Transisi energi berkeadilan

Indonesia perkuat Jalur Transisi Berkeadilan di wilayah batu bara Kalimantan Timur

ILO melalui proyek IKI-JET terus mendorong transisi energi yang berkeadilan di Indonesia dengan membekali para pemangku kepentingan dengan panduan praktis untuk mendukung pekerja dan masyarakat di wilayah yang bergantung pada batu bara.

29 Juni 2026

Miners in East Kalimantan, Indonesia. © Cassidy K. / ILO
Content also available in: English

BALIKPAPAN, Indonesia (Berita ILO) – Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), melalui proyek Inisiatif Inovasi Kawasan untuk Transisi Energi Berkeadilan (IKI-JET), menyelenggarakan lokakarya pada 23–25 Juni di Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk memperkenalkan Panduan Praktis Strategi Transisi yang Berkeadilan bagi Wilayah Penghasil Batu Bara serta mendukung upaya para pembuat kebijakan dalam merencanakan Transisi Energi Berkeadilan di Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung pada momentum yang tepat. Pada pekan yang sama, dalam London Climate Action Week, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres menyerukan percepatan transisi menuju energi bersih yang berlangsung secara adil dan setara, guna menciptakan stabilitas, meningkatkan ketahanan energi dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

Prioritas kita sekarang adalah mempertahankan momentum ini dengan terus bekerja sama agar transisi mampu menciptakan peluang ekonomi baru, melindungi mata pecarian dan tidak meninggalkan siapa pun.

Simrin Singh, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste

Sejalan dengan seruan tersebut, lokakarya ini berfokus pada strategi-strategi praktis untuk memastikan bahwa transisi energi Indonesia mampu menciptakan pekerjaan yang layak, memperkuat ketahanan masyarakat dan tidak meninggalkan seorang pun.

Lokakarya ini mempertemukan perwakilan pemerintah pusat dan daerah, organisasi pengusaha dan pekerja, dunia usaha, kalangan akademisi, organisasi masyarakat sipil serta masyarakat hukum adat untuk membahas pendekatan-pendekatan praktis dalam mendukung jalur transisi yang berpusat pada manusia di wilayah-wilayah Indonesia yang bergantung pada batu bara.

Kalimantan Timur dipilih sebagai fokus kegiatan ini karena memiliki keterkaitan ekonomi yang kuat dengan aktivitas pertambangan batu bara serta diperkirakan akan mengalami transformasi sosial dan ekonomi yang signifikan seiring dengan pelaksanaan agenda transisi energi Indonesia. Melalui lokakarya ini, para peserta mengidentifikasi berbagai risiko, peluang dan prioritas kebijakan, sekaligus mengeksplorasi bagaimana Panduan Praktis tersebut dapat mendukung proses perencanaan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lokal.

A group of people in the group work
© ILO
© ILO
Selama lokakarya, para peserta mengidentifikasi berbagai rekomendasi untuk memastikan Panduan ini sesuai dengan realita dan kebutuhan dari wilayah Indonesia yang bergantung pada batu bara, khususnya Kalimantan Timur. 06/2026

Dalam sambutan pembukaannya, Simrin Singh, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, menekankan pentingnya menerapkan pendekatan yang berpusat pada manusia dalam transisi energi yang berkeadilan di Indonesia. Ia menyoroti lima prioritas utama untuk mewujudkan transisi yang berkeadilan di wilayah bergantung pada batu bara, yaitu perencanaan yang efektif, dialog sosial yang kuat, diversifikasi ekonomi, pengembangan keterampilan dan perlindungan sosial.

"Kalimantan Timur telah menunjukkan kemajuan penting menuju transisi energi yang berkeadilan. Kelima unsur tersebut sangat penting untuk memastikan bahwa transisi ini menciptakan peluang bagi para pekerja dan masyarakat sekaligus meminimalkan potensi dampak sosial dan ekonomi," ujar Simrin. "Prioritas kita sekarang adalah mempertahankan momentum ini dengan terus bekerja sama agar transisi mampu menciptakan peluang ekonomi baru, melindungi mata pecarian dan tidak meninggalkan siapa pun."

