Eight people standing

ILO memperkenalkan dunia kerja kepada pramuka muda di Jambore Nasional Indonesia

Melalui permainan dan berbagai situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, ILO memperkenalkan prinsip-prinsip dan hak-hak mendasar di tempat kerja kepada pramuka muda dari berbagai daerah di Indonesia, membantu mereka memahami prinsip pekerjaan layak yang dapat mereka temui dalam keseharian maupun perjalanan karier mereka di masa depan.

24 Agustus 2026

Young Scouts participate in Jambore Nasional XII 2026, which brought together 20,857 Scouts aged 11–15 from Indonesia’s 38 provinces. © Talitha Vanya/UNIC
Content also available in: English

CIBUBUR, Jakarta Timur, Indonesia (Berita ILO) – Seruan “Merah!” bergema dari para peserta Pramuka. Mereka sedang menanggapi kisah Raka, seorang anggota Pramuka yang harus bekerja pada jam sekolah sehingga kehilangan kesempatan untuk mengikuti pelajaran dan kegiatan sekolah lainnya.

“Hijau!” seru mereka saat menanggapi kisah lainnya. Kali ini tentang seorang pembina Pramuka yang memberikan kesempatan kepada para anggotanya untuk menyampaikan pendapat dan mendorong kelompoknya mempertimbangkan pandangan semua anggota sebelum mengambil keputusan.

Kedua kisah tersebut merupakan bagian dari Kartu untuk Perubahan, permainan interaktif yang dipandu oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dalam Jambore Nasional XII 2026, yang berlangsung di Buperta Cibubur pada 13-20 Agustus. Diselenggarakan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, kegiatan nasional ini mempertemukan 20.857 anggota Pramuka berusia 11-15 tahun dari 38 provinsi di Indonesia, termasuk kelompok Pramuka Indonesia dari luar negeri serta perwakilan organisasi Pramuka nasional dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik.

Two people standing
© Talitha Vanya/UNIC
© Talitha Vanya/UNIC
Permainan Kartu untuk Perubahan ILO membantu Pramuka muda memahami prinsip-prinsip pekerjaan layak.

Melalui serangkaian studi kasus, ILO mengajak para peserta untuk menentukan apakah situasi yang disampaikan mencerminkan praktik yang baik atau tidak dapat diterima dengan meneriakkan kata hijau atau merah. Berbagai situasi tersebut mengangkat isu pekerja anak, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengembangan keterampilan, kesetaraan gender dan dialog sosial.

Di balik permainan sederhana tersebut terdapat berbagai pertanyaan penting tentang dunia kerja yang dikemas melalui situasi yang dekat dengan kehidupan Pramuka: Kapan pekerjaan yang dilakukan seorang anak dapat dikategorikan sebagai pekerja anak? Mengapa penting memahami pertolongan pertama dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi kecelakaan? Apakah anggota Pramuka perempuan dan laki-laki harus berbagi tugas rumah tangga secara setara selama kegiatan Pramuka? Mengapa kita perlu terus mengembangkan keterampilan? Dan mengapa setiap orang perlu diberi kesempatan menyampaikan pendapat sebelum keputusan diambil?

Melalui kegiatan yang sederhana dan interaktif, kami ingin mereka memahami pentingnya hak-hak di tempat kerja, keselamatan, kesetaraan, keterampilan dan dialog, serta membawa nilai-nilai tersebut ketika kelak mereka menjadi pekerja, pengusaha dan pemimpin masa depan.

Simrin Singh, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste

Setelah menentukan pilihan, para peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan mereka sambil mempelajari prinsip dan hak-hak dasar di tempat kerja. Dengan menghubungkan isu-isu tersebut dengan situasi yang mungkin mereka temui dalam kegiatan Pramuka, permainan ini membuat berbagai konsep yang terkadang terasa teknis menjadi lebih mudah dipahami oleh kaum muda.

“Kaum muda mungkin masih membutuhkan beberapa tahun sebelum memasuki pasar kerja, tetapi nilai-nilai yang membentuk dunia kerja yang adil dan aman dapat diperkenalkan sejak dini,” ujar Simrin Singh, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste. “Melalui kegiatan yang sederhana dan interaktif, kami ingin mereka memahami pentingnya hak-hak di tempat kerja, keselamatan, kesetaraan, keterampilan dan dialog, serta membawa nilai-nilai tersebut ketika kelak mereka menjadi pekerja, pengusaha dan pemimpin masa depan.”

Menghubungkan pekerjaan layak dengan TPB

Ten people standing
© Talitha Vanya/UNIC
© Talitha Vanya/UNIC
Perwakilan badan-badan PBB dalam Global Development Village – Scouts for SDGs mengajak Pramuka muda memahami peran mereka dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Kegiatan ILO ini merupakan bagian dari program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang lebih luas dalam Global Development Village – Scouts for SDGs, di mana berbagai badan PBB bekerja sama memperkenalkan pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan interaktif.

Program ini disusun berdasarkan lima tema yang saling berkaitan—Manusia (People), Planet (Planet), Perdamaian (Peace), Kesejahteraan (Prosperity) dan Kemitraan (Partnership)—yang mengajak para peserta Pramuka memahami keterkaitan berbagai isu, mulai dari hak anak dan perubahan iklim hingga keselamatan, kesetaraan kesempatan dan kerja sama, dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Bagi ILO, memperkenalkan prinsip-prinsip pekerjaan layak melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan Pramuka juga merupakan bagian dari program Jejaring Muda ILO yang lebih luas, membantu kaum muda mengenal prinsip dan nilai yang mendasari pekerjaan layak jauh sebelum memasuki dunia kerja.

Dalam pilar Kesejahteraan, ILO dan UNHCR memandu kegiatan interaktif yang berfokus pada keterampilan, keadilan, kesetaraan kesempatan dan kerja sama tim. ILO juga berkontribusi pada pilar Kemitraan bersama UNFPA, United Nations Volunteers dan keluarga besar PBB, dengan menekankan bahwa kaum muda, masyarakat, pemerintah, PBB dan berbagai mitra lainnya memiliki peran dalam mencapai TPB.

Bagi ILO, memperkenalkan prinsip-prinsip pekerjaan layak melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan Pramuka juga merupakan bagian dari program Jejaring Muda ILO yang lebih luas. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman kaum muda Indonesia mengenai berbagai isu ketenagakerjaan, sehingga mereka dapat mengenal prinsip dan nilai yang mendasari pekerjaan layak jauh sebelum memasuki dunia kerja.

Hingga saat ini, Jejaring Muda ILO telah menjalin kemitraan dengan sejumlah universitas dan jejaring perguruan tinggi, termasuk Universitas Airlangga (UNAIR), Nationwide University Network in Indonesia (NUNI), Universitas Esa Unggul, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Universitas Diponegoro (Undip).

A group of students
© Talitha Vanya/UNIC
© Talitha Vanya/UNIC
Pramuka dari berbagai daerah berpartisipasi melalui kegiatan interaktif dalam program PBB di Globgal Development Village di Cibubur, Jakarta Timur, Indonesia.