COVID-19: Mempromosikan pengembangan keterampilan

Mempersiapkan kaum muda dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan dan kewirausahaan

Pengangguran muda menjadi permasalahan besar di Indonesia. Peningkatan keterampilan untuk pekerjaan dan kewirausahaan dapat membantu kaum muda Indonesia keluar dari pengangguran.

16 September 2020

Content also available in: English
Keterampilan apa yang dibutuhkan untuk bekerja? Keterampilan apa yang dibutuhkan untuk berwirausaha? Apa yang harus disiapkan agar relevan dengan dunia kerja dan kewirausahaan yang terus berubah?

Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Yogi Hidayat, 25 tahun, Indah Adni, 22 tahun dan Diana Lestari, 23 tahun dalam acara Bincang-bincang Muda yang bertajuk “Pengembangan Keterampilan untuk Pekerjaan dan Kewirausahaan”, yang diselenggarakan oleh ILO dan GRID Network, sebuah jaringan media terkemuka di Indonesia, pada 12 September.

Sebagai bagian dari festival muda bertajuk “Reconnect”, bincang-bincang muda bertujuan untuk menangkap suara kaum muda Indonesia terkait pengembangan keterampilan dan untuk memberdayakan mereka dengan wawasan baru yang menginspirasi tentang kemampuan kerja dan kewirausahaan muda. Bincang-bincang muda ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kaum muda yang dilakukan oleh GRID Network untuk memperingati Hari Pemuda Internasional pada 12 Agustus hingga 26 September.

Pengembangan keterampilan adalah kunci untuk pekerjaan dan kewirausahaan. Kita perlu terus meningkatkan keterampilan berdasarkan kebutuhan industri. Sedangkan untuk bisnis, kita harus memiliki kemampuan untuk membangun hubungan dan berkolaborasi dengan orang-orang yang memiliki keahlian khusus yang kita butuhkan untuk bisnis kita."

Tendy Gunawan, staf program ILO untuk ketenagakerjaan muda
Acara bincang-bincang tersebut menghadirkan Lia Ganni, seorang pekerja dan pengusaha muda, dan Tendy Gunawan, staf program ILO untuk ketenagakerjaan muda, yang berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka tentang pentingnya peningkatan keterampilan untuk pekerjaan dan kewirausahaan.

“Pengembangan keterampilan adalah kunci untuk pekerjaan dan kewirausahaan. Kita perlu terus meningkatkan keterampilan berdasarkan kebutuhan industri. Sedangkan untuk bisnis, kita harus memiliki kemampuan untuk membangun hubungan dan berkolaborasi dengan orang-orang yang memiliki keahlian khusus yang kita butuhkan untuk bisnis kita,” kata Tendy dihadapan 130 peserta berusia 18-25 tahun.

Sementara Lia mengisahkan perjalanan memulai bisnis yang diawali berdasarkan minat dan keterampilan yang dimilikinya sejak tahun 2019. Masih bekerja hingga saat ini sebagai staf pemasaran, ia telah memadukan pekerjaannya dengan bisnis kuliner bernama Momomaru. “Bersama rekan bisnis saya, kami membangun bisnis ini berdasarkan minat kami dalam kuliner. Perusahaan tempat saya bekerja sekarang sangat mendukung bisnis saya dan penyelia saya bahkan suka membagikan strategi bisnisnya,” ungkapnya.

Baik Tendy maupun Lia menyarankan para peserta muda untuk melihat prospek pekerjaan dan bisnis mereka. “Pada akhirnya kita perlu memutuskan mana yang ingin kita lakukan dan fokuskan karena kita bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan dengan hasil yang terbaik,” kata Tendy.

Kita harus terus mencari peluang dan cara untuk meningkatkan daya tawar kita baik sebagai pekerja maupun pengusaha."

Lia Ganni, seorang pekerja dan pengusaha muda
Namun, Lia mengakui keputusan itu tidak mudah. “Saya sempat berpikir untuk meninggalkan pekerjaan saya karena bisnis kami semakin berkembang dan bahkan telah membuka cabang beberapa bulan lalu. Tapi karena pandemi COVID-19, saat ini saya memutuskan untuk melanjutkan keduanya,” ujarnya.

Untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja yang cepat, Tendy mengingatkan para peserta muda agar terus berupaya meningkatkan keterampilan dan memanfaatkan teknologi. “Salah satu program untuk meningkatkan keterampilan agar sesuai dengan kebutuhan industri adalah pemagangan. Melalui program ini, misalnya, kamu dapat belajar keterampilan yang dibutuhkan industri, termasuk kemajuan teknologi yang dipergunakan industri.”

Lia menambahkan perlunya pembelajaran seumur hidup. “Kita harus terus mencari peluang dan cara untuk meningkatkan daya tawar kita baik sebagai pekerja maupun pengusaha.”

Acara bincang-bincang muda ini merupakan bagian dari program pengembangan keterampilan ILO, yang memberikan dukungan kepada Indonesia dalam mempersiapkan generasi mudanya melalui keterampilan berbasis industri. Dukungan ILO juga diberikan oleh dua proyek keterampilannya: Proyek Keterampilan Industri untuk Pertumbuhan Inklusif (In-Sight) Tahap II dan Proyek Bantuan Berkualitas bagi Pekerja yang Terkena Dampak Penyesuaian Kerja (UNIQLO).

Didanai oleh Pemerintah Jepang, tahap kedua Proyek In-Sight ini bertujuan untuk mempromosikan mekanisme dan pendekatan praktis yang memungkinkan industri dan tempat kerja menjadi pendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di kawasan Asia.

Didanai oleh perusahaan induk UNIQLO, Fast Retailing Co., Ltd, Proyek ILO/UNIQLO memfasilitasi dialog tripartit dan memberikan bantuan teknis untuk merumuskan skema tunjangan pengangguran yang efektif dan komprehensif sebagai bagian dari sistem perlindungan sosial. Proyek ini akan berjalan selama dua tahun hingga 2021.

Related content

Menarik perhatian untuk pekerjaan: Pentingnya penjenamaan bagi pencari kerja

COVID-19: Mempromosikan pengembangan keterampilan

Menarik perhatian untuk pekerjaan: Pentingnya penjenamaan bagi pencari kerja

Dari pandemi ke peluang bisnis

Dampak kami, suara mereka

Dari pandemi ke peluang bisnis