Dikembangkan oleh ILO bekerja sama dengan IE iGDP Just Transition Observatory (Institute for Global Decarbonization Progress), sebuah platform global yang memajukan pengetahuan, pengembangan kebijakan dan pembangunan kapasitas untuk transisi berkeadilan di IE University, Madrid, Spanyol, Panduan Praktis ini bertujuan mendukung pemerintah, organisasi pengusaha dan pekerja, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam merancang dan menerapkan strategi transisi yang berpusat pada manusia di wilayah yang bergantung pada batu bara. Dengan menerjemahkan prinsip prinsip transisi berkeadilan ke dalam tindakan praktis, Panduan ini sejalan dengan seruan Sekretaris Jenderal PBB untuk melakukan transisi menuju energi bersih yang cepat, adil dan setara.

Kita berada pada jalur yang tepat dengan dukungan yang kuat. Yang terpenting sekarang adalah kita terus melanjutkan upaya ini dan bergerak maju bersama menuju transisi energi yang berkeadilan.

Sonny Widyagara Nadar, perwakilan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Timur

Sepanjang lokakarya, para pakar memandu sesi teknis yang memperkenalkan metodologi Panduan sekaligus memfasilitasi latihan-latihan praktis untuk membantu peserta menerapkan berbagai modul dalam menghadapi tantangan transisi di dunia nyata. Para peserta mendalami berbagai isu yang berkaitan dengan tata kelola, diversifikasi ekonomi, ketenagakerjaan, pengembangan keterampilan, perlindungan sosial, dukungan bagi dunia usaha, pembiayaan serta dialog sosial.

Sesi refleksi pada hari terakhir mengumpulkan umpan balik secara terstruktur mengenai kegunaan, kejelasan serta penerapan Panduan tersebut, serta mengundang para peserta untuk merenungkan peran serta keterlibatan mereka dalam proses transisi energi berkeadilan. Para peserta memberikan rekomendasi tentang bagaimana perangkat tersebut dapat diperkuat dan disesuaikan agar lebih mencerminkan konteks Indonesia dan kebutuhan spesifik wilayah yang bergantung pada batu bara.

Nine people standing
© ILO
© ILO
Saat pelatihan praktis, para peserta belajar menerapkan beragam modul Panduan dalam menghadapi tantangan transisi di dunia nyata. 06/2026

Dalam sesi validasi tersebut, Sonny Widyagara Nadar, perwakilan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Timur, menyampaikan, "Kita berada pada jalur yang tepat dengan dukungan yang kuat. Yang terpenting sekarang adalah kita terus melanjutkan upaya ini dan bergerak maju bersama menuju transisi energi yang berkeadilan."

Sementara Saiduani, perwakilan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Timur, menegaskan bahwa, "Partisipasi yang bermakna dari masyarakat hukum adat sangat penting untuk mewujudkan transisi energi yang berkeadilan, sejalan dengan prinsip-prinsip Konvensi ILO No. 169 Tahun 1989 tentang Masyarakat Hukum Adat."

Lokakarya ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas dari proyek IKI JET untuk mendukung wilayah wilayah penghasil batu bara di seluruh dunia dalam melakukan transisi dari batu bara menuju jalur ekonomi yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Lokakarya serupa yang berfokus pada Panduan telah diselenggarakan pada bulan Mei di Kolombia serta lokakarya global terakhir akan berlangsung di Turin pada Juli 2026.

Melalui pengutan dialog sosial, keterlibatan para pemangku kepentingan dan pengembangan kapasitas kelembagaan, proyek ini bertujuan untuk mempromosikan pekerjaan yang layak serta memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam proses transisi tersebut.

Partisipasi yang bermakna dari masyarakat hukum adat sangat penting untuk mewujudkan transisi energi yang berkeadilan, sejalan dengan prinsip-prinsip Konvensi ILO No. 169 Tahun 1989 tentang Masyarakat Hukum Adat.

Saiduani, perwakilan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Timur