Dampak kami, suara mereka
Perubahan kecil telah membantu seorang petani perempuan bekerja lebih aman di Lampung, Indonesia
Berkat dukungan dari ILO dan Nestlé Indonesia, seorang ketua kelompok petani perempuan di Lampung, Indonesia, berhasil mengubah pelajaran praktis menjadi perbaikan sederhana yang menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan lebih baik bagi dirinya serta rekan-rekannya sesama petani.
6 Oktober 2026
TANGGAMUS, Lampung, Indonesia (Berita ILO) - Erni Widianingsih, 49 tahun, membuka lemari kabinet di tempat penyimpanan belakang rumahnya di Talang Jawa, Kabupaten Tanggamus, Lampung dan dengan mudah meraih wadah pestisida. Di dekatnya, peralatan benda tajam pertanian tertata rapi di rak-rak khusus, secara aman dipisahkan dari barang-barang rumah tangga lainnya.
“Dulu, saya menghabiskan banyak waktu mencari berbagai barang. Kini, semuanya lebih mudah ditemukan dan tertata lebih rapi, sehingga kerja saya menjadi lebih nyaman. Peralatan mudah ditemukan, bahan kimia tersimpan dengan aman dan saya tidak lagi khawatir membahayakan orang-orang di sekitar saya,” ujar Erni, yang lahir dan dibesarkan di keluarga petani kopi.
Perubahan kecil untuk pekerjaan yang lebih aman
Perubahan sederhana dalam cara ia menata peralatan dan bahan kimia ini bermula setelah Kelompok Tani Perempuan Kembang Kopi, yang dipimpin oleh Erni, mengikuti program pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang didukung oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Nestlé Indonesia melalui proyek Vision Zero Fund (VZF). Pelatihan tersebut diselenggarakan dua kali di rumahnya pada bulan Desember tahun lalu dan Januari tahun ini dengan diikuti 20 anggota aktif kelompok tersebut.
Pelatihan ini diselenggarakan melalui Sekolah Lapangan K3 bagi Petani dan dipandu oleh salah satu dari 10 petani-pelatih lokal yang telah menyelesaikan program Peningkatan Kerja dalam Pembangunan Lingkungan (WIND) dari ILO. WIND merupakan pendekatan pelatihan yang praktis, partisipatif, dan berorientasi pada tindakan, yang dirancang untuk membantu petani serta pekerja di pedesaan meningkatkan keselamatan, kesehatan, dan kondisi kerja melalui solusi sederhana dan berbiaya rendah dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara lokal.
Setelah pelatihan tersebut, Erni dan anggota lainnya menggunakan daftar periksa K3 untuk menilai kondisi di rumah dan lahan pertanian mereka. Daftar periksa ini mencakup aspek-aspek utama seperti penanganan bahan secara aman, tata graha, pengendalian bahaya dan risiko, kesehatan dan kesejahteraan, serta pengaturan kerja. Mereka juga diminta untuk menyusun tiga rencana tindak lanjut untuk perbaikan yang dapat mereka lakukan dalam kurun waktu dua minggu, tiga bulan, dan enam bulan.
“Awalnya terasa rumit dan sulit. Bersama anggota lainnya, kami membahas semuanya satu per satu untuk melihat apa yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan kami,” kenangnya.
Erni memutuskan untuk memulai dengan sesuatu yang praktis: memperbaiki cara penyimpanan dan penataan berbagai bahan, peralatan dan bahan kimia di rumahnya. Setelah mulai merasakan manfaatnya, ia pun mencari perubahan lain lagi yang dapat ia lakukan.
Dulu, saya menghabiskan banyak waktu mencari berbagai barang. Kini, semuanya lebih mudah ditemukan dan tertata lebih rapi, sehingga kerja saya menjadi lebih nyaman. Peralatan mudah ditemukan, bahan kimia tersimpan dengan aman dan saya tidak lagi khawatir membahayakan orang-orang di sekitar saya.
Ia menerapkan pendekatan serupa pada perkebunan kopinya yang seluas 1,5 hektar; di sana, ia membangun tempat berteduh serta fasilitas penyediaan air dan menyediakan tangga untuk keperluan pemangkasan dan pemanenan. Berbagai perbaikan ini tidak hanya bermanfaat bagi Erni, tetapi juga bagi ketiga pekerja yang rutin membantunya mengurus perkebunan. Saat musim panen tiba, ia dapat mempekerjakan hingga delapan pekerja tambahan.
Sebagai pimpinan Kembang Kopi, Erni juga mendorong anggota lainnya untuk menindaklanjuti perbaikan yang mereka identifikasi melalui daftar periksa. “Saya memeriksa kemajuan anggota selama pertemuan bulanan kami,” katanya. “Kebanyakan dari mereka sudah melakukan perbaikan K3. Hanya sedikit yang belum melakukan karena sibuk mengurusi anak-anak.”
Henky Fernando, petani sekaligus pelatih lokal yang memfasilitasi pelatihan tersebut, merasa optimis dengan kemajuan yang dicapai oleh Erni dan anggota lainnya. Sebagai bagian dari rencana tindak lanjut yang telah disepakati, ia terus memberikan bimbingan dan pendampingan langsung untuk membantu para petani mewujudkan rencana mereka ke dalam praktik.
"Saya sangat senang melihat kemajuan yang telah mereka capai melalui pembinaan dan pendampingan kami," ujar Henky. "Saya sangat mengapresiasi komitmen mereka untuk melakukan perubahan-perubahan ini. Kami juga akan mengidentifikasi petani unggulan yang dapat menjadi teladan serta mendorong petani lain untuk melakukan perbaikan serupa."
Rencana pengembangan untuk masa depan
Erni sudah memikirkan bagaimana ia dapat menerapkan pelajaran-pelajaran ini untuk tujuan berikutnya: mendirikan fasilitas penggilingan kopi sendiri tahun depan. "Saya akan menerapkan apa yang saya pelajari dari pelatihan ILO, seperti menyediakan ruang yang cukup di sekitar mesin, memasang atap di atasnya untuk menciptakan area kerja yang aman dan nyaman, serta tentu saja, memastikan adanya tombol darurat untuk mematikan mesin," ujarnya.
Selain mengelola kebun kopi mereka, Erni dan anggota Kembang Kopi lainnya juga bekerja sama untuk menjadikan kelompok tersebut lebih mandiri. Mereka telah mulai menanam sayuran; sebagian hasilnya dijual, sementara sisanya dikonsumsi oleh para anggota beserta keluarga mereka.
“Kami berharap dapat menjadi semakin produktif dan memperoleh penghasilan tambahan,” ujar Erni.
Bagi Erni dan para perempuan di Kembang Kopi, perubahan-perubahan kecil telah membawa dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari mereka. Melalui setiap perbaikan tersebut, ia dan rekan-rekannya di Kembang Kopi menunjukkan bagaimana perubahan praktis dapat membantu menjadikan pekerjaan mereka lebih aman serta mendukung penghidupan yang lebih baik bagi keluarga mereka.
Saya sangat senang melihat kemajuan yang telah mereka capai melalui pembinaan dan pendampingan kami. Saya sangat mengapresiasi komitmen mereka untuk melakukan perubahan-perubahan ini.
Henky Fernando, petani sekaligus pelatih lokal yang memfasilitasi pelatihan
Related content
Vision Zero Fund
Meningkatkan kondisi K3 dan sosial bagi perempuan dan laki-laki di komunitas petani kopi di Indonesia
Relevant projects
Vision Zero Fund
Meningkatkan kondisi K3 dan sosial bagi perempuan dan laki-laki di komunitas petani kopi di Indonesia