Children sitting on floor with the teacher

Ekonomi perawatan

Tempat penitipan anak yang terasa seperti rumah

Pusat Pendidikan Anak Usia Dini Beringharjo memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak dan orang tua mereka yang bekerja sebagai pedagang di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Indonesia, sehingga mereka dapat fokus sepenuhnya pada mata pencarian mereka.

29 Agustus 2025

The Beringharjo Early Childhood Education Centre in Yogyakarta, Indonesia provides affordable, high-quality daycare services. © ILO
Content also available in: English
A care work documentary video titled "Home for my child".

YOGYAKARTA, Indonesia (Kisah ILO) - Setiap pagi, Nelli Sovia, seorang pedagang di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Indonesia, mengantar anaknya ke Pusat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Beringharjo. Dia menemukan pusat ini melalui rekan-rekan pedagang saat mencari PAUD yang terjangkau dan berkualitas tinggi.

“Dulu saya bekerja sebagai pramugari,” kenang Nelli. “Tapi saat hamil, saya memutuskan untuk mengundurkan diri. Setelah anak saya lahir, saya mengalami perceraian dan menjadi orang tua tunggal.”

A woman selling clothes
© ILO
© ILO
Nelli Sovia, seorang pedagang di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Indonesia.

“Dulu saya bekerja sebagai pramugari,” kenang Nelli. “Tapi saat hamil, saya memutuskan untuk mengundurkan diri. Setelah anak saya lahir, saya mengalami perceraian dan menjadi orang tua tunggal.”

Untuk memulihkan kekuatan emosionalnya, Nelli sempat kembali ke kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat. Setelah merasa siap, ia pindah ke Yogyakarta dan mulai bekerja sebagai pedagang di Pasar Beringharjo.

“PAUD Beringharjo telah menjadi penyelamat bagi saya sebagai pengusaha,” katanya. “Pasar bukanlah lingkungan yang aman atau cocok untuk anak-anak dan sebagai pendatang baru di sini, saya juga harus mengelola biaya sewa, makanan dan biaya hidup lainnya.”

Kendati banyak pusat penitipan anak memungut biaya hingga Rp 100.000 per hari, PAUD Beringharjo menawarkan layanan sepanjang hari dengan biaya hanya Rp 5.000, tanpa mengorbankan fasilitas atau jam operasional.

PAUD Beringharjo telah menjadi penyelamat bagi saya sebagai pengusaha.

Nelli Sovia, seorang pedagang di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Indonesia

PAUD ini menyediakan rutinitas harian yang terorganisir dengan baik. Pagi hari dimulai dengan waktu bermain, diikuti oleh aktivitas belajar berbasis bermain yang menarik. Anak-anak mendapatkan camilan pagi, makan siang bergizi pada siang hari dan camilan lagi di sore hari. Mereka dimandikan dan ditidurkan untuk istirahat sebelum dijemput.

“Ketika saya menjemput anak saya, dia bersih, segar dan wangi,” kata Nelli tersenyum.

A mother and a son
© ILO
© ILO
Nelli Sovia adalah seorang ibu tunggal yang bekerja sebagai pedagang di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Indonesia bersama anak laki-lakinya.

Yustina Suyantini, Koordinator Pendidikan, menjelaskan bahwa staf penitipan anak berasal dari latar belakang akademik yang beragam, termasuk gelar dalam Pendidikan Anak Usia Dini dan Psikologi, serta lulusan sekolah menengah. Semua staf mengikuti pelatihan dasar dan lanjutan dan secara resmi diakui sebagai tenaga teknis oleh Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Gaji mereka pun memenuhi standar upah minimum Yogyakarta dan termasuk asuransi kerja dan kesehatan.

Perbandingan guru dan anak dijaga dengan cermat: untuk usia 2-3 tahun: 1 guru per 4-5 anak; untuk usia 3-4 tahun: 1 guru per 5-8 anak; dan untuk usia 4-5 tahun: 1 guru per 8-10 anak.

Tugas kami adalah membimbing mereka dengan kelembutan dan membantu membentuk mereka menjadi individu yang sopan dan beretika

Yustina Suyantini, Koordinator Pendidikan

Sebagian besar anak-anak di pusat penitipan ini berasal dari keluarga pedagang pasar. Alhasil, mereka kerap meniru bahasa dan perilaku orang dewasa di sekitar mereka. “Beberapa di antaranya datang dengan kebiasaan menggunakan kata-kata kasar atau terlibat dalam perdebatan,” kata Yustina. “Tugas kami adalah membimbing mereka dengan kelembutan dan membantu membentuk mereka menjadi individu yang sopan dan beretika.”

Bagi Nelli, pusat penitipan anak ini telah mengubah hidupnya. Dengan anaknya terawat dengan baik, ia dapat fokus sepenuhnya pada bisnis. Namun, ia berharap PAUD ini nantinya dapat tetap buka pada akhir pekan. “Pada Sabtu dan Minggu, saya harus membawa anak saya ke pasar. Sulit untuk membuatnya diam di satu tempat dan saya khawatir dia mungkin berjalan sendirian atau tersesat,” katanya.

Children studying at the daycare
© ILO
© ILO
PAUD Beringharjo di Yogyakarta, Indonesia, memberikan rutinitas pembelajaran harian yang terorganisir dengan baik.

Early Dewi Nuriana, Koordinator Program Ekonomi Perawatan di ILO Indonesia, menyoroti pentingnya memastikan PAUD dapat diakses, terjangkau dan berkualitas tinggi, terutama bagi pekerja dengan tanggung jawab keluarga, di mana kaum perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak.

“PAUD memainkan peran penting dalam memfasilitasi perempuan untuk masuk dan tetap berada di pasar kerja,” kata Early. “Pada saat yang sama, sangat penting untuk menjamin kondisi kerja yang adil bagi pekerja PAUD, karena ini tidak hanya meningkatkan kualitas perawatan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan mereka dan keluarga.”

Dia juga mencatat bahwa, menurut laporan dari Kementerian Keuangan, Nelli hanyalah salah satu dari 64,2 juta usaha kecil dan menengah (UKM) dan 117 juta pekerja UKM yang bersama-sama berkontribusi sebesar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Di sisi lain, Yustina merupakan salah satu dari 400.000 guru prasekolah di seluruh Indonesia yang menikmati kondisi kerja yang layak, meskipun banyak pendidik PAUD masih menghadapi tantangan signifikan dalam hal kondisi kerja yang layak.

PAUD memainkan peran penting dalam memfasilitasi perempuan untuk masuk dan tetap berada di pasar kerja. Pada saat yang sama, sangat penting untuk menjamin kondisi kerja yang adil bagi pekerja PAUD, karena ini tidak hanya meningkatkan kualitas perawatan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan mereka dan keluarga.

Early Dewi Nuriana, Koordinator Program Ekonomi Perawatan di ILO Indonesia

Related content

Perjalanan saya melawan tradisi sebagai bapak rumah tangga

Ekonomi perawatan

Perjalanan saya melawan tradisi sebagai bapak rumah tangga