Advancing social justice, promoting decent work
ILO is a specialized agency of the United Nations
English
Tiga perusahaan berbagi praktik baik untuk pekerja dan komunitas guna memerangi diskriminasi terhadap HIV
ILO mendokumentasikan tiga praktik terbaik di tingkat perusahaan untuk menginspirasi lebih banyak perusahaan agar mau bergabung dalam mengembangkan tempat kerja dan masyarakat yang non-diskriminatif. Ini merupakan bagian dari dukungan ILO terhadap penerapan peraturan nasional.
Sejalan dengan peringatan Hari AIDS Sedunia 2020, ILO meluncurkan tiga video praktik terbaik tentang program pencegahan HIV di tingkat perusahaan pada 1 Desember. Peluncuran ini juga menandai penyerahan video praktik terbaik dari ILO kepada Kementerian Ketenagakerjaan untuk disebarluaskan secara nasional melalui kantor-kantor dinas ketenagakerjaan provinsi di seluruh negeri.
Atas nama Kementerian Ketenagakerjaan, saya menyambut baik inisiatif ini mengingat video-video ini dapat digunakan sebagai referensi dalam pelaksanaan program pencegahan HIV dan berkontribusi dalam memperkuat penerapan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 68/2004."
Dr Ghazmahadi, Direktur Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kementerian Ketenagakerjaan
“HIV/AIDS merupakan masalah tempat kerja. Kita perlu memiliki lebih banyak dokumentasi praktik terbaik di tempat kerja mengingat tempat kerja yang inklusif menyelamatkan nyawa. ILO berharap video ini dapat menginspirasi lebih banyak perusahaan untuk mengikuti praktik baik ini dan kami berterimakasih kepada mitra kami, Kementerian Ketenagakerjaan, untuk menyebarluaskannya,” ujar Kazutoshi Chatani, dalam sambutannya di hadapan 500 peserta.
Sementara itu, Dr Ghazmahadi, Direktur Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kementerian Ketenagakerjaan, menyoroti pentingnya program pencegahan HIV yang inovatif. Dia juga menyerukan partisipasi lebih dari perusahaan.
“Atas nama Kementerian Ketenagakerjaan, saya menyambut baik inisiatif ini mengingat video-video ini dapat digunakan sebagai referensi dalam pelaksanaan program pencegahan HIV dan berkontribusi dalam memperkuat penerapan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 68/2004.”
Praktik terbaik di tingkat perusahaan
Video praktik terbaik menampilkan berbagai inisiatif dan program yang dilakukan oleh tiga perusahaan multinasional: PT Pertamina Persero, Operasi Bersama Hazama Ando-WIKA, dan Star Energy Geothermal (Wayang Windu), Tbk. Perusahaan-perusahaan ini mewakili sektor berisiko tinggi HIV, seperti pertambangan, konstruksi , gas dan minyak serta transportasi. Sektor-sektor ini juga dikenal dengan jenis pekerja yang berisiko tinggi: Laki-laki yang sering berpindah tempat dan memiliki uang.
Video-video ini mendokumentasikan penerapan kebijakan non-diskriminatif dan program pencegahan HIV / AIDS terintegrasi baik bagi karyawan maupun masyarakat sekitar. Video-video ini juga menampilkan bagaimana perusahaan dapat mendedikasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk kegiatan terkait HIV/AIDS guna menciptakan masyarakat yang inklusif.
Mempromosikan tempat kerja dan komunitas yang tidak diskriminatif: PT Pertamina Persero
Sebagai badan usaha milik negara, PT Pertamina Persero merupakan perusahaan pelopor dalam pelaksanaan program pencegahan HIV di tempat kerja. Selain komitmen non-diskriminatif dari manajemen tingkat tinggi, perusahaan telah melakukan berbagai program internal termasuk memasukkan klausul HIV dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Melalui anak perusahaannya di Kabupaten Subang, Pertamina menunjukkan tiga kegiatan prioritas utama untuk kegiatan kemasyarakatan, mulai dari pembentukan program pencegahan HIV berbasis masyarakat, mendukung puskesmas terkait VCT, program pendidikan dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, termasuk ODHA, serta melakukan 698 tes VCT dan mendukung 80 ODHA.
Mempromosikan tempat kerja dan komunitas yang tidak diskriminatif: Star Energy Geothermal (Wayang Windu). Ltd.
Perusahaan nasional ini telah terfokus pada program pencegahan HIV internal melalui program pendidikan, program tes sukarela dan keterlibatan serikat pekerja. Di tingkat masyarakat, perusahaan menginisiasi pemetaan populasi kunci yang meliputi 13 desa di Pangalengan, Jawa Barat yang juga dikenal sebagai kawasan wisata. Temuan tersebut dijadikan acuan dan pengembangan program pencegahan HIV dalam bentuk sosialisasi dan ketersediaan alat tes cepat. Inisiatif ini telah direplikasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk daerah-daerah lain.
Mempromosikan tempat kerja dan komunitas yang tidak diskriminatif: Hazama Ando - WIKA Joint Operation
Secara internal, perusahaan telah mengembangkan kebijakan tertulis non-diskriminatif, melakukan program edukasi melalui pendidik sebaya serta program tes sukarela. Di tingkat masyarakat, perusahaan menginisiasi pembentukan program Warga Peduli AIDS (WPA) pada 2018, yang meliputi dua desa sekitar di Wonogiri, Jawa Tengah: Desa Pondok Sari dan Desa Pokoh Kidul. Program WPA bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang HIV, berbagi pengetahuan dan melakukan pelatihan komunitas. Dalam aktivitas ini, desa telah melakukan upaya untuk memiliki program ini dengan mengalokasikan dana desa untuk melaksanakan program pencegahan HIV sendiri.