Ekonomi perawatan
Kampanye ekonomi perawatan Indonesia melalui film dokumenter
Melalui serangkaian film dokumenter yang menggugah, ILO mendukung pelaksanaan Peta Jalan Ekonomi Perawatan Indonesia.
10 Juli 2025
JAKARTA, Indonesia (Berita ILO) - Lebih dari 650 peserta, baik secara langsung maupun daring, menghadiri peluncuran video dokumenter ILO tentang ekonomi perawatan sejalan dengan peresmian Kelompok Kerja Ekonomi Perawatan. Acara ini diselenggarakan bersama oleh ILO dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jakarta pada akhir Juni. Video-video ini juga menjadi bagian dari materi kampanye Kelompok Kerja untuk mempromosikan dan mengimplementasikan inisiatif dan kebijakan ekonomi perawatan di Indonesia.
Bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, film dokumenter ini dikembangkan untuk mendukung implementasi tujuh prioritas yang tercantum dalam Peta Jalan Ekonomi Perawatan Indonesia 2025–2045. Prioritas-prioritas tersebut meliputi: 1. Layanan pengasuhan anak; 2. Layanan lansia dan perawatan jangka panjang; 3. Layanan perawatan terpadu; 4. Cuti melahirkan; 5. Cuti ayah; 6. Pekerjaan layak bagi pekerja perawatan; dan 7. Perlindungan sosial bagi pekerja di sektor ekonomi perawatan.
“ILO dengan bangga mempersembahkan tiga film dokumenter, yang memperlihatkan bahwa investasi dalam pekerjaan perawatan membantu menutup kesenjangan gender dalam pekerjaan, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas dengan memberikan waktu bagi perempuan, yang secara tidak proporsional menanggung beban pekerjaan perawatan tak berbayar, untuk berpartisipasi dalam dunia kerja. Kami juga berharap film dokumenter ini akan memperkuat kampanye yang sedang berlangsung tentang pekerjaan perawatan di negara ini,” ujar Early Dewi Nuriana, Koordinator Program ILO untuk Ekonomi Perawatan.
"Perjalanan seorang bapak rumah tangga" mendorong keterlibatan laki-laki yang lebih besar dalam pekerjaan perawatan. Film dokumenter ini menceritakan kisah seorang bapak rumah tangga yang memilih untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak-anaknya, seraya mendorong istrinya untuk berkarier. Video ini menyoroti tantangan dan stigma yang ia hadapi, baik dari keluarga maupun komunitas. Film ini juga menggambarkan bahwa pekerjaan perawatan dapat dibagi antara perempuan dan laki-laki, berdasarkan kesepakatan bersama dalam rumah tangga.
Video kedua, berjudul "Rumah untuk Anakku", menunjukkan bahwa pengembangan layanan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini yang mudah diakses, terjangkau dan berkualitas dapat secara signifikan meningkatkan partisipasi perempuan di dunia kerja. Film dokumenter ini mengisahkan seorang ibu tunggal yang bekerja sebagai pedagang di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Ketersediaan tempat penitipan anak yang berkualitas, dekat dan terjangkau, didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, memungkinkan para ibu yang bekerja di pasar untuk menitipkan anak-anak mereka di tempat yang aman, sehingga mereka dapat fokus mencari nafkah, menjalankan pekerjaan dan tetap aktif di pasar tenaga kerja.
Film dokumenter "Perawatan Lansia: Yang Terlihat dan Tak Terlihat” bertujuan untuk menyoroti pentingnya memperkuat layanan perawatan lansia dan perawatan jangka panjang, sekaligus mengakui perlunya pekerjaan layak bagi para pekerja perawatan. Film ini mengisahkan dua bentuk perawatan lansia: satu yang disediakan secara informal oleh anggota keluarga, dan yang dilakukan oleh pekerja perawatan profesional. Film ini membandingkan pengalaman lansia yang menerima perawatan di rumah dengan mereka yang berada di layanan perawatan lansia terpadu. Film ini juga mengeksplorasi tantangan yang dihadapi keluarga dalam menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dengan tugas mengasuh.
Related content
Siaran pers
KemenPPPA dan ILO luncurkan Pokja Ekonomi Perawatan untuk perkuat sistem ekonomi perawatan Indonesia
Ekonomi perawatan
Mendorong kemajuan: Media Indonesia mendukung penerapan ekonomi perawatan
Ekonomi perawatan
Kampanye “Dukungan Perawatan” ILO-KBR Media tingkatkan kesadaran akan ekonomi perawatan Indonesia