Participants of the financial education training programme for fishers and their families in Pemalang, Central Java, Indonesia, during one of the sessions.

Keterampilan keuangan membantu komunitas anak buah kapal perikanan migran di Indonesia membangun ketahanan finansial

Program pelatihan pendidikan keuangan ILO membantu anak buah kapal perikanan migran Indonesia dan keluarga mereka agar lebih terlindungi secara finansial, produktif dan tangguh menghadapi kerja paksa di laut.

16 Juli 2024

The Financial education training programme for fishers and their families in Pemalang, Central Java, Indonesia held for three days from 8-10 July 2024. © SPPI/ILO
Content also available in: English

PEMALANG, Jawa Tengah, Indonesia (Berita ILO ) - Anak buah kapal (ABK) perikanan migran Indonesia rentan terhadap biaya perekrutan yang berlebihan dan jeratan utang. Para ABK kapal perikanan umumnya mengambil pinjaman agar dapat bekerja di luar negeri, dengan sedikit pertimbangan mengenai jumlah pinjaman yang telah mereka kumpulkan.

Untuk membekali para calon ABK kapal perikanan migran dan keluarga mereka dengan keterampilan keuangan, Program 8.7 Accelarator Lab ILO menyelenggarakan kegiatan pelatihan pendidikan keuangan selama tiga hari pada 8-10 Juli bagi 25 calon ABK kapal perikanan migran dan keluarga mereka di Pemalang, Jawa Tengah. Dengan menggunakan modul Pendidikan Keuangan ILO, mereka belajar tentang pentingnya pengelolaan dan perencanaan keuangan keluarga.

Program pelatihan literasi keuangan bagi calon ABK kapal perikanan migran dan keluarganya ini sangat relevan dengan program Disnakertrans Pemalang untuk memaksimalkan dampak positif remitansi melalui perilaku belanja yang produktif dan cerdas.

Umroni, Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemalang

Materi pelatihan Pendidikan Keuangan ILO mencakup berbagai topik praktis, termasuk perencanaan anggaran, manajemen tabungan, pengeluaran yang bijaksana, pinjaman yang bijaksana dan manajemen risiko yang efektif, yang sangat penting untuk membangun dasar yang kuat dalam hal keterampilan keuangan. Penerima manfaat juga mendapatkan akses ke alat pengelolaan keuangan melalui buku kerja komprehensif yang menyertai program pelatihan mereka yang mencakup templat anggaran, daftar pertanyaan untuk ditanyakan kepada lembaga keuangan, daftar istilah, alat bantu pelatihan dan sejenisnya.

"Dengan meningkatkan literasi keuangan mereka, para ABK kapal perikanan migran dan keluarga mereka dapat menemukan peluang-peluang baru dan menabung untuk masa depan. Yang terpenting, peningkatan literasi keuangan dapat membantu mereka keluar dari jeratan utang, yang merupakan indikator utama terjadinya kerja paksa," ujar Muhamad Nour, Koordinator Nasional Program 8.7 Accelerator Lab ILO di Indonesia.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Ilyas Pangestu, Ketua Umum Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI), mitra ILO dalam pelaksanaan pelatihan ini. "Diharapkan program pelatihan ini dapat mempersiapkan anggota kami, khususnya para ABK kapal perikanan migran dan keluarganya, untuk mengelola keuangan dengan bijak, merencanakan bisnis dan melindungi diri mereka dari hutang."

Ia juga menyatakan bahwa pencatatan keuangan secara teratur akan memungkinkan para ABK kapal perikanan migran dan keluarganya untuk mengembangkan kebiasaan pengelolaan keuangan yang baik yang pada gilirannya akan meningkatkan tidak hanya kesejahteraan keluarga, tetapi juga komunitas migran.

Demikian pula, Umroni, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Pemalang, sangat mengapresiasi relevansi program pelatihan ini dengan program-program Dinas Tenaga Kerja Pemalang. "Program pelatihan literasi keuangan bagi calon ABK kapal perikanan migran dan keluarganya ini sangat relevan dengan program Disnakertrans Pemalang untuk memaksimalkan dampak positif remitansi melalui perilaku belanja yang produktif dan cerdas."

Participants of financial education training programme for fishers and their families actively involve in the group discussion.
© SPPI/ILO
© SPPI/ILO
Para ABK kapal perikanan migran dan keluarganya yang berpartisipasi dalam pelatihan secara aktif terlibat dalam diskusi kelompok selama pelatihan keuangan ILO yang diadakan di Pemalang, Jawa Tengah pada Juli 2024.

Selama program pelatihan, para ABK kapal perikanan migran yang berpartisipasi dan keluarga mereka secara aktif belajar bagaimana mengelola uang mereka secara bijak dengan membuat rencana anggaran dan menjadi pembelanja yang cerdas. Mereka juga mempelajari berbagai jenis produk tabungan dan kredit, serta belajar tentang operator pengiriman uang dan bagaimana cara mengirim dan menerima uang dengan aman.

Yang terpenting, peningkatan literasi keuangan dapat membantu mereka keluar dari jeratan utang, yang merupakan indikator utama terjadinya kerja paksa.

Muhamad Nour, Koordinator Nasional Program 8.7 Accelerator Lab ILO di Indonesia

Untuk terus membantu para ABK kapal perikanan migran dan keluarga mereka yang berpartisipasi dalam pelatihan ini menerapkan apa yang telah mereka pelajari, Nour menjelaskan bahwa draf akhir dari adaptasi buklet pelatihan untuk nelayan dan keluarga mereka sekarang sedang ditinjau oleh Program Keuangan Sosial ILO berkoordinasi dengan Program 8.7 Accelerator Lab ILO. "Melalui adaptasi ini, Materi Pendidikan Keuangan ILO telah diadaptasi berdasarkan target penerima manfaat kami, kebiasaan keuangan dan konteks budaya mereka," pungkasnya.

Terletak di daerah pesisir, Kabupaten Pemalang di Jawa Tengah terkenal dengan industri perikanan dan potensi perikanannya. Pemalang juga merupakan rumah bagi 28 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan 22 agensi pengerah tenaga kerja yang telah mengirim 892 warga Pemalang bekerja di luar negeri sebagai pekerja migran dan 2.596 orang sebagai ABK.

Dukungan ILO diberikan melalui Program 8.7 Accelerator Lab, yang dirancang untuk mempercepat kemajuan menuju penghapusan kerja paksa dan pekerja anak. Negara-negara sasaran yang telah dipilih untuk mengimplementasikan intervensi Multi Partner Fund di sektor perikanan adalah Indonesia, Afrika Selatan dan Ghana serta Republik Demokratik Kongo untuk sektor pertambangan.