Ekonomi perawatan

Media dalam aksi: Memperkaya liputan tentang pekerjaan perawatan di Indonesia

ILO dan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Jakarta menyelenggarakan serangkaian kegiatan media guna mendukung penerapan Peta Jalan Ekonomi perawatan Indonesia.

2 Juli 2025

Content also available in: English
A group of people sitting facing a screen
© AJI Jakarta
© AJI Jakarta
Pelatihan media menghadirkan 31 jurnalis dari media organisasi daring,cetak dan elektronik di tingkat daerah dan nasional di Indonesia. 1/2025

JAKARTA, Indonesia (Berita ILO) - Kompilasi liputan berita yang baru-baru ini diterbitkan oleh Program Ekonomi Perawatan ILO, bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Jakarta, merupakan bagian dari inisiatif komprehensif untuk mempromosikan dan meningkatkan kesadaran akan tujuh prioritas yang tertuang di dalam Peta Jalan Ekonomi Perawatan Indonesia 2025–2045. Ini diluncurkan bersamaan dengan peresmian Kelompok Kerja Ekonomi Perawatan di Jakarta pada akhir Juni. Publikasi ini merupakan hasil dari serangkaian kegiatan pelibatan media selama lima bulan yang diselenggarakan dari Desember 2024 hingga Mei 2025.

Serangkaian kegiatan ini dimulai dengan pertemuan editor yang dihadiri oleh 12 redaktur dan editor senior dari berbagai media nasional dan regional. Pertemuan dibuka dengan pemutaran video eksperimental ILO tentang pekerjaan perawatan, yang menggambarkan bagaimana perempuan sering kali meninggalkan pekerjaan mereka untuk merawat anak-anak atau orang tua lanjut usia, menghabiskan ratusan jam setiap minggu untuk tugas-tugas perawatan yang tidak dibayar, seraya menyeimbangkan antara pekerjaan dan tugas perawatan.

Pelibatan media memainkan peran penting dalam mendukung pemerintah menerapkan Peta Jalan Ekonomi Perawatan 2025-2045.

Early Dewi Nuriana, Program Koordinator ILO untuk Ekonomi Perawatan

Dalam pertemuan tersebut, para editor mengakui bahwa ekonomi perawatan, terlepas dari signifikansi sosial dan ekonominya, masih kerap diabaikan di media arus utama. Mereka menyoroti beban pengasuhan, yang sebagian besar ditanggung oleh perempuan, dan perjuangan untuk menyeimbangkan pekerjaan berbayar dengan pekerjaan perawatan tak berbayar. Mereka sepakat bahwa media harus memperdalam pemahamannya tentang isu-isu terkait perawatan untuk mendukung upaya kebijakan, menantang norma gender, mendorong partisipasi perempuan yang lebih besar di dunia kerja dan memperkuat kisah-kisah yang menghadirkan visibilitas dan empati terhadap pekerjaan perawatan.

Pertemuan editor dilanjutkan dengan pelatihan media, yang mempertemukan 31 jurnalis dari media daring, cetak dan elektronik daerah dan nasional. Selama dua hari, mereka mempelajari peran pemerintah dalam memprioritaskan ekonomi perawatan dalam rencana pembangunan nasional, peran sektor swasta dalam mendukung ekonomi perawatan melalui peraturan dan fasilitas perusahaan yang mendukung seperti tempat penitipan anak, serta peran pekerja perawatan untuk diakui sebagai pekerja.

A woman standing
© AJI Jakarta
© AJI Jakarta
Early D. Nuriana, Koordinator Program ILO mengenai Ekonomi Perawatan, menegaskan peran media dalam mendukung pelaksanaan Peta Jalan 2025-2045,

Pelatihan ini juga memberikan kesempatan bagi para jurnalis untuk mendapatkan "pengalaman nyata" menggunakan Simulator Investasi Kebijakan Perawatan ILO, sebuah perangkat daring yang membantu menganalisis dampak berbagai kebijakan perawatan terhadap penciptaan lapangan kerja, kesetaraan gender dan perekonomian. Simulator ini membantu para jurnalis mengeksplorasi dampak berbagai kebijakan perawatan, seperti cuti hamil, cuti ayah dan cuti orang tua, serta investasi dalam layanan pengasuhan anak dan perawatan jangka panjang. Simulator ini juga menghitung investasi yang dibutuhkan untuk berbagai opsi kebijakan dan menganalisis potensi dampaknya terhadap ketenagakerjaan, kesetaraan gender (termasuk mengurangi kesenjangan upah gender) dan perekonomian secara keseluruhan.

