Inklusi keuangan untuk UKM
Bank Pembangunan Daerah dan Bank Perkreditan Rakyat di Indonesia memperkuat dukungan keuangan kepada UKM
ILO mendukung Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di beberapa provinsi untuk memberikan akses yang lebih besar kepada UKM terhadap layanan keuangan.
30 Agustus 2024
PENGALENGAN DAN SUMBA TIMUR, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur, Indonesia (Berita ILO) - Usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia merupakan pendorong penting bagi pembangunan negara di masa depan. UKM juga merupakan sumber lapangan kerja yang penting dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap output nasional.
Kendati demikian, UKM masih sering mengalami kesulitan dalam mengakses pembiayaan dari bank dan lembaga keuangan formal lainnya. Banyak dari mereka tidak dapat menyediakan agunan untuk mendapatkan pinjaman, prosedur yang terlalu rumit, atau biaya layanan administrasi yang terlalu tinggi sehingga bank tidak menganggap mereka sebagai pasar yang menguntungkan.
Kami mendukung BPD dan BPR dalam meningkatkan kapabilitas digital mereka sehingga dapat memberikan layanan keuangan yang cepat dan terjangkau bagi nasabah UKM. Dukungan kami mulai dari peningkatan core banking hingga pengembangan sistem pemberian kredit atau pembuatan dashboard monitoring untuk portofolio kredit.
Djauhari Sitorus, Manajer Program Promise II Impact ILO
Untuk meningkatkan akses yang lebih besar bagi UKM ke keuangan dan digitalisasi, Program Mempromosikan Usaha Kecil dan Menengah melalui Akses Pengusaha ke Layanan Keuangan Tahap 2 (Promise II Impact) ILO, yang didanai Sekretariat Negara Swiss untuk Bidang Perekonomian (SECO), telah berkolaborasi dengan 10 bank pembangunan daerah (BPD) dan bank perkreditan rakyat (BPR) di beberapa provinsi di Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Selain pemberdayaan keuangan UKM, kami juga bekerja sama dengan BPD dan BPR untuk memperkuat layanan mereka kepada UKM dengan memanfaatkan teknologi digital. Kami mendukung BPD dan BPR dalam meningkatkan kapabilitas digital mereka sehingga dapat memberikan layanan keuangan yang cepat dan terjangkau bagi nasabah UKM. Dukungan kami mulai dari peningkatan core banking hingga pengembangan sistem pemberian kredit atau pembuatan dashboard monitoring untuk portofolio kredit,” ujar Djauhari Sitorus, Manajer Program Promise II Impact ILO.
Kolaborasi ini juga bertujuan untuk memperkuat peran BPD dan BPR sebagai pemberi pinjaman utama di daerah masing-masing di tengah persaingan yang semakin ketat dengan lembaga lain. “Kami tidak dapat memungkiri bahwa BPD dan BPR lebih memahami konteks lokal dan harus mengambil peran yang lebih besar dalam mendukung UKM lokal dengan pinjaman yang terjangkau dan mudah diakses,” tambah Djauhari.
Transformasi digital untuk peternak sapi perah di Jawa Barat
Salah satu BPR yang telah bekerja sama dengan Promise II Impact adalah BPR Bandung Kidul di Jawa Barat. Tantangan utama yang dihadapi BPR Bandung Kidul dalam memberikan pinjaman kepada para peternak sapi perah yang tergabung dalam Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) adalah kurangnya visibilitas bisnis, neraca keuangan dan manajemen bisnis. Akibatnya, BPR Bandung Kidul tidak dapat memberikan pinjaman yang dibutuhkan oleh para peternak untuk meningkatkan usaha sapi perah mereka.
Kami sangat menghargai dukungan yang diberikan oleh ILO yang memungkinkan anggota kami untuk mendapatkan manfaat lebih dari penggunaan teknologi digital dan memperoleh keterampilan baru yang meningkatkan produktivitas, pengetahuan dan akses keuangan.
H. Aun Gunawan, Kepala KPBS
Memanfaatkan ketersediaan perangkat lunak sumber terbuka, Promise II Impact mendukung transformasi digital KPBS dengan meningkatkan Enterprise Resource Planning (ERP) dalam ekosistem rantai nilainya untuk mendukung skala bisnis, produktivitas, perluasan bisnis dan akses yang lebih baik terhadap pembiayaan. Untuk selanjutnya, ERP KPBS akan dilengkapi dengan berbagai fitur yang mudah digunakan untuk logistik, data keanggotaan, dan modul kesehatan hewan, yang telah memberikan manfaat bagi 2.050 anggota KPBS saat ini dalam ekosistem rantai nilai sapi perah.
