ILO promosikan mekanisme pendanaan pengembangan keterampilan untuk Indonesia
ILO memaparkan inisiatif mengenai pengembangan keterampilan inklusif melalui dana pengembangan keterampilan dan layanan ketenagakerjaan.
12 Juni 2025
JAKARTA, Indonesia (Berita ILO) - Diego Rei, Spesialis Kebijakan Ketenagakerjaan dan Pasar Tenaga Kerja ILO, berpartisipasi dalam sesi interaktif kedua pada peluncuran program bersama antara Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 10 Juni. Program yang bernilai 3,15 juta dolar AS ini mendukung pelaksanaan Peta Jalan Indonesia terkait Akselerator Global Pekerjaan dan Perlindungan Sosial untuk Transisi yang Adil.
ILO turut berkolaborasi dalam Peta Jalan Indonesia dan program-program terkaitnya bersama UNICEF, UNDP dan Bank Dunia. Dalam dua diskusi panel, pejabat senior, staf teknis dan perwakilan dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan pentingnya perlindungan sosial yang terpadu dan inklusif serta pengembangan keterampilan seumur hidup.
SDF dapat mendukung UKM dalam meningkatkan keterampilan mereka melalui program pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan yang akan membantu mereka bertransisi ke peluang kerja baru dengan keterampilan baru yang sesuai kebutuhan.
Diego Rei, Spesialis Kebijakan Ketenagakerjaan dan Pasar Tenaga Kerja ILO
Saat membahas sistem pengembangan keterampilan yang inklusif dan berkelanjutan, Diego juga menyoroti kebutuhan mendesak untuk membangun mekanisme pendanaan pengembangan keterampilan (SDF) di Indonesia. SDF adalah dana khusus yang sering kali beroperasi di luar saluran anggaran pemerintah tradisional dan telah diterapkan di 70 negara.
Namun, ia mengakui bahwa banyak aspek mekanisme tersebut masih dalam pembahasan, termasuk siapa yang akan mendanai, bagaimana cara pengumpulan dan pengelolaan serta siapa saja penerima manfaatnya. "Kami belum mencapai konsensus. Tetapi kami berharap bahwa melalui program ini, kami dapat menemukan jawaban untuk menentukan apa yang harus dilakukan selanjutnya dan melangkah maju dalam upaya membangun mekanisme tersebut bagi negara ini," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa SDF diharapkan dapat mengatasi berbagai hambatan pengembangan keterampilan yang dihadapi oleh usaha kecil dan menengah (UKM), sehingga memungkinkan transisi yang adil dan mulus di tengah perubahan lingkungan dan iklim. “SDF dapat mendukung UKM dalam meningkatkan keterampilan mereka melalui program pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan yang akan membantu mereka bertransisi ke peluang kerja baru dengan keterampilan baru yang sesuai kebutuhan.”
Selain itu, Diego menekankan peran penting pengantar kerja publik dalam sistem ketenagakerjaan Indonesia untuk meningkatkan kualitas penempatan kerja dan mempromosikan kesempatan kerja yang inklusif. Tanggung jawab mereka tidak hanya menghubungkan pencari kerja dengan pemberi kerja, tetapi juga mendukung usaha UMKM serta pekerja mandiri.
Program ini dirancang untuk memperdalam pemahaman mereka [pengantar kerja] tentang kebutuhan penyandang disabilitas dan menekankan pentingnya tempat kerja inklusif yang menjamin kesempatan kerja yang setara.
Diego juga mengatakan bahwa ILO telah membantu Kementerian Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kapasitas dan keterampilan pengantar kerja publik melalui berbagai program pelatihan dan inisiatif. "Kami berencana untuk menyelenggarakan program pelatihan inklusivitas bagi para pengantar kerja ini dalam waktu dekat. Program ini dirancang untuk memperdalam pemahaman mereka tentang kebutuhan penyandang disabilitas dan menekankan pentingnya tempat kerja inklusif yang menjamin kesempatan kerja yang setara."
Pembicara lain dari Kementerian Ketenagakerjaan, Abdullah Qiqi Asmara, Direktur Pengembangan Standardisasi dan Kompetensi, menyoroti inisiatif utama kementerian untuk mendorong tempat kerja yang inklusif. Salah satu inisiatif tersebut adalah Unit Layanan Disabilitas, yang tersedia di Kantor Ketenagakerjaan Provinsi, yang meningkatkan akses terhadap program ketenagakerjaan, pelatihan dan pemagangan bagi pekerja dengan disabilitas.
Sementara Anastasiya Denisova, Ekonom Senior di Bank Dunia, berbagi praktik terbaik dengan mengadvokasi pendekatan holistik, yang dimulai dengan pendidikan dini bagi penyandang disabilitas, untuk membekali mereka dengan keterampilan dan kompetensi masa depan yang selaras dengan tuntutan pasar tenaga kerja.
Additional details
References
- DN-24-50-UND, IDN-24-51-UND
Related content
Program
Akselerator Global ILO untuk Proyek Transisi Adil dalam Pekerjaan dan Perlindungan Sosial
Relevant projects
Program
Akselerator Global ILO untuk Proyek Transisi Adil dalam Pekerjaan dan Perlindungan Sosial