indonesia untuk pertama kalinya dan bertemu dengan para actor ketenagakerjaan utama Negara ini. Sebagai negara dengan penghasilan menengah, Indonesia memainkan peran penting dalam perekonomian dan ketenagakerjaan di Asia,” kata Ryder. “Saya juga menghargai tekad yang diperlihatkan pemerintah, organisasi pengusaha dan pekerja dalam menempatkan pekerjaan yang layak sebagai tujuan di negara ini,” ia menambahkan.
Pertemuan akan membahas mengenai langkah-langkah untuk memperkuat hubungan antara ILO dan Pemerintah Indonesia serta para pemangku kepentingan lainnya dalam memastikan pekerjaan yang lakayak untuk semua. Para peserta juga akan membahas mengenai bagaimana ILO dapat memfasilitasi dialog dan kerja sama lainnya antara pekerja dan pengusaha.
Momentum penting
Sementara itu, mengomentari kunjungan ini, Peter van Rooij, Direktur ILO di Indonesia, mengatakan “kunjungan ini mewakili memontum penting bagi ILO dan Indonesia, khususnya bagi cabinet baru Pemerintah Indonesia.”
Ryder, yang akan mengunjungi Indonesia dari 10-13 Desember, akan memberikan selamat bagi Menteri Ketenagakerjaan baru, Hanif Dhakiri, atas peran barunya.
Indonesia dan ILO telah menjalin kerja sama erat sejak negara ini menjadi negara anggota ILO pada 12 Juni 1950. Hingga saat ini, Indonesia telah meratifikasi sekitar 19 Konvensi ILO. Indonesia juga merupakan negara pertama di Asia dan kelima di dunia yang meratifikasi seluruh Konvensi mendasar.
Untuk pertanyaan dan pengaturan wawancara, hubungi:
Gita Lingga, Staf Komunikasi ILO, Tel.: +6221 391 3112 ext. 115, Mobile: +628158845833, Email: [email protected]
Dyah R. Sudarto, Staf ILO, Tel.: +6221 391 3112 ext. 116, Email: [email protected]