Perempuan dalam STEM
ILO kerjasama dengan BBPLK-Bekasi tingkatkan partisipasi pekerja perempuan di bidang terkait STEM
Pekerja perempuan Indonesia banyak bekerja dalam pekerjaan yang berisiko tinggi terhadap otomatisasi di semua industri. ILO telah bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Pelatihan Kejuruan Nasional untuk meningkatkan partisipasi perempuan di bidang pekerjaan yang terkait dengan sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM).
28 Januari 2019
Nota Kesepahaman ini ditandatangani oleh Kepala BBPLK-Bekasi, Helmiaty Basri dan Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Michiko Miyamoto, dengan diketahui oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Bambang Satrio Lelono. Acara penandatanganan dilakukan sebagai bagian dari Rapat Koordinasi Teknis BBPLK-Bekasi dan BLK-BLK di bawah supervisinya dari tiga provinsi (Jawa Barat, Bengkulu, dan Kalimantan Selatan).
Nota Kesepahaman tersebut menggarisbawahi kolaborasi antara BBPLK-Bekasi dan ILO untuk memberikan kursus-kursus TIK yang diperuntukkan khusus perempuan bagi 415 remaja perempuan dari Februari hingga Desember 2019. Sebanyak 415 remaja perempuan ditargetkan akan dilatih dalam 26 kelas. Rekrutmen akan dilakukan oleh ILO, berkoordinasi dengan BBPLK-Bekasi. Materi promosi dan komunikasi telah dibuat untuk menarik minat mereka agar mau mendaftar dalam program ini.Industri 4.0 adalah tentang bagaimana manusia, mesin dan data terhubung satu sama lain. Perkembangan seperti ini telah menciptakan jenis pekerjaan baru yang membutuhkan keterampilan baru agar pekerja tetap relevan dan dapat dipekerjakan. Dengan demikian, pelatihan kejuruan harus lebih adaptif dan inovatif. Pada saat yang sama, penyedia pelatihan kejuruan juga harus dapat mengidentifikasi keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan masa depan."
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Bambang Satrio Lelono
Sesi pelatihan akan memanfaatkan kurikulum BBPLK-Bekasi, yang diperkuat dengan kegiatan berjejaring dengan dan kegiatan bersama sektor swasta oleh ILO. BBPLK-Bekasi ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia sebagai pusat pelatihan kejuruan untuk kursus TIK, bersama dengan kursus elektronik, kulkas dan layanan keramahtamahan.
Menekankan pentingnya membangun pekerja terampil menuju Industri 4.0, khususnya pekerja perempuan, Direktur Jenderal Bambang menekankan pentingnya bidang terkait STEM dalam dunia kerja yang berubah cepat dan kebutuhan mendesak bagi pekerja Indonesia, khususnya pekerja perempuan, untuk beradaptasi dengan cepatnya perubahan lingkungan kerja ini.
“Industri 4.0 adalah tentang bagaimana manusia, mesin dan data terhubung satu sama lain. Perkembangan seperti ini telah menciptakan jenis pekerjaan baru yang membutuhkan keterampilan baru agar pekerja tetap relevan dan dapat dipekerjakan. Dengan demikian, pelatihan kejuruan harus lebih adaptif dan inovatif. Pada saat yang sama, penyedia pelatihan kejuruan juga harus dapat mengidentifikasi keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan masa depan,” katanya dalam sambutan pembukaan.ILO saat ini sedang menerapkan Proyek Kesiapan dan Pengembangan Tenaga Kerja Perempuan dalam Bidang STEM yang berupaya untuk memperkuat hubungan antara perusahaan sektor swasta, lembaga mitra sosial dan pusat pelatihan kejuruan."
Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste
Sementara itu Michiko Miyamoto menjelaskan tentang komitmen ILO dalam mendukung keterlibatan pekerja perempuan yang lebih besar di bidang terkait STEM. Hal ini sesuai dengan perkiraan ILO bahwa 56 persen lapangan kerja di Indonesia menghadapi risiko otomatisasi. “ILO saat ini sedang menerapkan Proyek Kesiapan dan Pengembangan Tenaga Kerja Perempuan dalam Bidang STEM yang berupaya untuk memperkuat hubungan antara perusahaan sektor swasta, lembaga mitra sosial dan pusat pelatihan kejuruan,” ia menjelaskan.
Penandatanganan komitmen diketahui oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Bambang Satrio Lelono Didanai oleh J. P. Morgan Chase Foundation, proyek STEM ILO dilaksanakan di tiga negara ASEAN: Indonesia, Thailand dan Filipina. Di Indonesia, Proyek ini diterapkan di sektor otomotif dan TIK, yang diidentifikasi sebagai sektor dengan pertumbuhan tinggi dan menghadirkan kesenjangan keterampilan yang signifikan tetapi juga berpeluang untuk pertumbuhan.
Hingga saat ini, Proyek telah menyelesaikan lokakarya tentang menciptakan pusat pelatihan yang ramah perempuan bagi manajemen dan instruktur BBPLK serta kajian cepat permintaan keterampilan TIK di Indonesia. Laporan kajian cepat ini akan diterbitkan pada pertengahan Februari, sebagai bagian peringatan Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains yang jatuh pada 11 Februari 2019.