Pengembangan keterampilan digital
Transformasi digital untuk pendidikan dan pelatihan vokasi yang efektif
Sejalan dengan pembelajaran sepanjang hayat untuk pekerjaan masa depan, ILO mendukung agenda pembangunan Indonesia dalam pengembangan sumber daya manusia dengan membantu negara ini dalam transformasi digital, khususnya di bidang pendidikan dan pelatihan kejuruan serta vokasi.
9 Juli 2021
Webinar ini secara khusus bertujuan untuk membahas adopsi modalitas pembelajaran daring sebagai cara yang efektif untuk memberikan akses yang lebih besar ke pelatihan keterampilan berkualitas di daerah pedesaan dan terpencil tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi instruktur.Pemerintah telah membangun SIAPKerja, sebuah ekosistem digital di mana semua layanan terkait ketenagakerjaan akan terintegrasi, termasuk pelatihan keterampilan, penempatan kerja, dan hubungan industrial. Transformasi ini sangat penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan ketenagakerjaan yang fleksibel dan mudah diakses."
Muchtar Azis, Pj Direktur Standardisasi Kompetensi dan Pelatihan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan
Muchtar Azis, Pj Direktur Standardisasi Kompetensi dan Pelatihan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, menjelaskan bahwa Indonesia telah mempersiapkan transformasi digital untuk lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi selama dua tahun dengan pembuatan 28 modul pelatihan elektronik, di mana ILO membantu pengembangan dua modul elektronik.
“Pemerintah telah membangun SIAPKerja, sebuah ekosistem digital di mana semua layanan terkait ketenagakerjaan akan terintegrasi, termasuk pelatihan keterampilan, penempatan kerja, dan hubungan industrial. Transformasi ini sangat penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan ketenagakerjaan yang fleksibel dan mudah diakses,” jelasnya.
Sepakat, Kazutoshi Chatani, Spesialis Ketenagakerjaan ILO, menyatakan bahwa Indonesia dalam kebutuhan mendesak untuk menerapkan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi secara daring mengingat kesenjangan geografis dan digital. “Pembelajaran digital telah mengubah permainan dengan memberikan akses yang sama ke pelatihan keterampilan vokasi bagi semua orang. Jangkauan populasi yang lebih luas dan hilangnya kesenjangan lokasi sekaligus berkurangnya biaya, membuat pembelajaran dan pelatihan daring ini lebih mudah diakses dan terjangkau,” ungkapnya.
Terlepas dari kemajuan yang dicapai, Muchtar menyadari beberapa tantangan dalam transformasi digital yang sedang berlangsung. Salah satu tantangan utama adalah kesiapan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi serta instruktur mereka. “Pekerjaan kami adalah membuat konten yang menarik dan cukup interaktif bagi kaum muda dan untuk memastikan kemampuan digital lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi beserta para instrukturnya,” tambahnya.Pembelajaran digital telah mengubah permainan dengan memberikan akses yang sama ke pelatihan keterampilan vokasi bagi semua orang."
Kazutoshi Chatani, Spesialis Ketenagakerjaan ILO
Karenanya, ia mengapresiasi inisiatif yang diambil oleh ILO untuk membantu Kementerian Ketenagakerjaan dalam transformasi digital. Kolaborasi pertama diprakarsai oleh Proyek Perempuan dalam STEM ILO tentang pembuatan konten dan penyampaian pelatihan daring pada 2020, menjangkau 180 instruktur dari 131 lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi di 28 provinsi. Inisiatif ini dilanjutkan oleh Proyek Keterampilan Industri untuk Pertumbuhan Inklusif (INSIGHT) Tahap 2 dan Proyek Perlindungan Pengangguran (UNIQLO), menjangkau 99 instruktur dari 17 lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi di 17 provinsi.
Dwi Juwita, instruktur dari Balai Latihan Kerja Sorong, Provinsi Papua Barat, yang juga mengikuti program pelatihan instruktur, berharap pemerintah melanjutkan program tersebut dengan program pelatihan pelatihan kembali dan peningkatan keterampilan digital bagi para instruktur. “Kelanjutan program adalah kunci bagi kami para pengajar untuk selalu dapat meningkatkan ilmu agar dapat mengikuti perkembangan pelantar pembelajaran daring terbaru,” harap Dwi.Kelanjutan program adalah kunci bagi kami para pengajar untuk selalu dapat meningkatkan ilmu agar dapat mengikuti perkembangan pelantar pembelajaran daring terbaru."
Dwi Juwita, instruktur dari Balai Latihan Kerja Sorong, Provinsi Papua Barat
William Hendrajaya, Kepala Bisnis Skilvul, menekankan peran kunci instruktur dalam transformasi digital. “Kami percaya bahwa instruktur memainkan peran penting dalam pembelajaran daring untuk mengkaji pemahaman siswa dan memfasilitasi diskusi serta pertanyaan. Oleh karena itu, instruktur perlu dibekali dengan keterampilan pedagogi daring serta dibiasakan dengan fitur pembelajaran daring,” jelasnya.
ILO melalui Proyek InSight Tahap 2, didanai Pemerintah Jepang dan Proyek UNIQLO, didanai Fast Retailing Co., Ltd. terus memfasilitasi kegiatan berbagi pengetahuan dan memberikan dukungan terkait transformasi lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi daring dan pengembangan keterampilan digital di Indonesia.
Siaran langsung acara ini dapat ditonton melalui ILO TV Indonesia