Dampak kami, suara mereka

Hidup mereka pun bertransformasi melalui program-program ILO di Indonesia

Sejalan dengan peringatan 75 tahun keanggotaan Indonesia di ILO, enam penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia berbagi kisah tentang bagaimana program-program ILO telah mengubah hidup mereka dan memperkuat komunitas mereka selama bertahun-tahun.

29 Desember 2025

Content also available in: English
Video penerima manfaat ILO

Provinsi Lampung

Tri Endro Dudiyanto, Hakim Ad Hoc Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Pengadilan Negeri Tanjung Karang, telah berpartisipasi dalam berbagai program ILO tentang penguatan hubungan industrial sejak 2006. Inisiatif ini sejalan dengan reformasi ketenagakerjaan Indonesia, termasuk pengesahan Undang-Undang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial No. 2/2004, Undang-Undang Tenaga Kerja No. 13/2003, dan Undang-Undang Serikat Pekerja No. 21/2000.

Menyikapi hampir dua dasawarsa keterlibatannya, Hakim Tri berbagi: “Melalui berbagai program ILO, saya menjadi hakim ad hoc yang lebih profesional dalam mewakili serikat pekerja. Saya masih menggunakan publikasi ILO tahun 2005 yang mengompilasi tiga undang-undang ketenagakerjaan utama sebagai referensi utama. Saya berharap ILO akan terus memberikan manfaat bagi serikat pekerja dan gerakan buruh.”

A man
© ILO
© ILO
Tri Endro Dudiyanto, Hakim Ad Hoc Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Lampung, Indonesia.

Provinsi Banda Aceh

A woman
© ILO
© ILO
Nur Fajri Fahmi, General Manager of the Sharia Savings and Loan and Financing Cooperative Baitul Qiradh Baiturrahman, Aceh, Indonesia.

Nur Fajri Fahmi, Manajer Umum Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Baitul Qiradh Baiturrahman, mengenang bagaimana ILO mendukung koperasi tersebut setelah tsunami 2004. Bantuan dana hibah yang diterima pada 2006 membantu menghidupkan kembali usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta memulihkan aktivitas ekonomi lokal.

“Setelah hampir dua decade, dana bantuan tersebut masih terus bergulir dan mendukung pengembangan UMKM di Banda Aceh. ILO juga membantu kami membuka dua kantor cabang, memperluas jangkauan dan dampak kami.”

A man
© ILO
© ILO
Abdul Munir, Pimpinan Institut Pelatihan Kewirausahaan Swasta PT Mitra Citra Away di Aceh, Indonesia.

Abdul Munir, Pimpinan Institut Pelatihan Kewirausahaan Swasta PT Mitra Citra Away, telah lama berkolaborasi dengan ILO dalam menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan menggunakan modul-modul seperti Gender dan Kewirausahaan Bersama (GET Ahead), Mengembangkan Ide Usaha Anda (GYB), Memulai Usaha Anda (SYB), Memulai dan Meningkatkan Usaha Anda (SIYB) dan Excellent Consultant Skills. Institusinya juga bermitra dengan Kementerian UMKM.

“Saya telah mengikuti berbagai program pelatihan untuk pelatih ILO. Hasilnya luar biasa dan berkelanjutan. Sebagai instruktur, saya terus menggunakan modul kewirausahaan ILO untuk mendukung klien kami.”

Provinsi Papua

Cynthia Warve, Fasilitator Petani Kakao di Jayapura, mulai bekerja dengan ILO pada 2013 melalui Program Pembangunan Berorientasi Masyarakat (PcDP-II), yang bertujuan untuk memperkuat mata pencarian berkelanjutan bagi masyarakat adat Papua. Ia terus memberdayakan petani lokal, terutama perempuan, dengan literasi keuangan dan keterampilan kewirausahaan.

Menegaskan komitmennya, ia berkata: “Saya telah melatih 900 petani di 30 desa. Setelah pelatihan, mereka lebih memahami pengelolaan keuangan, terutama para mama-mama. Kini mereka memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga, serta menyadari pentingnya menabung untuk pendidikan anak-anak dan keadaan darurat.”

A woman face
© ILO
© ILO
Cynthia Warve, Fasilitator Petani Kakao di Jayapura, Papua, Indonesia.

Provinsi Jawa Tengah

A man
© ILO
© ILO
Nur Arifin, Manajer Senior Sumber Daya Manusia dan Urusan Umum di PT Ungaran Sari Garments di Jawa Tengah, Indonesia.

Nur Arifin, Manajer Senior Sumber Daya Manusia dan Urusan Umum di PT Ungaran Sari Garments (Busana Apparel Group), menyoroti transformasi perusahaan setelah bergabung dengan Program Better Work Indonesia (BWI), inisiatif bersama antara ILO dan IFC. Sejak 2018, pabrik ini diakui sebagai perusahaan berprestasi tinggi dengan kepatuhan yang kuat, perbaikan berkelanjutan dan dialog sosial yang efektif. Perusahaan juga mengadopsi inovasi teknologi untuk mengikuti perkembangan sektor tekstil.

“Sejak bergabung dengan BWI, kami menerima dukungan dan masukan yang signifikan yang memperkuat perusahaan kami. Kami juga mendapat manfaat dari inisiatif pemberdayaan perempuan melalui pelatihan dan sosialisasi di tingkat regional, provinsi dan nasional.”

Provinsi Jakarta

Larasati Riskia Adiani, saat ini mahasiswa magister di Universitas Columbia, menjadi Konsultan Komunikasi ILO untuk Inklusivitas pada 2023. Ia membantu mempromosikan tempat kerja inklusif dan kesempatan kerja yang setara dengan cara mengevaluasi dan meningkatkan aksesibilitas saluran komunikasi ILO serta memproduksi konten informatif tentang isu-isu ketenagakerjaan terkait keberlanjutan, keadilan dan inklusi.

“ILO memberi saya ruang untuk mempromosikan inklusi dalam operasional hariannya. Saya bangga bahwa tim benar-benar menerapkan rekomendasi tersebut. Dunia kerja yang inklusif bukanlah hal yang mustahil. ILO telah membuktikannya melalui tindakan nyata.”

A woman
© ILO
© ILO
Larasati Riskia Adiani, currently a master’s student at Columbia University, was formerly the ILO’s Communication Consultant for Inclusion.

Related content

Indonesia dan ILO: 75 Tahun Kolaborasi
Logo

Indonesia dan ILO: 75 Tahun Kolaborasi

Merayakan inklusivitas dan kreativitas melalui tradisi batik Indonesia
Three persons

Hari Penyandang Disabilitas Internasional

Merayakan inklusivitas dan kreativitas melalui tradisi batik Indonesia