Upah digital
Transformasi pekerjaan di Indonesia: Kekuatan pengupahan digital
Pembayaran upah secara digital telah mentransformasi sebuah perusahaan di Jawa Barat, Indonesia dengan meningkatkan efisiensi, memperkuat transparansi serta memberdayakan pekerja untuk lebih mengendalikan masa depan keuangan mereka.
10 April 2026
BANDUNG, Jawa Barat, Indonesia (Berita ILO) - Untuk meningkatkan efisiensi produksi minuman herbalnya, Pretty Aprian selaku pemilik usaha dan Retno W. Agustin sebagai Manajer Pemasaran CV Salwa Production di Bandung, Jawa Barat, memutuskan untuk mendigitalisasi sistem penggajian mereka tahun lalu. Dengan beralih ke pembayaran upah digital, mereka bertujuan menyederhanakan penyaluran gaji sekaligus membangun catatan keuangan yang andal guna melacak pembayaran dan menyelesaikan ketidaksesuaian.
Sebelum memutuskan beralih dari pembayaran tunai ke pembayaran upah digital, kami berkonsultasi dan berdiskusi dengan para pekerja.
Retno W. Agustin, Manajer Pemasaran CV Salwa Production
Langkah pertama adalah memilih penyedia layanan keuangan yang paling sesuai untuk mendukung perubahan ini. Demi memastikan transisi yang lancar, perusahaan secara aktif berkonsultasi dan melibatkan para pekerja selama proses berlangsung. Retno menekankan pentingnya pendekatan ini: “Sebelum memutuskan beralih dari pembayaran tunai ke pembayaran upah digital, kami berkonsultasi dan berdiskusi dengan para pekerja.”
Sejak awal, para pekerja dilibatkan dan didukung. Mereka mendapatkan panduan dalam menggunakan layanan mobile banking sehingga dapat dengan mudah memeriksa saldo rekening. Mereka juga diperkenalkan pada pentingnya pencatatan penggajian.
“Dengan digitalisasi upah, perusahaan memberikan slip gaji kepada pekerja sebagai bukti bahwa gaji telah dibayarkan dan diterima sesuai jumlah yang disepakati,” jelas Retno.
Transisi ini diterima dengan baik. Dika, staf pemasaran digital, menyampaikan bahwa pembayaran digital memberikan transparansi dan kejelasan yang lebih baik karena catatan hari kerja, cuti dan upah terdokumentasi dengan rapi. “Slip gaji digital juga berguna saat kami membutuhkan akses kredit, seperti untuk pinjaman kendaraan atau keperluan lain. Formatnya mudah diakses dan digunakan,” ungkapnya.
Saya senang sekarang gaji ditransfer melalui bank. Cepat dan saya tidak perlu menunggu.
Dede, staf produksi
Selain meningkatkan efisiensi, upah digital juga memperkuat rasa pemberdayaan pekerja serta ketahanan finansial mereka. Pretty juga terus meningkatkan kesadaran pekerja tentang cara mengelola pendapatan dengan lebih baik.
“Kami terus mengedukasi para pekerja tentang cara mengelola gaji mereka secara efektif,” tutur Pretty.
“Semakin kita memahami pembayaran digital, semakin aman uang kita. Digitalisasi adalah yang kita butuhkan,” tutup Deka.
Related content
Upah digital
Dari tunai ke digital: Mitra sosial mendorong digitalisasi pembayaran upah bagi UKM di Indonesia