A group photo of Bipartite Cooperation Institution in palm oil company.

Dampak kami, suara mereka

Perusahaan kelapa sawit bermitra dengan serikat pekerja untuk meningkatkan komunitas setempat

Kolaborasi antara perusahaan, serikat pekerja dan komunitas dapat menciptakan perubahan yang signifikan dalam hal keselamatan kerja dan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan kelapa sawit. Salah satu kisah sukses tersebut berasal dari upaya Syahriani (Ani) dan rekan-rekannya.

22 Januari 2025

Socialization activity to raise awareness on OSH for workers and community in Muara Badak Ulu, East Kalimantan. © ILO/2024 © ILO
Content also available in: English

SAMARINDA, Kalimantan Timur, Indonesia (Kisah ILO) - Ani dan lima rekannya mewakili serikat pekerja dan perusahaan dalam sebuah forum yang disebut Lembaga Kerja Sama Bipartit (LKS Bipartit). Forum ini memungkinkan perusahaan dan pekerja untuk mewakili kepentingan ribuan pekerja di perkebunan kelapa sawit, sektor pengolahan serta petani dan komunitas yang menjadi bagian dari “skema plasma” perusahaan.

Skema plasma, yang dimulai pada 1980-an seiring dengan pertumbuhan industri kelapa sawit di Indonesia, menjadi wajib pada 2007, yang mengharuskan perusahaan perkebunan untuk mengalokasikan 20% dari perkebunan baru untuk petani kecil. Skema ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat pedesaan mendapatkan manfaat dari perkebunan di sekitar mereka dengan memberikan pelatihan, pasokan bibit dan pupuk, jaminan pembeli untuk buah kelapa sawit mereka, dan pada akhirnya kepemilikan lahan. Jika diterapkan secara efektif, skema plasma dapat memberdayakan masyarakat setempat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan nasional.

Lembaga Kerja Sama Bipartit (LKS Bipartit) berfungsi sebagai forum komunikasi dan konsultasi mengenai hubungan industrial di dalam perusahaan, yang terdiri dari perusahaan dan serikat pekerja yang terdaftar dan diakui oleh otoritas ketenagakerjaan yang berwenang.

Ani telah bekerja di PT Tritunggal Sentra Buana sejak tahun 2017 sebagai administrator di bagian unit perkebunan, sementara suaminya telah menjadi mekanik di perusahaan yang sama sejak tahun 2005. Rumah mereka tidak jauh dari area perkebunan, sekitar 35 menit dengan kendaraan melalui jalan utama yang menghubungkan tiga desa di sekitarnya: Desa Muara Badak Ulu, Desa Saliki, dan Desa Batu-batu. Desa-desa ini merupakan rumah bagi 3.680 orang, semuanya menggunakan rute yang sama untuk mengakses perkebunan.

Pada bulan Oktober 2023, Ani, sebagai perwakilan dari serikat pekerja di perusahaan, ditugaskan untuk mengikuti sesi pelatihan di mana ia belajar tentang konsep kesehatan dan keselamatan kerja (K3), penilaian risiko keselamatan dan kesehatan di perkebunan kelapa sawit, dialog sosial, dan konsep gender.

Jalan tanah merah yang kami lalui setiap hari telah diperbaiki. Tidak lagi licin dan berlumpur saat hujan turun.

Syahriani (Ani)

Setelah menyelesaikan pelatihan, Ani bersama dengan anggota LKS Bipartit menginisiasi rencana perbaikan komunitas untuk mengidentifikasi praktik-praktik baik dan tindakan nyata yang dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan para pekerja. Ia menceritakan bahwa seringkali petani plasma yang tergabung dalam kelompok tani bekerja tanpa mempertimbangkan risiko, terutama ketika berkejaran dengan target panen buah sawit, yang mengakibatkan seringnya terjadi cedera ringan di antara para petani.

Di Desa Muara Badak Ulu, upaya awal untuk mendiskusikan K3 dengan kelompok tani menghadapi tantangan, terutama terkait akses yang tidak merata terhadap tunjangan kesehatan. Pegawai perusahaan memiliki akses terhadap tunjangan jaminan sosial (BPJS) untuk perawatan medis, tetapi petani kecil tidak.

“Pegawai perusahaan memiliki tunjangan BPJS, tetapi petani kecil tidak,” Ani menegaskan.

Menanggapi hal ini, Ani mulai membantu petani dalam mengumpulkan informasi mengenai siapa saja yang berminat untuk mendaftar BPJS kesehatan. Selain itu, setelah berdiskusi dengan serikat pekerja, masyarakat dan perusahaan, klinik yang dikelola perusahaan dibuka untuk umum, menawarkan akses perawatan medis yang nyaman bagi semua orang.

Setelah beberapa kali melakukan dialog sosial dengan masyarakat, direkomendasikan agar peralatan kerja disimpan di gudang terpisah, bukan di tempat tinggal. Bahan-bahan kimia berbahaya juga disimpan di gubuk terpisah, disertai dengan poster-poster yang merinci bahayanya. Masyarakat menerima peralatan kerja yang sesuai, termasuk tojok (pipa panjang untuk menusuk tandan kelapa sawit), gerobak dan tangki penyemprot untuk pengendalian hama.

Ani juga dengan senang hati melaporkan,“Jalan tanah merah yang kami lalui setiap hari telah diperbaiki. Tidak lagi licin dan berlumpur saat hujan turun.”

Seiring dengan berakarnya inisiatif-inisiatif ini, kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat terus menguat, mendorong masa depan yang lebih berkelanjutan bagi keduanya. Ani melihat bahwa meskipun beberapa perubahan, seperti peningkatan akses terhadap sumber daya kesehatan dan perbaikan kondisi kerja, kini telah mapan, namun perubahan lainnya masih memerlukan dukungan berkelanjutan dari kedua belah pihak untuk memastikan keberlanjutan.

Pendanaan diberikan oleh Departemen Perburuhan Amerika Serikat di bawah perjanjian kerja sama nomor IL-35632-75-K. 100 persen dari total biaya proyek ini dibiayai dengan dana federal, dengan total 11 juta dolar. Materi ini tidak mencerminkan pandangan atau kebijakan Departemen Perburuhan Amerika Serikat, dan penyebutan nama dagang, produk komersial, atau organisasi tidak menyiratkan dukungan dari Pemerintah Amerika Serikat.

Related content

Mendorong budaya saling menghormati dan K3 di tempat kerja di Maluku
Four workers processing tuna on the table

Dampak kami, suara mereka

Mendorong budaya saling menghormati dan K3 di tempat kerja di Maluku

Dari keterasingan menuju pemberdayaan: Mama Abu dan kebangkitan Kelompok Tuna Besty
A group photo of women and men wearing colourful hats and outfits.

Dampak kami, suara mereka

Dari keterasingan menuju pemberdayaan: Mama Abu dan kebangkitan Kelompok Tuna Besty