Early Dewi Nuriana, Koordinator Program Ekonomi Perawatan ILO, menyatakan bahwa media berperan penting dalam membentuk persepsi publik tentang isu-isu terkait ekonomi perawatan, yang dapat memengaruhi kebijakan dan praktik. “Dengan menyadari nilai ekonomi dari pekerjaan perawatan, penting bagi masyarakat kita untuk secara bertahap mengubah persepsi dan pola pikir mengenai pentingnya pekerjaan perawatan bagi kesejahteraan semua individu dalam keluarga dan produktivitas kerja bagi pekerja laki-laki maupun perempuan. Pelibatan media memainkan peran penting dalam mendukung pemerintah menerapkan Peta Jalan Ekonomi Perawatan 2025-2045,” ujar Early.

Meningkatkan peliputan ekonomi perawatan

Children playing
© Indriani/Antara
© Indriani/Antara
Layanan pengasuhan anak publik melayani pera pedagangan di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Indonesia sebagai bagian dari liputan mendalam oleh Kantor Berita Antara.

Program pelatihan ditutup dengan pengajuan dan seleksi ide-ide peliputan ekonomi perawatan sebagai bagian dari program beasiswa media. Program beasiswa ini bertujuan untuk melibatkan dan mendukung jurnalis dan profesional media dalam menghasilkan liputan berkualitas tentang ekonomi perawatan di Indonesia. Dari 31 proposal yang diajukan, 10 proposal terpilih. Para peserta mendapatkan dukungan editorial dari para profesional media senior sebagai mentor untuk menghasilkan dan menerbitkan serangkaian liputan mendalam tentang ekonomi perawatan dalam jangka waktu dua bulan.

Dengan membekali mereka dengan pengetahuan, perangkat dan wawasan, kami berupaya memberdayakan media dalam memberikan liputan yang lebih bernuansa, akurat dan konsisten mengenai isu-isu terkait ekonomi perawatan.

Gita Lingga, Staf Komunikasi Senior ILO

Titis Anis Fauziyah, jurnalis Kompas.com di Semarang, Jawa Tengah, menulis tentang inisiatif Gerakan Pria Peduli Perempuan dan Anak (Garpu Perak), sebuah organisasi yang bertujuan untuk melibatkan laki-laki dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan mendorong peran ayah yang lebih besar dalam pengasuhan anak, khususnya melalui khotbah Jumat. Sementara Indriani, jurnalis Antaranews.com, melaporkan keberhasilan inisiatif penyediaan layanan penitipan anak yang berkualitas, terjangkau dan mudah diakses di Yogyakarta. Artikelnya menampilkan dua contoh: sebuah tempat penitipan anak publik yang melayani pedagang di Pasar Beringharjo dan tempat penitipan anak swasta Seri Derma yang berlokasi di Umbulharjo.

“Melalui program-program pelibatan media ini, tujuan kami adalah menumbuhkan komitmen dan kapasitas di antara organisasi dan profesional media, mulai dari pemimpin redaksi hingga wartawab lapangan,” ujar Gita Lingga, Staf Komunikasi Senior ILO. “Dengan membekali mereka dengan pengetahuan, perangkat dan wawasan, kami berupaya memberdayakan media dalam memberikan liputan yang lebih bernuansa, akurat dan konsisten mengenai isu-isu terkait ekonomi perawatan, memperkuat suara para pekerja perawatan, menyoroti perkembangan kebijakan dan menyikapi tantangan sistemik.”

Additional details

References

  • DN/23/01/RBS

Related content

KemenPPPA dan ILO luncurkan Pokja Ekonomi Perawatan untuk perkuat sistem ekonomi perawatan Indonesia
Eight people standing on the stage

Siaran pers

KemenPPPA dan ILO luncurkan Pokja Ekonomi Perawatan untuk perkuat sistem ekonomi perawatan Indonesia

Mendorong kemajuan: Media Indonesia mendukung penerapan ekonomi perawatan
Publication cover

Ekonomi perawatan

Mendorong kemajuan: Media Indonesia mendukung penerapan ekonomi perawatan