Kampanye Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab
ILO dan Apindo promosikan kampanye inovatif tentang perilaku bisnis yang bertanggung jawab di Indonesia
ILO dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menginspirasi perusahaan rantai pasok elektronik untuk mempromosikan praktik bisnis yang bertanggung jawab melalui kampanye inovatif menggunakan vlog.
24 November 2025
JAKARTA, Indonesia (Berita ILO ) - Tiga pemenang video blog (vlog) tentang Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab (RBC) diumumkan pada 17 November dalam sebuah acara bertajuk “Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab untuk Pekerjaan yang Layak: Penghargaan Kompetisi Video Blog”. Penghargaan tersebut secara resmi diserahkan oleh Darwoto, Kepala Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Tauvik Muhamad, Koordinator Nasional ILO untuk Proyek Rantai Pasokan yang Tangguh, Inklusif dan Berkelanjutan (RISSC).
Didanai oleh Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Pemerintah Jepang, proyek RISSC bertujuan untuk membangun rantai pasok yang lebih tangguh, inklusif dan berkelanjutan dengan mengatasi kekurangan pekerjaan yang layak.
Acara ini merupakan perayaan pentingnya bisnis yang bertanggung jawab... Apindo sangat menyambut baik inisiatif ini, karena kami berperan aktif dalam memastikan bahwa RBC mencakup seluruh ekosistem Indonesia.
Darwoto, Kepala Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Kompetisi ini diselenggarakan bersama oleh Proyek RISSC ILO dan Apindo sebagai bagian dari upaya advokasi untuk mempromosikan RBC dalam rantai pasok elektronik Indonesia. Para pemenang dipilih dari sejumlah vlog dari perusahaan elektronik yang mengikuti kompetisi, dengan juri dari Apindo, Gabungan Perusahaan Elektronik (Gabel) dan ILO.
“Acara ini merupakan perayaan pentingnya bisnis yang bertanggung jawab, yang kini telah berkembang dari sekadar tren menjadi kebutuhan bagi bisnis di setiap tingkatan rantai pasok. Apindo sangat menyambut baik inisiatif ini, karena kami berperan aktif dalam memastikan bahwa RBC mencakup seluruh ekosistem Indonesia, membantu negeri ini tetap kompetitif sembari mematuhi standar etika,” kata Darwoto.
Video pemenang pertama menceritakan kisah seorang pekerja dengan disabilitas, yang menunjukkan bahwa meski menghadapi tantangan fisik, ia tetap produktif dan terampil selaiknya pekerja lain. Video pemenang kedua menyoroti hak pekerja untuk mengambil cuti tanpa gangguan, sementara video favorit menyoroti peluang transisi pekerjaan dan pelatihan kembali bagi pekerja yang terkena kecelakaan kerja.
“Saya hampir menyerah karena membuat video tidak mudah. Namun, sebagai perwakilan serikat pekerja, isu ini penting dan kami berharap video ini dapat menginspirasi kita semua dan mendorong pemberi kerja untuk membuka lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas,” kisah Yanto Adrianto dari Federasi Pekerja Panasonic Gobel, pemenang pertama. Sementara itu, Yopi Ferdian dari serikat pekerja PT PGI, pemenang kedua, mengatakan: “Kami berharap video kami dapat menginspirasi perusahaan lain, karena cuti adalah hak kerja semua pekerja.”
Dialog sosial menjadi kunci
Sebelum kompetisi, 24 peserta dari 12 perusahaan rantai pasok elektronik mengikuti pelatihan selama dua hari pada Juli 2025 tentang cara membuat video blog yang efektif dan menarik. Pada hari pertama, peserta mempelajari Prinsip-prinsip dan Hak-hak Mendasar di Tempat Kerja ILO, yang mewakili hak asasi manusia universal yang diterapkan di tempat kerja. Prinsip-prinsip ini meliputi kebebasan berserikat dan perundingan kolektif, penghapusan kerja paksa atau kerja wajib, penghapusan pekerja anak, penghapusan diskriminasi dalam pekerjaan dan promosi lingkungan kerja yang aman dan sehat.
ILO berharap dapat menginspirasi perusahaan rantai pasok untuk mendokumentasikan dan menampilkan praktik bisnis yang bertanggung jawab melalui kampanye inovatif.
Tauvik Muhamad, IKoordinator Nasional ILO untuk Proyek Rantai Pasokan yang Tangguh, Inklusif dan Berkelanjutan
Pada hari kedua, peserta dilatih untuk menggunakan telepon pintar mereka dalam memproduksi vlog, mengambil gambar, mengembangkan alur cerita yang menarik dan mengedit video. Mereka juga dapat memilih topik dari lima tema utama prinsip dan hak mendasar tersebut. Setelah pelatihan, peserta menerima bimbingan praktis dan mentoring selama dua minggu dari videografer profesional untuk mendukung mereka sepanjang proses produksi hingga penyelesaian vlog mereka.
“ILO berharap dapat menginspirasi perusahaan rantai pasok untuk mendokumentasikan dan menampilkan praktik bisnis yang bertanggung jawab melalui kampanye inovatif. Video blog, yang dapat disebarkan secara luas melalui media sosial, dapat menjangkau pekerja dari segala usia. Melalui pelatihan vlog ini, kami berharap perusahaan akan mengembangkan kampanye RBC mereka sendiri yang mempromosikan prinsip dan hak mendasar tempat kerja ILO, hak asasi manusia universal yang diterapkan di tempat kerja, dengan cara yang kreatif dan menarik,” ungkap Tauvik.
Selama sesi diskusi, perwakilan dari serikat pekerja dan Apindo berbagi pandangan mereka: Sulistri, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Makanan, Minuman, Pariwisata, Restoran, Hotel dan Tembakau Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Kamiparho KSBSI) dan Myra Hartani, Kepala Komite Peraturan Ketenagakerjaan Apindo.
Keduanya sepakat bahwa dialog sosial merupakan kunci dalam penerapan RBC yang efektif di tingkat perusahaan dan memuji praktik baik yang ditampilkan dalam vlog para pemenang. “Melalui dialog sosial, semua pihak dapat mencapai solusi yang saling menguntungkan. Saya mengapresiasi praktik baik yang ditampilkan dalam vlog-vlog tersebut,” ujar Sulistri. Myra menambahkan: “Dialog sosial tidak hanya penting, tetapi esensial dan saya harap hal ini akan diadopsi oleh perusahaan-perusahaan anggota Apindo.”
Inisiatif ini ditutup dengan Apindo mengambil kepemilihan kampanye dengan mempublikasikan semua video di situs web dan media sosialnya untuk mempromosikan RBC di kalangan perusahaan anggota. Perusahaan yang berpartisipasi pun akan menayangkan video-video tersebut secara internal sebagai bagian dari kampanye mereka sendiri, memastikan video-video tersebut menjangkau manajemen dan pekerja di seluruh organisasi mereka.