Peluncuran profil pekerjaan yang layak untuk Indonesia: mengukur kemajuan pekerjaan yang layak di Indonesia

JAKARTA (Siaran Pers Bersama): Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) akan meluncurkan Profil Pekerjaan yang Layak untuk Indonesia yang mengkaji kemajuan perkembangan kondisi pasar kerja dan perlindungan terhadap pekerja selama lebih dari satu dasawarsa pada Rabu, 23 Mei, di Hotel Le Meridien, Jakarta.

23 Mei 2012

Content also available in: English

JAKARTA (Siaran Pers Bersama): Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) akan meluncurkan Profil Pekerjaan yang Layak untuk Indonesia yang mengkaji kemajuan perkembangan kondisi pasar kerja dan perlindungan terhadap pekerja selama lebih dari satu dasawarsa pada Rabu, 23 Mei, di Hotel Le Meridien, Jakarta. Profil ini akan diluncurkan secara resmi oleh Julian Wilson, Ketua Delegasi Uni Eropa dan Peter van Rooij, Direktur ILO di Indonesia.

Profil ini disusun di bawah Proyek ILO mengenai Memantau dan Menilai Kemajuan dari Pekerjaan yang Layak (MAP), yang didanai Uni Eropa dan dilaksanakan oleh ILO bersama dengan Pemerintah Indonesia dan para mitra sosialnya. Bekerja sama dengan badan-badan pemerintah, organisasi-organisasi pekerja dan pengusaha serta lembaga-lembaga penelitian, Proyek ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas negara-negara berkembang dan transisi dalam melakukan pemantauan dan pengkajian sendiri mengenai kemajuan-kemajuan dalam pekerjaan yang layak. Indonesia merupakan salah satu dari sepuluh negara yang secara global menjalankan Proyek MAP ini.

Melalui Profil Pekerjaan yang Layak untuk Indonesia, diharapkan para aktor yang relevan, termasuk Pemerintah Indonesia, organisasi pengusaha dan pekerja, dapat memantau kemajuan-kemajuan yang ada di Indonesia sejak 1996, mengidentifikasi tantangan-tantangan yang ada serta kebijakan-kebijakan yang diperlukan.

Profil ini mencakup 11 bidang tematik pekerjaan yang layak, menjabarkan data statistik yang relevan serta menampilkan aspek-aspek penting dalam kerangka kerja hukum pekerjaan yang layak. Profil ini pun mencakup temuan-temuan penting berikut ini:

  • Pengangguran telah turun selama sepuluh tahun sejak puncaknya yang dicapai pada 2005 namun tetap terbilang tinggi, khususnya di antara kaum perempuan dan muda.
  • Rata-rata upah ril meningkat namun masih tertinggal dari kenaikan upah minimum.
  • Kesejahteraan pekerja perempuan dan pekerja lepas umumnya masih rendah dibandingkan pekerja lainnya, dan kondisi kerja perempuan terbilang lebih buruk dibandingkan pekerja laki-laki.
  • Sejumlah besar pekerja masih mendapatkan upah rendah dengan persentase semakin meningkat dan jaminan kerja yang rendah.
  • Semakin banyak orang yang bekerja lebih dari 48 jam per minggu, dibandingkan dengan jam kerja yang dimandatkan oleh Pemerintah 40-jam per minggu.
  • Kendati ada komitmen untuk menghapuskan pekerja anak, lebih dari 1,5 juta anak-anak berusia 10 dan 17 tahun masih bekerja.
  • Dialog sosial, perwakilan pengusaha dan pekerja memperlihatkan kemajuan selama lebih dari lima tahun belakangan ini, namun kesenjangan dalam pendataan resmi dan perkiraan jumlah mogok menghambat proses pengkajian secara menyeluruh.

Peter van Rooij, Direktur ILO di Indonesia, mengatakan pemantauan dan pengkajian kemajuan pekerjaan yang layak di tingkat negara merupakan tugas penting ILO dan para konstituennya. “Menciptakan lapangan kerja, memastikan hak-hak di tempat kerja bagi semua pekerja dan mengembangkan perlindungan sosial serta dialog antara pekerja, pengusaha dan pemerintah merupakan metode yang sudah teruji dan terbukti mampu mendorong produktivitas dan peningkatan sumber daya manusia di negara ini,” kata dia.

“Dengan mengembangkan kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan Agenda Pekerjaan yang Layak, Pemerintah dapat memastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap pekerjaan yang produktif dengan pendapatan yang adil, keamanan di tempat kerja dan perlindungan sosial yang memberikan mereka kebebasan untuk berpartisipasi dalam keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka,” tambah dia.

Agenda Pekerjaan yang Layak, dikembangkan oleh ILO, telah diakui sebagai langkah penting untuk keluar dari kemiskinan. Agenda ini memiliki empat tujuan strategis: menciptakan lapangan kerja, menjamin hak di tempat kerja, memperluas cakupan perlindungan sosial dan mempromosikan dialog sosial. ILO mempergunakan Profil Pekerjaan yang Layak untuk menyusun prakarsa-prakarsa kebijakan yang dapat dipergunakan untuk mempercepat pelaksanaan Agenda Pekerjaan yang Layak.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Diah Widarti
Staf Proyek MAP ILO

Tel.: +6221 391 3112 ext. 129
Email


Gita Lingga
Humas
Tel.: +6221 391 39112 ext. 115
Email