ILO dorong investasi yang lebih besar dalam cuti dan layanan perawatan untuk dunia kerja Indonesia yang lebih setara gender
ILO menyelenggarakan lokakarya peningkatan kapasitas selama dua hari bagi mitra sosialnya untuk meningkatkan dan mempercepat kemajuan dalam investasi perawatan di Indonesia.
22 Maret 2023
Tujuan utama dari lokakarya ini adalah memperjelas mitos dan kesalahpahaman tentang ekonomi perawatan dan untuk lebih mempromosikan keterlibatan laki-laki dalam pekerjaan perawatan. Early Dewi Nuriana, Staf ILO untuk Ekonomi Perawatan, menyatakan bahwa perlu adanya kesadaran akan peran penting para pekerja perawatan dan untuk mendobrak norma sosial yang masih menempatkan tanggung jawab perawatan hanya pada perempuan.Kurangnya pemahaman terkait ekonomi perawatan secara umum telah menyebabkan terus menurunnya jumlah perempuan dalam angkatan kerja selama periode kehamilan karena tanggung jawab keluarga dan kegiatan rumah tangga dianggap sebagai tugas utama perempuan."
Early Dewi Nuriana, Staf ILO untuk Ekonomi Perawatan
“Kurangnya pemahaman terkait ekonomi perawatan secara umum telah menyebabkan terus menurunnya jumlah perempuan dalam angkatan kerja selama periode kehamilan karena tanggung jawab keluarga dan kegiatan rumah tangga dianggap sebagai tugas utama perempuan,” tambah Early.
Pada hari pertama, lokakarya dimulai dengan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para peserta tentang Konvensi ILO yang terkait dengan ekonomi perawatan: Konvensi ILO No. 183 tentang Perlindungan Maternitas dan Konvensi ILO No. 156 tentang Pekerja dengan Tanggung Jawab Keluarga. Konvensi-konvensi ini menggambarkan pentingnya prinsip-prinsip 5R dari ekonomi perawatan--Pengakuan (Recognition), Pengurangan (Reduction), Redistribusi (Pembagian), Perwakilan (Representation) dan Penghargaan (Reward)—dan hubungannya dengan masalah pekerjaan perawatan, layanan perawatan dan pekerja perawatan.
Selain Konvensi ILO, para peserta juga belajar tentang peluang dan tantangan keterlibatan laki-laki dalam program responsif gender. Kokok Dirgantoro, CEO Opal Communications, telah menerapkan cuti maternitas 6 bulan penuh dan cuti ayah selama satu bulan sejak satu dasawarsa lalu.
Pada hari kedua, para peserta terfokus pada peningkatan pemahaman mereka tentang pekerjaan yang layak bagi para pekerja perawatan. Staf Program ILO, Lusiani Julia, menjelaskan tentang Prinsip-prinsip dan Hak-hak Mendasar ILO di Tempat Kerja yang mencakup lima hal, yakni kebebasan berserikat dan perundingan bersama, penghapusan pekerja anak, penghapusan kerja paksa, penghapusan diskriminasi dan keselamatan dan kesehatan kerja.
Sesi ini diikuti dengan pengenalan tentang inisiatif keterlibatan laki-laki dalam transformasi perawatan dan Simulator ILO pada Investasi di Kebijakan Perawatan. Nur Hasyim adalah Pendiri Aliansi Laki-Laki Baru, sebuah organisasi yang melibatkan laki-laki secara aktif dalam mempromosikan kesetaraan gender. Ia membahas tentang penciptaan masyarakat yang lebih adil yang memberikan kesempatan lebih besar pada perempuan untuk menjadi bagian dari angkatan kerja dan aktif secara ekonomi.Kami akan terus mempromosikan dan mendukung mitra kami di ekonomi perawatan sehingga kami dapat membangun dunia kerja yang lebih setara gender di Indonesia."
Lusiani Julia, Staf Program ILO
Sementara itu, Laura Addati, Spesialis Perlindungan Maternitas dan Keluarga Kerja dari Gender, Kesetaraan, Keberagaman dan Inklusi (GEDI) ILO di Jenewa, menjelaskan tentang simulator yang dapat membantu menghitung persyaratan investasi, manfaat dalam pekerjaan serta dampak terhadap kesetaraan gender dari berbagai kebijakan perawatan.
Lokakarya ini diakhiri dengan refleksi dan rencana aksi dari para peserta untuk mempromosikan isu-isu ekonomi perawatan di organisasi dan jaringan masing-masing. “Kami akan terus mempromosikan dan mendukung mitra kami di ekonomi perawatan sehingga kami dapat membangun dunia kerja yang lebih setara gender di Indonesia,” pungkas Lusiani.
Laporan terbaru ILO tentang pekerjaan perawatan memperkirakan bahwa, secara global, berinvestasi dalam perawatan anak universal dan layanan perawatan jangka panjang dapat menghasilkan hingga 280 juta pekerjaan pada 2030 dan bertambah 19 juta lagi pada 2035, dengan total 299 juta pekerjaan.
Related content
Saatnya Indonesia berinvestasi pada cuti dan layanan perawatan