Women in STEM
Memajukan Peran Perempuan dalam STEM untuk Pekerjaan Masa Depan
Mengingat pekerja perempuan umumnya bekerja dalam jenis pekerjaan yang tidak membutuhkan keterampilan sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM), mereka 1,2 kali lebih besar untuk menjalani pekerjaan yang berisiko terhadap otomatisasi di semua industri.
7 Februari 2020
Untuk mempromosikan partisipasi perempuan yang lebih besar dalam keterampilan terkait STEM, ILO bekerja sama dengan Kedutaan Irlandia untuk Indonesia menyelenggarakan acara diskusi interaktif bertajuk “Perempuan dan Pekerjaan Masa Depan: Aspirasi Perempuan dalam STEM” di Jakarta pada 7 Februari. Acara ini diadakan untuk memperingati Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains dan Hari St. Brigid 2020.Teknologi memainkan peran kunci dalam mencapai pekerjaan yang layak dan kesetaraan jender. Hari ini kita semua berkesempatan untuk bertemu dengan para perempuan tangguh yang membawa keberagaman, kreativitas dan inovasi dalam peran prempuan di dunia kerja. Mereka menjadi teladan dan contoh bagi banyak perempuan dan anak perempuan untuk bergabung dan mendalami teknologi."
Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia
Diskusi interaktif ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para perempuan yang terlibat dalam STEM berbagi perjalanan hidup, pengalaman dan aspirasi yang dapat memberikan inspirasi bagi lebih banyak perempuan dan anak perempuan agar tertarik menekuni bidang terkait STEM. Acara ini juga bertujuan memperkuat upaya bersama dari berbagai pemangku kepentingan guna memastikan perempuan dan anak perempuan tidak tertinggal dalam perubahan cepat yang terjadi di dunia dan ketenagakerjaan.
Acara ini menghadirkan Dr Fiona Malone, seorang ilmuwan perempuan dari Galway-Mayo Institute of Technology, sebagai pembicara utama. Dr Malone merupakan peraih penghargaan sebagai insinyur biomedis, dosen matematika dan komunikator sains. Dia berbagi pengalaman kerjanya sebagai insinyur biomedis dan minatnya untuk mempromosikan perempuan dalam STEM melalui berbagai saluran komunikasi yang inovatif.Sebagai penghubung teknologi dan inovasi Eropa yang terkemuka, Irlandia menempatkan nilai tinggi terhadap keberagaman dalam STEM. Kesetaraan jender menjadi bagian penting dari kebijakan luar negeri dan Kedutaan sangat gembira dapat bermitra dengan ILO untuk menegaskan hasil kerja yang luar biasa dari para perempuan dalam STEM di Irlandia dan Indonesia, serta mendemonstrasikan manfaat besar yang diperoleh apabila akses dan kesempatan universal diberikan untuk semua."
Olivia Leslie, Duta Besar Irlandia untuk Indonesia
Para pembicara perempuan lainnya termasuk Anantya von Bronckhorst, Co-CEO Think, Web, Digital and Technology Agency, Clorinda Kurnia Wibowo, Analis Riset dari World Resources Institute (WRI), Hastu Wijayasri, Wonder Koding dan mahasiswa di UIN Yogyakarta serta Silvia Halim, Direktur Konstruksi untuk MRT Jakarta. Mereka berbagi hasrat dan minat dalam bekerja dan mengembangkan perusahaan digital, aplikasi perangkat lunak, konstruksi dan energi yang terbarukan.
“Teknologi memainkan peran kunci dalam mencapai pekerjaan yang layak dan kesetaraan jender. Hari ini kita semua berkesempatan untuk bertemu dengan para perempuan tangguh yang membawa keberagaman, kreativitas dan inovasi dalam peran prempuan di dunia kerja. Mereka menjadi teladan dan contoh bagi banyak perempuan dan anak perempuan dan kita membutuhkan lebih banyak lagi teladan yang menginspirasi perempuan untuk bergabung dan mendalami teknologi,” kata Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia.
”Sebagai penghubung teknologi dan inovasi Eropa yang terkemuka, Irlandia menempatkan nilai tinggi terhadap keberagaman dalam STEM. Kesetaraan jender menjadi bagian penting dari kebijakan luar negeri dan Kedutaan sangat gembira dapat bermitra dengan ILO untuk menegaskan hasil kerja yang luar biasa dari para perempuan dalam STEM di Irlandia dan Indonesia, serta mendemonstrasikan manfaat besar yang diperoleh apabila akses dan kesempatan universal diberikan untuk semua. Karenanya seraya memperingati St. Brigid—seorang pionir dalam seni dan sains—kami berharap dapat menginspirasi generasi baru penggiat STEM di sini,” demikian Olivia Leslie, Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, yang juga menjadi moderator diskusi panel pada Jumat ini.
Acara ini juga memperkenalkan Program Perempuan dalam STEM ILO. Didanai J.P Morgan Chase Foundation, program ini berupaya memberikan perempuan keterampilan non-teknis dan teknis agar mampu mendapatkan pekerjaan yang berkualitas dan mendukung pengembangan karir perempuan, khususnya di bidang teknologi informasi. Salah satu tujuan utama program ini adalah memperkuat hubungan antara perusahaan, lembaga mitra sosial dan pusat pelatihan vokasi.guna menciptakan peluang kerja yang lebih besar bagi perempuan melalui peningkatan jumlah penerimaan, retensi dan pengembangan kapasitas dalam pekerjaan terkait STEM sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan mencegah perempuan kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Santy OttoKoordinator Program Perempuan dalam STEM ILO
[email protected]
Gita F. Lingga
Staf Komunikasi ILO
[email protected]