Peluang kerja baru bagi pekerja yang terkena PHK melalui kewirausahaan digital
Pelatihan kewirausahaan digital ILO, yang diselenggarakan bersama dengan Evermos, sebuah pelantar niaga sosial bagi penjualan ulang, tidak hanya memberikan keterampilan digital baru, namun juga membuka peluang kerja baru yang lebih inklusif.
25 Januari 2024
Ia merupakan salah seorang dari 48 anggota serikat pekerja dari lima konfederasi serikat pekerja yang mengikuti pelatihan kewirausahaan digital ILO. Diadakan di Sukabumi pada September 2023 lalu, pelatihan ini diselenggarakan oleh program ILO Mempromosikan Usaha Kecil dan Menengah melalui Akses Pengusaha terhadap Layanan Keuangan (Promise II Impact) bekerja sama dengan Evermos, sebuah pelantar niaga sosial bagi penjualan ulang yang menyediakan jaringan distribusi dan layanan penjualan secara daring.Selain memberikan keterampilan digital baru dan menambah pengetahuan, pelatihan ini sangat bermanfaat dan memberikan saya alternatif pekerjaan sebagai reseller. Setelah terkena PHK, pekerjaan ini sangat membantu saya. Saya bisa bekerja dari rumah, dekat dengan keluarga dan mendapat penghasilan."
Hotniyati Malau, anggota Konfederasi Pekerja Nasional (KSPN)
Saat di-PHK, Hotniyati merasa sangat terpukul. Dia tidak hanya kehilangan penghasilan, tetapi juga kehilangan kemampuan menghidupi keluarganya. Namun, saat mengetahui dari serikat pekerjanya—Konfederasi Pekerja Nasional (KSPN)—tentang pelatihan digital kewirausahaan, tanpa ragu ia mengambil kesempatan tersebut.
“Selain memberikan keterampilan digital baru dan menambah pengetahuan, pelatihan ini sangat bermanfaat dan memberikan saya alternatif pekerjaan sebagai reseller. Setelah terkena PHK, pekerjaan ini sangat membantu saya. Saya bisa bekerja dari rumah, dekat dengan keluarga dan mendapat penghasilan,” kata Hotniyati.
Djauhari Sitorus, Manajer Program Promise II Impact ILO, menyatakan bahwa program pelatihan ini dilakukan sebagai respons terhadap tingginya angka PHK akibat pandemi. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) melaporkan 1,6 juta pekerja terkena PHK pada 2022.
“Melalui pelatihan kewirausahaan digital ini, kami bertujuan untuk membantu memastikan kesejahteraan anggota serikat pekerja. Dengan memiliki keterampilan digital dan memanfaatkan teknologi digital sebaik-baiknya, kami yakin serikat pekerja dapat menciptakan peluang kerja baru yang lebih besar yang akan meningkatkan kesejahteraan para ekerja dan keluarganya,” ujarnya.
Selama program pelatihan, para peserta belajar bagaimana menjalankan bisnis tanpa modal menggunakan pelantar Evermos, memanfaatkan aplikasi digital seperti aplikasi WhatsApp Business dan mempromosikan produk mereka secara digital. Para peserta juga dibimbing untuk menentukan target pasar serta target pendapatan harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Selain itu, para peserta juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para pejual ulang sukses yang berpenghasilan ratusan juta rupiah per bulan.Melalui pelatihan kewirausahaan digital ini, kami bertujuan untuk membantu memastikan kesejahteraan anggota serikat pekerja. Dengan memiliki keterampilan digital dan memanfaatkan teknologi digital sebaik-baiknya, kami yakin serikat pekerja dapat menciptakan peluang kerja baru yang lebih besar yang akan meningkatkan kesejahteraan para ekerja dan keluarganya."
Djauhari Sitorus, Manajer Program Promise II Impact ILO
“Saat ini, kami memiliki lebih dari 700.000 reseller secara nasional. Melalui kolaborasi bersama dengan ILO, kami berharap dapat memberikan kesempatan kerja inklusif yang dapat diakses oleh siapa saja tanpa memandang gender, latar belakang pendidikan, lokasi geografis atau tingkat pendapatan. “Kami juga berharap program bersama ini dapat terus membawa dampak positif bagi kesejahteraan pekerja,” kata Andika, Kepala ESG and Sustainability Evermos.
Di akhir pelatihan, sebagian besar peserta termotivasi untuk memulai profesi barunya sebagai penjual ulang. M. Rizky Apriliana dari Konfederasi Serikat Pekerja Muslim Indonesia (K-Saburmusi) mengapresiasi wawasan baru tentang pemaksimalan pemasaran daring dan media sosial; sedangkan Saman Yusuf dari Federasi Serikat Pekerja Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan (F-HUKATAN) mengatakan bahwa “saya sekarang termotivasi untuk menjalankan bisnis.”
Konfederasi Serikat Pekerja yang terlibat di antaranya Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Rekonsiliasi, KSPSI-CAITU, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) dan Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN)
Promise II Impact diprakarsai bersama oleh ILO, Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan dukungan pendanaan dari Sekretariat Negara Swiss Bidang Perekonomian (SECO). Program tersebut bertujuan untuk mendukung sektor keuangan inklusif bagi UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesempatan kerja terutama di masa pascapandemi dengan strategi peningkatan penggunaan teknologi digital.