COVID-19: Mempromosikan pengembangan keterampilan
Menarik perhatian untuk pekerjaan: Pentingnya penjenamaan bagi pencari kerja
Saat teknologi mengambil alih dunia, perusahaan beralih ke media sosial dalam mempekerjakan dan merekrut pekerja. Penjenamaan yang baik, karenanya, dapat membantu kaum muda mendapatkan pekerjaan atau peluang bisnis pertama mereka.
22 September 2020
“Saya baru saja dipekerjakan akhir Agustus sebagai staf yang bertanggung jawab untuk mempengaruhi opini publik terhadap perusahaan di media sosial,” ungkapnya di hadapan ribuan pemirsa muda selama acara yang diselenggarakan bersama antara ILO dan GRID Network, jaringan media terkemuka. di Indonesia, dalam sesi interaktif bertajuk “Boost Your Creativity” (BRAVE).
Sesi BRAVE bertajuk “Bagaimana membangun penjenamaan di media sosial” ini, yang digelar secara virtual pada 18 September, merupakan bagian dari festival muda yang berjudul “Reconnect” yang diadakan untuk memperingati Hari Pemuda Internasional yang dimulai pada 12 Agustus hingga 26 September. Sesi ini bertujuan untuk membekali kaum muda Indonesia dengan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan mereka, termasuk keterampilan dalam membangun citra diri.Penjenamaan adalah bagaimana menempatkan diri kita di luar sana agar keahlian, nilai dan keterampilan kita diperhatikan dan dihargai dan memungkinkan bagi lebih banyak orang untuk tahu siapa kita."
Miracle Sitompul, seorang pemengaruh profesional
Miracle sudah menyadari pentingnya penjenamaan ini sejak masih duduk di bangku kelas delapan SMP. Ketika itu ia hanya ingin mengikuti sebuah akun yang dia suka, namun permintaannya untuk diikuti kembali ditolak. Penolakan ini membuatnya sadar bahwa ia perlu memperbaiki dan mengelola kontennya dengan lebih baik di media sosial.
“Saya mulai melakukan pencitraan ulang dengan memilih foto dan mengartikulasikan konten dengan lebih baik karena saya menyadari bahwa penjenamaan adalah cerminan dari citra kita. Penjenamaan adalah bagaimana menempatkan diri kita di luar sana agar keahlian, nilai dan keterampilan kita diperhatikan dan dihargai dan memungkinkan bagi lebih banyak orang untuk tahu siapa kita,” kata Miracle.
Mengaitkan penjenamaan dengan peluang kerja, Deddy M. Kresnoputro, Kepala Sumber Daya Manusian dan Admnistrasi Umum IPMI International Business School, menjelaskan, selama 10 tahun terakhir, Departemen Sumber Daya Manusia (HRD) perusahaan telah memeriksa akun media sosial calon pekerja untuk mempelajari lebih lanjut tentang karakter asli mereka.Setiap perusahaan memiliki nilai tersendiri. Karenanya untuk mengetahui calon pekerja yang memiliki nilai sama, kami juga mengecek media sosial, memeriksa konten dan foto yang dipasang, jenis bahasa yang digunakan dan perilaku sosial yang ditampilkan."
Deddy M. Kresnoputro, Kepala Sumber Daya Manusian dan Admnistrasi Umum IPMI International Business School
“Setiap perusahaan memiliki nilai tersendiri. Karenanya untuk mengetahui calon pekerja yang memiliki nilai sama, kami juga mengecek media sosial, memeriksa konten dan foto yang dipasang, jenis bahasa yang digunakan dan perilaku sosial yang ditampilkan,” ujar Deddy.
Oleh karena itu, dari sudut pandang HRD, ia menyarankan kaum muda yang berpartisipasi untuk menampilkan konten yang mencerminkan hasrat, minat dan keterampilan mereka. Dia juga menyarankan penggunaan berbagai jenis media sosial untuk tujuan yang berbeda.
“HRD pertama-tama akan fokus pada LinkedIn untuk informasi profesional. Anda dapat membuat resume digital di LinkedIn dengan menampilkan hasrat, keterampilan dan keahlian serta pengalaman Anda. Kemudian Anda juga bisa menggunakan akun lain seperti Facebook, Twitter atau YouTube untuk menunjukkan minat atau hobi Anda yang lain. Ini akan membantu HRD mengenal Anda lebih baik,” ungkap Deddy.
Baik Miracle maupun Deddy sepakat bahwa kunci dari penjenamaan yang baik adalah kesadaran diri yang tinggi di mana konten yang ditampilkan merupakan cerminan diri yang sebenarnya. “Konsisten dan terus tingkatkan diri dengan keterampilan baru,” tutup Miracle. Sedangkan Deddy menekankan pentingnya etika. “Selalu ingat etika dalam semua pesan yang Anda tampilkan.”
Acara bincang-bincang muda ini merupakan bagian dari program pengembangan keterampilan ILO, yang memberikan dukungan kepada Indonesia dalam mempersiapkan generasi mudanya melalui keterampilan berbasis industri. Dukungan ILO juga diberikan oleh dua proyek keterampilannya: Proyek Keterampilan Industri untuk Pertumbuhan Inklusif (In-Sight) Tahap II dan Proyek Bantuan Berkualitas bagi Pekerja yang Terkena Dampak Penyesuaian Kerja (UNIQLO).
Didanai oleh Pemerintah Jepang, tahap kedua Proyek In-Sight ini bertujuan untuk mempromosikan mekanisme dan pendekatan praktis yang memungkinkan industri dan tempat kerja menjadi pendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di kawasan Asia.
Didanai oleh perusahaan induk UNIQLO, Fast Retailing Co., Ltd, Proyek ILO/UNIQLO memfasilitasi dialog tripartit dan memberikan bantuan teknis untuk merumuskan skema tunjangan pengangguran yang efektif dan komprehensif sebagai bagian dari sistem perlindungan sosial. Proyek ini akan berjalan selama dua tahun hingga 2021.
Related content
COVID-19: Mempromosikan pengembangan keterampilan
Mempersiapkan kaum muda dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan dan kewirausahaan