Membangun jejaring usaha untuk peternak sapi di Nusa Tenggara Timur

Sebagai bagian dari upaya mempromosikan ketahanan pangan dan mata pencaharian berkelanjutan bagi peternak berskala kecil serta pekerja pertanian dan keluarga mereka di Nusa Tenggara Timur (NTT), Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) akan menyelenggarakan forum usaha bagi peternak sapi bertajuk “Membangun Jejaring Usaha bagi Peternak Sapi” di Kabupaten Kupang, NTT, pada 18 Mei 2016.

18 Mei 2016

Content also available in: English
KUPANG (Berita ILO): Sebagai bagian dari upaya mempromosikan ketahanan pangan dan mata pencaharian berkelanjutan bagi peternak berskala kecil serta pekerja pertanian dan keluarga mereka di Nusa Tenggara Timur (NTT), Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) akan menyelenggarakan forum usaha bagi peternak sapi bertajuk “Membangun Jejaring Usaha bagi Peternak Sapi” di Kabupaten Kupang, NTT, pada 18 Mei 2016.

Pekerjaan layak untuk semua, termasuk para pekerja pertanian dan keluarga mereka, dapat mendorong produksi, proses dan aksesibilitas pangan serta, pada gilirannya, dapat memberikan pendapatan bagi semua orang untuk keluar dari kemiskinan dan memenuhi kebutuhan pangan."

Francesco d’Ovidio, Direktur ILO di Indonesia
Hewan ternak sapi merupakan salah satu sektor penting dan sumber mata pencaharian utama bagi masyarakat NTT. Forum usaha ini bertujuan memadukan kebutuhan dan permintaan hewan ternak secara lebih baik dari peternak di tingkat kabupaten dengan para pembeli di tingkat provinsi. Forum ini juga bertujuan memberikan ruang bagi para peserta untuk berbagi informasi mengenai produksi ternak dan memberikan pasokan informasi dari petani serta spesifikasi permintaan dari para pembeli sebagai upaya meningkatkan dan memperkokoh jejaring usaha antara peternak dan pembeli guna menyikapi kesenjangan yang ada terhadap pasokan dan kebutuhan ternak.

Francesco d’Ovidio, Direktur ILO di Indonesia, menyatakan bahwa mempromosikan ketahanan pangan dan mata pencaharian yang berkelanjutan melalui pekerjaan layak telah menjadi komitmen ILO sejak lama. “Pekerjaan layak untuk semua, termasuk para pekerja pertanian dan keluarga mereka, dapat mendorong produksi, proses dan aksesibilitas pangan serta, pada gilirannya, dapat memberikan pendapatan bagi semua orang untuk keluar dari kemiskinan dan memenuhi kebutuhan pangan,” ia melanjutkan.

Forum bisnis ini diselenggarakan ILO melalui Proyek Pekerjaan Layak untuk Ketahanan Pangan dan Pengembangan Pedesaan Berkelanjutan di NTT. Tujuan utama Proyek ini adalah mempromosikan ketahanan pangan dan mata pencaharian berkelanjutan bagi peternak berskala kecil serta pekerja pertanian dan keluarga mereka melalui peningkatan kondisi dan kesempatan kerja layak dalam rantai nilai tanaman pangan yang mendorong penciptaan lapangan kerja, pendapatan dan produktivitas. Proyek terfokus pada empat kabupaten terpilih: Timur Tengah Selatan (TTS), Kupang, Belu and Sumba Timur. Di tiga kabupaten pertama program terkonsentrasi pada produksi hewan ternak dan jagung sementara di Sumba Timur pada penanaman rumput laut.

Sebelum penyelenggaraan forum usaha ini, ILO melalui para mitra dan universitas setempat memberikan dukungan teknis kepada peternak kecil sebagai bagian dari pengembangan rantai nilai. Program ini dirancang untuk membangun kapasitas petani guna meningkatkan kemampuan menjual dan mengelola usaha melalui serangkaian pelatihan kewirausahaan dan pendidikan keuangan serta mendukung produksi hewan ternak. Di bawah program ini, sekitar 250 peternak di enam desa sudah terlibat dan mendapatkan manfaat. Mereka pun telah membentuk empat kelompok pemasaran bersama di tingkat desa.

Selain forum usaha, Direktur ILO di Indonesia akan mengunjungi salah satu wilayah kerja proyek, Desa Pakubang di Kabupaten Kupang, di mana dia bertemu langsung dengan para petani setempat. Direktur ILO juga dijadwalkan bertemu dengan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, untuk membahas mengenai isu terkait pekerjaan layak serta berbagai peluang dan tantangan di sektor peternakan sapi.

“Saya senang dapat berinteraksi langsung dengan para petani setempat dan keluarga mereka serta mempelajari dampak kegiatan di bawah program Ketahanan Pangan ILO terhadap kondisi kehidupan dan kerja mereka. Saya juga senang dapat bertemu dengan para mitra di lapangan, termasuk pemerintah daerah NTT, yang telah memberikan dukungan kuat terhadap program ini,” kata Francesco, mengomentari kunjungan pertamanya di NTT.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Yunirwan Gah
Koordinator Proyek Pekerjaan Layak untuk Ketahanan Pangan ILO
Email: [email protected]

Gita Lingga
Staf Komunikasi ILO
Tel.: +6221 3913112 ext. 115
Email: [email protected]