Pelatihan media
ILO mengambil bagian dalam pelibatan media untuk isu perubahan iklim
ILO memaparkan berbagai prakarsanya mengenai perubahan iklim dan upaya mendorong transisi yang adil pada lokakarya jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI).
6 Maret 2025
JAKARTA, Indonesia (Berita ILO) - ILO berpartisipasi dalam lokakarya jurnalis bertajuk “Narasi Perubahan Iklim”, yang diselenggarakan bersama oleh Pusat Informasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIC) Indonesia dan Radio Republik Indonesia (RRI), jaringan radio publik pertama di Indonesia. Diselenggarakan pada 27 Februari di Jakarta, lokakarya ini menghadirkan 40 penyiar, jurnalis dan penulis RRI. Lokakarya ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pengembangan Kompetensi RRI, Yulian Saba.
Ananda Alonso Nacher, Staf Teknis ILO untuk Transisi Energi Berkeadilan, mewakili ILO pada acara tersebut. Dalam presentasinya, ia menekankan peran penting dari kemauan politik yang kuat dalam memajukan energi terbarukan dan mengatasi perubahan iklim. Ia juga menyoroti perlunya investasi besar di sektor ini, dengan menyatakan, “Jika tidak ada kemauan politik yang jelas dan tidak ada koherensi kebijakan, maka tidak akan ada peluang bagi investor untuk mendukung energi terbarukan. Akibatnya, kemajuan akan berjalan lambat.”
Ia juga mengambil kesempatan untuk menjelaskan proyek Wilayah Inovasi untuk Transisi Energi Berkeadilan (IKI-JET), salah satu proyek ILO yang berfokus pada transisi dari batu bara ke energi terbarukan di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan. Ia mengatakan bahwa proyek ini memastikan keterlibatan semua kelompok, mulai dari pekerja dan perusahaan hingga masyarakat lokal dan masyarakat adat, serta mempertimbangkan kepentingan mereka yang beragam.
Jika tidak ada kemauan politik yang jelas dan tidak ada koherensi kebijakan, maka tidak akan ada peluang bagi investor untuk mendukung energi terbarukan. Akibatnya, kemajuan akan berjalan lambat.
Ananda Alonso Nacher, Staf Teknis ILO untuk Transisi Energi Berkeadilan
“Melalui inisiatif ini, ILO mendukung pemerintah Indonesia dalam menciptakan peta jalan keterampilan guna menentukan sektor-sektor prioritas untuk diversifikasi ekonomi dan mengidentifikasi keterampilan yang dibutuhkan di berbagai bidang seperti produksi panel surya, manufaktur, pariwisata berkelanjutan, dan banyak lagi,” jelasnya, seraya menambahkan bahwa ILO juga sedang membangun Komunitas Praktik untuk Transisi Energi yang Berkeadilan di Asia.
Ananda menyoroti beberapa negara seperti Cina dan India yang telah membuat beberapa kemajuan dalam menghadapi perubahan iklim. “Tentu saja, perjalanan masih panjang. Negara-negara lain, termasuk Indonesia, juga sedang melakukan berbagai upaya,” pungkasnya. “Dengan berbagi pengalaman dan bertukar pikiran, kita dapat belajar tidak hanya dari praktik-praktik yang berhasil, tetapi juga dari tantangan dan bidang-bidang yang masih perlu ditingkatkan.”
Pembicara lain dari PBB, Mathilde Sari Gokmauli, Manajer Program UNDP untuk Perubahan Iklim dan Energi, menekankan bahwa mengatasi dan memitigasi berbagai dampak perubahan iklim adalah tanggung jawab bersama. Ia juga menyoroti peran organisasi media dan jurnalis dalam menyajikan berita dengan cara yang dapat menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan bersama.