Memahami Kondisi Kerja Pekerja Kapal Penangkap Ikan di Indonesia: Bukti dari Survei Pekerjaan Layak di Sektor Perikanan Laut Tahun 2024
Lembar fakta ini menyajikan temuan utama Survei pertama di Indonesia tentang Pekerjaan Layak di Perikanan Laut, yang dilakukan oleh ILO bekerja sama dengan Pusat Riset Kependudukan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRK-BRIN). Survei ini pun diperkaya dengan penelitian kualitatif termasuk diskusi kelompok terpumpun, wawancara dengan para informan utama dan lokakarya konsultatif dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dilakukan selama satu tahun dari November 2023 hingga September 2024, survei ini menjangkau 3,396 awak kapal perikanan di 18 pelabuhan yang mencakup empat jenis pelabuhan, yaitu Pelabuhan Perikanan Laut (PPS), Pelabuhan Pelayaran Nusantara (PPN), Pelabuhan Perairan Pesisir (PPP) dan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI). Survei ini terfokus pada isu-isu ketenagakerjaan bagi awak kapal perikanan yang bekerja di atas kapal penangkapan ikan Indonesia.
Survei ini memperkuat bukti-bukti pelanggaran berat terhadap hak-hak pekerja, termasuk kerja paksa dan perdagangan orang. Survei ini mendukung misi ILO untuk menghapuskan kerja paksa melalui Inisiatif 8.7 Accelerator Lab dan selaras dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh Inisiatiaf Keadilan Biru, mitra ILO.
Selanjutnya:
Additional details
Author(s)
- Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
References
- ISBN Web PDF: 978-92-2-041889-5
- ISBN: 978-92-2-041888-8 (mencetak)
Related content
Lokakarya
Temuan dari Survei 2024 tentang Pekerjaan Layak di Sektor Perikanan Laut
Siaran pers
Awak kapal perikanan Indonesia masih rentan eksploitasi
ILO dan BRIN memulai survei bersama mengenai pekerjaan layak di perikanan laut di Indonesia