ILO menyerahkan aplikasi pengaduan kepada federasi serikat pekerja garmen
Proyek Penguatan Hubungan Industrial di Indonesia ILO diakhiri dengan penyerahan aplikasi pengaduan kepada federasi serikat pekerja yang bertujuan untuk mendorong hubungan industrial yang lebih kuat di sektor garmen.
2 April 2025
JAKARTA, Indonesia (Berita ILO) - ILO secara resmi menyerahkan tiga aplikasi pengaduan bagi pekerja garmen Indonesia kepada Serikat Pekerja Nasional (SPN), Federasi Serikat Pekerja Garmen dan Tekstil (Garteks) dan Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Garmen dan Kulit (FSP-TSK). Ketiga federasi ini merupakan bagian dari konfederasi serikat pekerja nasional. SPN berafiliasi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), sedangkan Garteks dengan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) dan FSP-TSK dengan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Acara serah terima yang diselenggarakan di Jakarta pada kuartal ini sekaligus menandai ditutupnya proyek Penguatan Hubungan Industrial di Indonesia (SIRI) ILO yang telah mendukung pengembangan aplikasi ini sejak 2022. Proyek SIRI ILO mengembangkan aplikasi ini secara ekslusif bagi setiap federasi yang disesuaikan dengan identitas unik serta kebutuhan spesifik mereka, yaitu SoPaN SPN, Teman Garteks dan Hallo Siola.
Aplikasi ini telah mengumpulkan 3.900 pengguna, termasuk 1.599 perempuan dan 2.301 laki-laki, yang menyampaikan 293 pengaduan dan 551 aspirasi. Selain itu, 600 pimpinan serikat pekerja dan 1.600 pekerja dari 200 pabrik dibekali dengan informasi dan keterampilan dalam mempromosikan hak pekerja dan menangani kasus dari anggota dan non anggota.
Aplikasi ini dibuat untuk memperlancar arus pengaduan dan penyampaian aspirasi dari anggota dan/atau non anggota federasi. Dengan aplikasi ini, pekerja dapat dengan mudah melaporkan pengaduan dan/atau menyampaikan aspirasinya kapan saja dan di mana saja. Setelah ditinjau dan diverifikasi, pengurus serikat pekerja akan mengambil tindakan yang diperlukan melalui negosiasi dan mediasi dengan manajemen untuk mendapatkan solusi yang saling menguntungkan.
Diluncurkan pada Mei tahun lalu, aplikasi ini telah mengumpulkan 3.900 pengguna, termasuk 1.599 perempuan dan 2.301 laki-laki, yang menyampaikan 293 pengaduan dan 551 aspirasi. Selain itu, 600 pimpinan serikat pekerja dan 1.600 pekerja dari 200 pabrik menerima pelatihan dan mengikuti lokakarya/seminar. Pelatihan dan lokakarya ini membekali mereka dengan informasi dan keterampilan yang diperlukan untuk memberikan layanan yang memadai dalam mempromosikan hak-hak pekerja dan dalam menangani kasus dan aspirasi dari anggota dan non anggota. Keterampilan utama dalam pelatihan tersebut meliputi analisis kebutuhan, pengembangan Prosedur Operasional Standar (SOP), penanganan pelecehan seksual, negosiasi, kepemimpinan perempuan, kesetaraan gender, advokasi dan kampanye media sosial.
Komitmen dari konfederasi serikat pekerja
Said Iqbal, Presiden KSPI, sangat menghargai dukungan yang diberikan oleh proyek SIRI ILO dan menggarisbawahi bahwa penggunaan kemajuan teknologi telah memberikan kesempatan bagi serikat pekerja untuk meningkatkan layanan mereka, mempercepat penyelesaian kasus hubungan industrial di tingkat pabrik dan memperkuat dukungan pembelaan serikat pekerja. “Serikat pekerja ada untuk menegakkan dan menghormati hak asasi manusia dan hak pekerja, dengan advokasi sebagai urat nadi gerakan serikat pekerja,” katanya.
Senada, perwakilan KSBI dan KSPSI mengapresiasi dukungan ILO dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis. H. Hermanto Achmad, Sekretaris Jenderal KSPSI-ATUC berkata “Mengingat sifat sektor garmen, gender memegang peranan penting. Karenanya, aplikasi ini juga dapat berkontribusi untuk mencapai kesetaraan gender dalam industri ini,”. Sementara, Dedi Hardianto, Sekretaris Jenderal KSBSI menyampaikan harapannya agar aplikasi ini dapat meningkatkan proses penegakan hukum dan membuatnya lebih sederhana serta lebih mudah diakses di masa mendatang.
penggunaan kemajuan teknologi telah memberikan kesempatan bagi serikat pekerja untuk meningkatkan layanan mereka, mempercepat penyelesaian kasus hubungan industrial di tingkat pabrik dan memperkuat dukungan pembelaan serikat pekerja.
Said Iqbal, Presiden KSPI
Jess Dutton, Duta Besar Kanada untuk Indonesia, sangat menghargai kontribusi dan partisipasi serikat pekerja, dengan dukungan dari ILO, dalam mempromosikan prinsip-prinsip dan hak-hak mendasar di tempat kerja yang menguntungkan baik pekerja maupun pengusaha. “Indonesia dan Kanada memiliki kemitraan yang panjang dan kuat. Karenanya, pemerintah Kanada sangat bangga dengan kemitraan federasi-federasi utama dan ILO dalam mempromosikan hak-hak dasar ketenagakerjaan. Ini merupakan tonggak penting yang membuat kolaborasi kita semakin kuat.”
“Proyek SIRI ILO merupakan investasi kecil dengan dampak besar, membina hubungan industrial yang baik dalam sektor garmen dan mempromosikan inklusi gender, khususnya dalam memajukan peran manajemen dan kepemimpinan perempuan,” kata Simrin Singh, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste. “Aplikasi inovatif tersebut telah secara signifikan meningkatkan praktik berbasis bukti dan transparansi bagi serikat pekerja, khususnya dalam menangani pengaduan dan memfasilitasi negosiasi bipartit.”
Simrin menambahkan bahwa menyusul keberhasilan mekanisme pengaduan digital dalam meningkatkan kerja sama di tempat kerja dan menangani pelanggaran hak-hak ketenagakerjaan, Kantor ILO untuk Indonesia berencana untuk memperluas aplikasi tersebut ke sektor-sektor lain, termasuk minyak kelapa sawit dan perikanan.
Acara serah terima dilakukan secara langsung dan daring, dengan siaran langsung yang disiarkan di ILO TV Indonesia dan pelantar Instagram ILO. Siaran ini menjangkau 784 peserta dan pemirsa.
Related content
Tiga federasi lanjutkan aplikasi pengaduan di sektor garmen
Audit Gender Partisipatif ILO untuk serikat pekerja hasilkan rekomendasi tindak lanjut