“Dengan fasilitas pinjaman cepat yang baru diluncurkan Maret lalu, 140 anggota telah menerima pinjaman melalui fasilitas ini. Kami sangat menghargai dukungan yang diberikan oleh ILO yang memungkinkan anggota kami untuk mendapatkan manfaat lebih dari penggunaan teknologi digital dan memperoleh keterampilan baru yang meningkatkan produktivitas, pengetahuan dan akses keuangan mereka,” kata H. Aun Gunawan, Kepala KPBS.
Para penerima pinjaman pun telah menilai efektivitas penggunaan aplikasi ini. Mereka sekarang menerima pinjaman dalam waktu satu hari setelah disetujui, yang menguntungkan produktivitas mereka karena mereka tidak perlu lagi melewatkan jam kerja penting untuk mengurus ternak dan produksi susu. Para peternak sapi perah kini dapat mengajukan pinjaman dengan mudah dan cepat, kapan saja dan dari mana saja.
Akses yang lebih mudah ke pinjaman untuk petani rumput laut di Sumba Timur
Akses yang lebih mudah juga diberikan oleh Bank NTT kepada para petani rumput laut di Sumba Timur. Sektor pertanian dianggap sebagai bisnis yang rentan. Karena tingginya risiko gagal panen, ketidakpastian pendapatan dan kurangnya manajemen bisnis, lembaga jasa keuangan seperti Bank NTT masih enggan untuk memberikan pinjaman.
Untuk membantu meningkatkan visibilitas dan manajemen bisnis petani rumput laut, Promise II Impact telah mengembangkan aplikasi digital bekerja sama dengan Agree dari PT Telkom Indonesia melalui pelantar grobisnis bernama Agree. Aplikasi ini telah diperkenalkan dan disosialisasikan kepada 200 petani rumput laut pada bulan Mei lalu yang juga telah mengikuti program pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan dari Promise II Impact ILO.
Aplikasi ini juga menghubungkan petani dengan PT Algae Sumba Timur Lestari (PT ASTIL), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumba Timur, dan sistem Ketertelusuran Hulu-Hilir dari aplikasi ini telah memberikan bantuan dalam memantau dan mencatat setiap tahap budidaya rumput laut, seperti pemeliharaan, pengolahan dan distribusi produk.
“Aplikasi ini telah membuka peluang untuk menghubungkan antara petani, petani dengan regulator dan petani dengan pembeli. Hal ini juga membuka akses yang lebih besar untuk mendapatkan pinjaman karena penelusuran digital telah memberikan informasi historis mengenai produktivitas dan potensi risiko produksi kepada lembaga perbankan,” kata Djauhari.
Salah satu misi Bank NTT adalah menggali potensi sumber daya daerah agar lebih produktif dengan menyalurkan dana dalam bentuk kredit mikro dengan bunga 0 persen untuk kesejahteraan masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan dalam rangka meningkatkan layanan keuangan bagi petani rumput laut.
Stefanus Ngongo Mesa, SP, Kepala Cabang Bank NTT Waingapu, Sumba Timur
Hasilnya, 20 petani rumput laut menerima program Kredit Merdeka dari Bank NTT sebesar Rp 5 juta per orang dengan bunga nol persen dan tanpa agunan. Akses yang lebih besar terhadap pinjaman juga membantu petani menghindari pinjaman berisiko tinggi dari rentenir. Sejumlah petani lainnya sedang dalam proses mengakses program ini.
“Salah satu misi Bank NTT adalah menggali potensi sumber daya daerah agar lebih produktif dengan menyalurkan dana dalam bentuk kredit mikro dengan bunga 0 persen untuk kesejahteraan masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan dalam rangka meningkatkan layanan keuangan bagi petani rumput laut,” ujar Stefanus Ngongo Mesa, SP, Kepala Cabang Bank NTT Waingapu, Sumba Timur.
Sementara bagi Diana Mahalebu, seorang ibu berusia 38 tahun dengan lima orang anak, salah seorang penerima kredit mikro mengatakan: “Saya sekarang lebih termotivasi dengan aplikasi digital yang baru dan dengan kredit mikro yang membantu saya bertani dengan lebih baik. Rencana ke depan saya adalah untuk terus memperluas lahan pertanian saya untuk tidak hanya meningkatkan produksi panen saya tetapi juga pendapatan saya untuk menghidupi keluarga saya,” katanya.
Related content
Aplikasi digital membantu optimalkan produksi panen petani rumput laut Sumba Timur
Keterampilan dan literasi keuangan meningkatkan mata pencarian petani rumput laut di Sumba Timur
Siaran pers
Inovasi digital tingkatkan akses peternak sapi perah di Jawa Barat terhadap layanan keuangan
Siaran pers
OJK, Bank NTT dan ILO luncurkan program literasi keuangan di perdesaan melalui program Desa EKI dan Kredit Merdeka di Sumba Timur