Gerakan serikat pekerja

Penting, peran serikat pekerja dalam penciptaan lapangan kerja

Sebagai salah satu aktor ketenagakerjaan utama, serikat pekerja memiliki peran penting dalam penciptaan dan promosi lapangan kerja. Dengan terintegrasinya aspirasi mereka dalam diskusi dan pengembangan kebijakan, serikat pekerja dapat menjadi bagian dari upaya mempromosikan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas demi pembangunan yang berkelanjutan.

20 September 2018

Content also available in: English
Serikat pekerja membahas peran mereka dalam penciptaan lapangan kerja Perwakilan serikat pekreja dari Konfederasi serikat-serikat pekerja yang menjadi bagian dari Lembaga Kerjasama Tripartit berkumpul di Jakarta untuk membahas dan mengkaji upaya-upaya serikat pekerja agar dapat menjadi agen berpengaruh dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pengembangan kebijakan terkait penciptaan dan promosi lapangan kerja di Indonesia.

Difasilitasi oleh ILO di bulan September, acara bertajuk “Lokakarya Peran Serikat Pekerja untuk Penciptaan Lapangan Kerja” merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat peran serikat pekerja dalam mempromosikan pekerjaan yang layak bagi semua warga Indonesia.

Penting bagi serikat pekerja untuk terlibat dalam kebijakan ketenagakerjaan. Kita harus memastikan bahwa perubahan di dalam dunia kerja tidak membahayakan kesejahteraan pekerja."

Muhamad Hakim, Ketua Gugus Tugas Serikat Pekerja untuk Penciptaan Lapangan Kerja
Para peserta membahas dan mengkaji permasalahan-permasalahan ketenagakerjaan yang berperan penting dalam memastikan kesiapan pekerja Indonesia dalam menghadapi pesatnya perubahan di dunia kerja akibat kemajuan teknologi, globalisasi, perubahan iklim dan sebagainya. Tiga permasalahan utama yang menjadi pembahasan adalah layanan ketenagakerjaan publik, pelatihan kejuruan dan pemagangan formal.

Muhamad Hakim, Ketua Gugus Tugas Serikat Pekerja untuk Penciptaan Lapangan Kerja, mengatakan bahwa ketiga di atas merupakan prioritas dari Gugus Tugas. “Penting bagi serikat pekerja untuk terlibat dalam kebijakan ketenagakerjaan. Kita harus memastikan bahwa perubahan di dalam dunia kerja tidak membahayakan kesejahteraan pekerja,” kata dia.

Yulius dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memaparkan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasional Menegaskan pentingnya peran serikat pekerja sebagai salah satu aktor ketenagakerjaan utama, Kazutoshi Chatani, Spesialis Ketenagakerjaan ILO mengatakan,”Indonesia memiliki potensi perekonomian yang baik. Karenanya penting bagi aspirasi dan suara serikat pekerja untuk terintegrasi dalam kebijakan ketenagakerjaan. Serikat pekerja harus berperan aktif dalam mempengaruhi kebijakan ketenagakerjaan.”

Indonesia memiliki potensi perekonomian yang baik. Karenanya penting bagi aspirasi dan suara serikat pekerja untuk terintegrasi dalam kebijakan ketenagakerjaan. Serikat pekerja harus berperan aktif dalam mempengaruhi kebijakan ketenagakerjaan."

Kazutoshi Chatani, Spesialis Ketenagakerjaan ILO
Yulius, Asisten Deputi untuk Ketenagakerjaan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menjelaskan mengenai upaya yang dilakukan Kementerian Koordinator untuk merevitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasional, yang bertujuan meningkatkan dan memperkuat keterampilan pekerja Indonesia. “Kami telah mengembangkan peta jalan mengenai hal ini, termasuk peningkatan kurikulum, akreditasi, sertifikasi, sarana prasarana dan pendanaan,” jelasnya.

Mahatmi P. Surento, Direktur Ketenagakerjaan Bappenas, menyoroti dampak kemajuan teknologi terhadap dunia kerja. Dia mengingatkan para peserta mengenai pekerjaan yang akan hilang dan pekerjaan baru yang akan tercipta. “Lebih dari 50 juta pekerjaan akan hilang; sementara 3,7 juta pekerjaan baru akan tercipta. Kita tidak lagi dapat menghindari kemajuan teknologi terhadap ketenagakerjaan; karenanya pemerintah telah mengembangkan visi untuk Indonesia pada 2045,” kata dia.

Sementara Surya Lukita dari Direktorat Pelatihan dan Produktivitas, Kementerian Ketenagakerjaan, memaparkan desain besar mengenai pelatihan vokasional di bawah Kementerian Ketenagakerjaan. “Desain besar ini disasarkan untuk para pencari kerja baru dan pekerja miskin dengan mengurangi ketidaksesuaian keterampilan dan dengan meningkatkan keterampilan pakerja sehingga lebih berdaya saing,” ujarnya.

Acara ini ditutup dengan penyusunan kertas posisi serikat pekerja mengenai ketenagakerjaan. “Kertas posisi ini akan dibagikan kepada para pemangku kepentingan terkait. Kami berencana mengunjungi lembaga terkait untuk memaparkan dan mendiskusikan kertas tersebut,”Hakim berkata.